Parlemen

Abrasi Sungai Walanae Ancam Permukiman dan Lahan Pertanian di Wajo, DPR RI Minta Penanganan Cepat

DPRD Sulsel

WAJO — Ancaman abrasi Sungai Walanae di wilayah perbatasan Kabupaten Wajo dan Bone kian mengkhawatirkan.

Kerusakan yang terus meluas kini berstatus siaga darurat karena mengancam akses jalan, lahan pertanian, hingga ratusan rumah warga di bantaran sungai.

Merespons kondisi tersebut, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, langsung bergerak cepat setelah menerima laporan video dari warga.

Ia segera berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan penanganan segera dilakukan di lapangan.

Langkah awal yang diambil adalah menginstruksikan Anggota Komisi D DPRD Sulawesi Selatan dari Fraksi Gerindra, Sultan Tajang, bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan–Jeneberang melalui satuan kerja PJSA-PJPA, untuk turun langsung meninjau lokasi terdampak.

Peninjauan dilakukan di Lingkungan Eree, Kelurahan Solo, Kecamatan Bola. Sultan Tajang turun bersama pihak BBWS, Camat Bola Andi Abdul Dzuljalali Wal Ikram, serta komunitas Roemah Djoeang AIA.

Hasilnya, kondisi di lapangan menunjukkan kerusakan yang cukup parah. Berdasarkan data Pemerintah Kecamatan Bola, abrasi telah menggerus sekitar 200 meter bahu jalan pada jalur vital penghubung Kabupaten Wajo dan Bone.

Dua titik terparah masing-masing mengalami kerusakan sepanjang sekitar 50 meter dan 157 meter.

Akibatnya, kendaraan roda empat tidak lagi dapat melintas secara normal di jalur tersebut.

“Keselamatan warga harus menjadi prioritas utama. Kondisi ini sudah sangat memprihatinkan dan membutuhkan langkah cepat sebelum menimbulkan korban jiwa,” ujar Sultan Tajang saat berada di lokasi, Minggu (24/4/2026).

Tak hanya infrastruktur jalan, abrasi juga terjadi tepat di depan kawasan permukiman padat penduduk.

Kondisi ini membuat rumah-rumah warga berada dalam ancaman serius jika tidak segera dilakukan penanganan.

Selain itu, dampak yang ditimbulkan juga menyasar sektor pertanian. Abrasi Sungai Walanae berpotensi mengganggu sekitar 300 hektar lahan persawahan dan 30 hektar perkebunan milik warga.

“Kalau tidak segera ditangani, ini bukan hanya soal jalan. Ini menyangkut keselamatan warga dan keberlangsungan ekonomi masyarakat,” tegas Sultan Tajang.

Ia mendesak pemerintah pusat melalui BBWS Pompengan–Jeneberang agar segera melakukan penanganan, baik dalam bentuk langkah darurat maupun solusi permanen untuk mencegah abrasi semakin meluas.

Selain di Kelurahan Solo, tim juga meninjau titik abrasi lain di Dusun Tobaku, Desa Benteng Lompoe, Kecamatan Sabbang Paru.

Kondisi di lokasi tersebut juga dinilai telah memasuki tahap darurat dan membutuhkan penanganan cepat.

Dalam peninjauan di Benteng Lompoe, turut hadir Anggota DPRD Kabupaten Wajo Fery Saputra Santu, Kepala Desa Benteng Lompoe Herman, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Warga berharap pemerintah segera merealisasikan penanganan permanen agar abrasi Sungai Walanae tidak terus meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar di masa mendatang.

MUHAMMAD LUTFI

Share
Published by
MUHAMMAD LUTFI

BERITA TERKAIT

Sultan Tajang Tinjau Proyek Jalan Multiyears di Wajo, Tekankan Pengawasan Ketat APBD

WAJO, TROTOAR.ID — Anggota DPRD Sulawesi Selatan, Sultan Tajang, meninjau langsung pelaksanaan proyek pembangunan di…

15 menit ago

PDAM Makassar Siaga 24 Jam, Benahi Pipa dan Tambah Suplai Atasi Krisis Air di Kerung-Kerung

MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar melalui Perumda Air Minum (PDAM) terus bergerak cepat menangani…

20 menit ago

Appi–Aliyah Salat Idul Adha Bersama Warga di Karebosi, Kurban Presiden Disembelih di Masjid At-Taqwa

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar akan memusatkan pelaksanaan Salat Idul Adha 1447 Hijriah di…

46 menit ago

Pemkot Makassar Kembali Raih WTP, Appi: Bukti Tata Kelola Keuangan Kian Berkualitas

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar kembali menorehkan prestasi di bidang tata kelola keuangan daerah…

54 menit ago

Urat Nadi Lumbung Pangan Terputus, Bupati Sidrap Perjuangkan Hibah Rp15,4 Miliar ke BNPB

SIDRAP, TROTOAR.ID — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) tancap gas memperjuangkan pemulihan infrastruktur vital pascabencana.…

58 menit ago

DPRD Parepare Usul Hibah Aset 5 Hektare Milik Pemprov Sulsel untuk Warga

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Sejumlah anggota DPRD Kota Parepare mengajukan usulan agar aset lahan seluas sekitar…

3 jam ago

This website uses cookies.