Jakarta, Trotoar.id – Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak cepat dan menangkap para calo serta jaringannya yang dianggap telah merugikan sektor pertanian di Indonesia.
Menurutnya, tindakan tegas ini penting untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap Kementerian Pertanian dan memastikan integritas dalam pengelolaan sektor tersebut.
Dalam keterangannya pada Rabu (11/09/2024), Mentan Amran menyampaikan bahwa ia telah menginstruksikan seluruh jajarannya untuk segera mengambil langkah konkret dalam memberantas praktik calo dan korupsi.
“Kami sangat menghargai respon cepat dari kepolisian. Saya minta semua pelaku dan kroninya yang terbukti terlibat dalam jaringan ini segera ditindak,” tegasnya.
Amran menilai praktik calo telah merusak tatanan distribusi anggaran yang seharusnya bermanfaat bagi para petani dan pelaku usaha pertanian.
Ia juga menekankan bahwa Kementerian Pertanian berkomitmen menjaga transparansi dan memperkuat pengawasan agar setiap proses administrasi berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Integritas sektor pertanian adalah prioritas kami, dan ini harus dijaga demi pembangunan pertanian yang adil dan berkelanjutan,” imbuhnya.
Sejak kembali menjabat sebagai Menteri Pertanian pada Oktober 2023, Amran terus mengedepankan agenda pemberantasan praktik percaloan dan korupsi.
Salah satu tindakan nyata adalah laporan dari Direktur Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan), Fausiah T. Landja, pada 29 Agustus 2024 terkait dugaan tindak pidana penipuan dalam proyek pengadaan alat pertanian. Dalam laporan tersebut, nama-nama Ahmad, Rasmin, dan Irfan disebut terkait dengan pengadaan handsprayer yang dilakukan melalui cara penipuan, sebagaimana dilaporkan ke Polda Metro Jaya dengan nomor laporan STTP/B/5159/VIII/2024.
Fausiah melaporkan bahwa ada pihak yang mencatut namanya untuk menarik dana awal 15-20 persen dari para pengusaha guna mendapatkan proyek tersebut.
Menindaklanjuti hal itu, Mentan Amran menegaskan bahwa tidak ada toleransi terhadap pelanggaran hukum di lingkungan Kementerian Pertanian.
Selain itu, kasus dugaan penipuan lain juga dilaporkan pada 26 Agustus 2024 terkait pengadaan pompa di wilayah Polres Metro Jakarta Selatan. Dugaan penipuan tersebut juga melibatkan nama Ahmad, Rasmin, dan Irfan.
Sebelumnya, pada bulan Juni 2024, telah dilaporkan dugaan manipulasi data terkait proyek pengadaan handsprayer oleh Jemmy Eduard Evendy dan Alfred.
Amran menegaskan bahwa praktik calo dan jaringan korupsi di sektor pertanian ini merusak keadilan dan merugikan banyak pihak, terutama petani.
“Kami tidak akan pernah mentolerir adanya praktik curang dan kecurangan yang hanya memperkaya segelintir orang dengan mengorbankan rakyat,” tutupnya.
MAKASSAR, TROTOAR.ID – Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, memaparkan capaian signifikan pertumbuhan ekonomi dan…
MAKASSAR, TROTOAR.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan…
MAKASSAR, TROTOAR.ID – Pemerintah Kabupaten Luwu terus mendorong peningkatan pelayanan hukum kepada masyarakat, khususnya dalam…
MAKASSAR, TROTOAR.ID – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) melakukan pergantian kepemimpinan di…
MAKASSAR, TROTOAR.ID – Pemerintah Kota Makassar melalui Bagian Perekonomian Setda menggelar kegiatan literasi dan inklusi…
MAKASSAR, TROTOAR.ID – Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, A. Rachmatika Dewi, menghadiri kegiatan pemusnahan rokok…
This website uses cookies.