Makassar, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto, menyampaikan gagasannya terkait kepedulian lingkungan dan transformasi digital dalam acara Diklat Terpadu Lanjutan Pimpinan Wilayah GP Ansor Sulsel.
Acara ini diadakan di Balai Diklat Keagamaan, Jalan Sultan Alauddin, dengan peserta dari Makassar, Gowa, dan Takalar.
Danny menyoroti pentingnya upaya dekarbonisasi sebagai tanggapan terhadap perubahan iklim yang semakin signifikan.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar berkomitmen untuk menjadikan kota ini sebagai kota dengan emisi karbon rendah atau bahkan nol. “
Mengatasi perubahan iklim harus melalui dekarbonisasi dan peningkatan oksigenasi di Makassar. Kami bertekad untuk menjadikan kota ini sebagai kota rendah karbon,” ungkapnya.
Salah satu inisiatif yang diambil Pemkot Makassar dalam rangka menjaga keseimbangan lingkungan adalah pelestarian mangrove di kawasan Lantebung.
Danny menjelaskan bahwa mangrove tidak hanya membantu mengurangi karbon, tetapi juga mampu menghasilkan oksigen lebih banyak dibandingkan pohon lainnya dan berfungsi seperti terumbu karang.
Selain itu, Danny juga memaparkan bahwa kerusakan lingkungan akibat bencana alam, peningkatan populasi, dan bencana hidrometeorologi menjadi tantangan besar.
Menurutnya, pertumbuhan populasi global yang tidak seimbang dengan daya tampung bumi telah menyebabkan konflik sumber daya, pangan, dan ruang.
“Perubahan iklim dan tingginya emisi karbon menjadi penyebab berbagai bencana alam yang kita hadapi saat ini,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Danny juga menyinggung konsep Sombere’ dan Smart City yang diimplementasikan di Makassar sebagai wujud nyata dari upaya dekarbonisasi.
Berkat konsep ini, Danny diundang menjadi pembicara di World Cities Summit di Singapura, yang dihadiri ribuan delegasi dari berbagai negara. Tema acara ini, yaitu
“Aktivasi Pemuda dalam Pengembangan dan Transformasi Digital”, sejalan dengan inisiatif digitalisasi yang diterapkan Pemkot Makassar.
Menurut Danny, transformasi digital yang sesungguhnya bukan hanya sekedar menerapkan aplikasi, melainkan harus menjadi solusi atas berbagai masalah yang ada.
Salah satu contoh adalah penerapan mobil listrik rendah karbon dalam program Home Care Dottorota’, yang saat ini mengoperasikan sekitar 47 mobil listrik untuk meningkatkan efektivitas layanan kesehatan kepada masyarakat, terutama yang kurang mampu.
“Digitalisasi yang benar harus bermanfaat dan menyelesaikan masalah, bukan sekadar teknologi atau aplikasi yang digunakan untuk formalitas semata,” tegas Danny.
Menutup sesi tersebut, Danny mengungkapkan rasa bangganya bisa berbagi ilmu di depan kader GP Ansor Sulsel.
Ia meyakini, semangat militansi yang kuat dari para kader tersebut dapat menjadi mitra penting bagi Pemkot Makassar dalam mewujudkan berbagai visi dan misinya untuk kota ini.
“Semangat seperti inilah yang dibutuhkan negara kita saat ini,” tutup Danny.
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, angkat bicara terkait polemik seleksi calon Pasukan…
SIDRAP, TROTOAR.ID — Suasana Ruang Rapat Pimpinan Lantai 3 Kantor Bupati Sidenreng Rappang, Senin pagi,…
WAJO, TROTOAR.ID — Anggota DPRD Sulawesi Selatan, Sultan Tajang, meninjau langsung pelaksanaan proyek pembangunan di…
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar melalui Perumda Air Minum (PDAM) terus bergerak cepat menangani…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar akan memusatkan pelaksanaan Salat Idul Adha 1447 Hijriah di…
WAJO — Ancaman abrasi Sungai Walanae di wilayah perbatasan Kabupaten Wajo dan Bone kian mengkhawatirkan.…
This website uses cookies.