Pemda Bulukumba

Jajaki Peluang Ekspor Tuna, Andi Utta Hadiri Presentasi Teknologi Terbaru Alat Pendingin Ikan di Jepang

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Jumat, 30 Juni 2023 16:42

Jajaki Peluang Ekspor Tuna, Andi Utta Hadiri Presentasi Teknologi Terbaru Alat Pendingin Ikan di Jepang

Trotoar.id, Bulukumba,- Kabupaten Bulukumba dan sekitarnya adalah daerah penghasil tuna di Provinsi Sulawesi Selatan.

Namun sayang pada umumnya tangkapan tuna ini hanya bisa memenuhi pasar lokal di Indonesia.

Padahal jika diekspor ke luar negeri seperti Jepang harganya bisa lebih tinggi dengan syarat kualitasnya harus grade A dan B.

Tidak memenuhinya syarat ekspor ikan tuna dan ikan lainnya ke luar negeri karena kualitas setelah tangkapan nelayan pada umumnya hanya pada level grade C dan D.

Misalnya harga tuna grade A harganya 135 ribu per kilogram, tapi karena selama ini kualitas hasil tangkapan hanya mampu di grade D dan C saja sehingga harganya juga paling tinggi hanya 45 ribuan per kilogram.

Perbedaan kualitas ikan ini menjadi persoalan yang dihadapi bagi para nelayan atau pengusaha ikan di Indonesia jika ingin mengekspor ikan.

Ini pun menjadi topik pembahasan pada pertemuan Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf di Jepang.

Baca Juga  Jokowi Kunjungan Stan Pameran Bulukumba, Ketua Dekranasda Kenalkan Pinisi dan Wisata Tanjung Bira

Dalam lawatannya ke negeri Sakura ini, Andi Utta sapaan akrab Bupati menghadiri presentasi alat teknologi baru pendingin ikan (flash freeze system) di kapal atau di pelabuhan. Andi Utta datang ke Jepang bersama koleganya dari Singapura, Mr. Calvin.

Dikatakan bahwa sebenarnya semua ikan yang ditangkap itu sudah berkualitas. Namun yang dibutuhkan bagaimana mempertahankan kondisi kualitas ikan itu pasca proses penangkapan hingga sampai ke darat.

“Hanya 5 persen saja bisa diekspor dari semua tangkapan nelayan Indonesia karena kualitas yang tidak bisa dipertahankan setelah penangkapan,” ungkap Andi Utta Jumat 30 Juni 2023.

Nah dengan teknologi pendingin baru seperti ini, lanjutnya kadar organoleptik pada ikan bisa dipertahankan untuk memenuhi standar grade A atau B.

Dengan teknologi itu, dapat membantu nelayan atau pengusaha ikan mempertahankan kondisi ikan untuk layak ekspor.

Baca Juga  Walkot Makassar–Kapolda Sulsel Launching Roadshow Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun

Lebih lanjut, teknologi pendingin ikan ini bisa digunakan di kapal besar maupun kapal kecil dengan menggunakan tenaga surya, begitu juga pendingin ini bisa ditempatkan di pelabuhan maupun pada proses pengiriman melalui peti kemas.

“Ini seharusnya difasilitasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan agar kapal kapal nelayan kita memiliki alat pendingin seperti ini. Begitu juga pihak perbankan seharusnya ada support kepada pengusaha perikanan di Indonesia,” bebernya.

Menurutnya, keberpihakan perbankan kepada nelayan belum maksimal dalam mengembangkan usaha perikanan tangkap di Indonesia terutama untuk meningkatkan produksi untuk ekspor.

Nelayan tidak didorong untuk memproduksi ikan kualitas ekspor yang mana harganya bisa lebih tinggi.

Bupati yang berlatar pengusaha ini, mencoba memberikan kalkulasi jika tangkapan tuna itu bisa diekspor. Dikatakan rata rata tangkapan tuna di Bulukumba dan Sinjai sekitar 50 ton perhari, sehingga dalam sebulan ada 1.500 ton.

Baca Juga  Tindak Lanjuti Rekomendasi DPRD atas LKPJ 2025, Wabup Sidrap Rakor dengan OPD

Jika total ini kalikan dengan harga paling rendah Rp80 ribu perkilogram maka ada sekitar Rp12 milyar perbulan yang berputar di usaha ikan tuna ini.

Harapan Andi Utta, peluang ekspor tuna ini seharusnya mudah dilakukan oleh para nelayan, jika didukung dengan teknologi alat pendingin.

“Kalau teknologi baru ini didorong oleh KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) bantu nelayan Indonesia dengan kapasitas 200 kilogram perkapal, maka luar biasa devisanya Indonesia dari sektor perikanan,” gugahnya.

Andi Utta mengaku, selain menghadiri presentasi atau demonstrasi teknologi alat pendingin tersebut, pihaknya juga menjajaki kemudahan proses ekspor oleh nelayan atau pengusaha ikan jika teknologi itu digunakan di Indonesia.

Menurutnya, peluang ekspor tuna di Jepang masih sangat besar sehingga pihak pengusaha di Jepang juga mau membantu dengan teknologi itu untuk memastikan kualitas ikan tuna tetap terjaga sampai ke Jepang.(*)

Penulis : Lutfi

 Komentar

Berita Terbaru
Politik22 Oktober 2026 22:10
Peringati HUT ke-62, Golkar Sulsel Gelar Donor Darah di Pesta Rakyat, Targetkan 100 Kantong
10 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Memeriahkan puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Partai Golkar, DPD I...
Daerah22 Oktober 2026 16:51
Viral Bayi Nakla, Pemkab Bulukumba Pastikan Perhatian dan Pendampingan bagi Keluarga
11 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO BULUKUMBA, Trotoar.id — Kondisi bayi Nakla yang tengah menjalani perawatan medis setelah mengalami sak...
Daerah30 Juni 2023 16:42
Jajaki Peluang Ekspor Tuna, Andi Utta Hadiri Presentasi Teknologi Terbaru Alat Pendingin Ikan di Jepang
MAKASSAR, Trotoar.id — Upaya Pemerintah Kota Makassar memperluas perlindungan jaminan sosial bagi pekerja rentan berbuah penghargaan. Kota Makassar ...
Politik22 Oktober 2026 12:37
AMPI Sulsel Rekomendasikan Andi Nurhaldin NH Maju sebagai Ketua Golkar Makassar
8 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Dinamika menuju pemilihan Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar mulai mengemu...