Makassar, Trotoar.id – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Makassar pada 27 November 2024, janji-janji kampanye terus menjadi sorotan warga.
Salah satu janji yang menuai kritik adalah kebijakan retribusi sampah gratis yang dianggap sulit diwujudkan.
Sejumlah warga menyampaikan keresahan mereka terkait janji ini, termasuk Yayu, warga Kelurahan Bara-baraya, yang mendatangi kampanye Indira Yusuf Ismail di Kelurahan Maradekaya pada Kamis (3/10/2024).
Yayu, yang sengaja datang ke kampanye tersebut untuk menyampaikan aspirasinya, mengungkapkan bahwa janji retribusi sampah gratis yang disampaikan beberapa pasangan calon terdengar tidak masuk akal.
“Terus terang, bu, saya sering mensosialisasikan soal sampah ke warga. Tapi, janji sampah gratis itu rasanya impossible,” tegas Yayu kepada Indira.
Indira, yang menjadi salah satu Calon Wali Kota Makassar, merespon dengan mengajak warga untuk cerdas dan bijak dalam menilai janji kampanye.
Ia menjelaskan bahwa retribusi sampah telah diatur secara legal dalam peraturan daerah (Perda) dan berbagai kebijakan pemerintah, termasuk ketentuan dalam Permendagri.
“Retribusi sampah itu ada dasarnya, disetujui oleh DPR dan pemerintah. Jadi, ini bukan kebijakan yang bisa begitu saja dihapus,” jelas Indira.
Ia menambahkan bahwa meski kebijakan retribusi sampah gratis mungkin terdengar menarik, kenyataannya, sangat sulit untuk direalisasikan tanpa mengorbankan aspek penting dalam pengelolaan sampah.
Indira menekankan bahwa retribusi tersebut memainkan peran penting dalam mendukung inovasi dan keberlanjutan sistem pengelolaan sampah di Kota Makassar.
Lebih lanjut, Indira mengungkapkan bahwa ada opsi untuk memberikan subsidi bagi retribusi sampah jika kondisi keuangan daerah memungkinkan.
Namun, ia tetap mengingatkan bahwa fokus utama harus pada optimalisasi pengelolaan sampah, bukan sekadar janji pembebasan retribusi.
“Kalau memang ada jalan, mungkin bisa subsidi. Tapi saya kira gratis sepenuhnya tidak realistis,” tambahnya.
Indira juga menyampaikan pentingnya warga memilih calon pemimpin yang tidak hanya memberikan janji-janji manis, tetapi juga memahami dan mampu mengatasi permasalahan kota secara komprehensif.
Menurutnya, pengelolaan sampah yang baik membutuhkan pendekatan yang lebih matang dan berkelanjutan, tidak hanya sekadar populis.
Dengan penjelasan ini, Indira berharap warga dapat melihat janji kampanye secara lebih kritis dan mempertimbangkan pemimpin yang benar-benar memahami tantangan kota, termasuk dalam hal pengelolaan sampah.
BULUKUMBA, TROTOAR.ID — Nama Andi Iwan Darmawan Aras (AIA) kembali menguat dalam lanskap dunia usaha…
BULUKUMBA, TROTOAR.ID — Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, meminta Kamar Dagang dan Industri (Kadin)…
LUWU, TROTOAR.ID — Pemerintah Kabupaten Luwu menegaskan komitmennya dalam mendorong pemenuhan hak dan partisipasi anak…
LUWU, TROTOAR.ID — Ratusan warga memadati pelaksanaan pasar murah LPG 3 kilogram yang digelar Pemerintah…
BULUKUMBA, TROTOAR.ID — Andi Iwan Darmawan Aras (AIA) kembali terpilih sebagai Ketua Umum Kamar Dagang…
LUWU, TROTOAR.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu terus memperkuat tata kelola pemerintahan melalui penataan organisasi…