Trotoar.id, Makassar, – Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, semakin tegas menolak aktivitas hiburan malam W Super Club milik pengacara terkenal, Hotman Paris, yang berlokasi di Kawasan CPI Makassar.
Wali Kota Danny Pomanto mengumpulkan seluruh organisasi masyarakat (Ormas) Islam untuk meminta pendapat terkait polemik yang muncul akibat beroperasinya W Super Club.
Ormas yang hadir dalam diskusi tersebut termasuk Nadhatul Ulama (NU) Makassar, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Majelis Ulama Indonesia (MUI) Makassar, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Makassar, dan Polrestabes Makassar.
Baca Juga :
Hasil diskusi ini menghasilkan kesepakatan untuk menolak keberadaan Tempat Hiburan Malam (THM) W Super Club di Kawasan CPI.
Danny Pomanto menegaskan bahwa kehadiran W Super Club tidak sejalan dengan program Pemkot Makassar seperti Perkuatan Keimanan Umat dan Jagai Anakta, serta lokasinya yang dekat dengan Masjid 99 Kubah dan sekolah.
“Izin THM itu kita belum lihat, inilah yang kita perjuangkan. Berarti di W Super Club tidak ada praktik THM,” tegas Danny dalam diskusi di Amirullah, Jumat (31/5).
Saat ini, W Super Club hanya memiliki izin operasional sebagai bar, bukan THM, klub malam, atau diskotek, yang dikeluarkan oleh Pemprov Sulsel, bukan Pemkot Makassar.
Meski demikian, pemerintah kota harus bertindak tegas mengingat polemik yang ditimbulkan dan aspirasi masyarakat yang perlu ditindaklanjuti.
“Saya membuka dialog agar semua bisa clear, dan hasil sore hari ini saya akan sampaikan ke beliau (Pj Gubernur Sulsel Prof Zudan),” tutur Danny Pomanto.
Menurut peraturan OSS, izin diskotek/klub malam mencakup penyediaan jasa pelayanan minum dengan fasilitas untuk menari, atraksi lampu, dan pramuria, sedangkan bar hanya mencakup kegiatan menghidangkan minuman beralkohol dan nonalkohol serta makanan kecil.
Ketua FKUB Makassar, Prof Arifuddin Ahmad, mendukung langkah Wali Kota Danny Pomanto menolak aktivitas THM W Super Club.
“Saya kira wilayah pak wali kota bagaimana kita tegas mencegah daripada persoalan-persoalan ini,” ungkap Prof Arifuddin.
Ketua DMI Makassar, M Yunus, juga menyambut baik langkah Pemkot Makassar. Menurut Yunus, ini merupakan bentuk kepedulian Danny Pomanto terhadap generasi muda dan menjaga Makassar sebagai daerah yang religius.
“Alhamdulillah pak wali punya perhatian khusus buat kita semua,” tutupnya.



Komentar