Makassar, Trotoar.id — Menjelang Pemilihan Wali Kota Makassar 2024, Rahmat Taqwa Qurais, politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), mengingatkan masyarakat agar bijak dalam memilih pemimpin.
Ia mengajak warga Makassar untuk tidak mudah terpengaruh janji-janji politik yang sulit dibuktikan.
“Jangan terjebak janji manis tanpa bukti. Pilihlah pemimpin dengan rekam jejak jelas dan terbukti, bukan sekadar janji gratis ini-itu,” tegas Rahmat dalam keterangan persnya, Jumat (4/10/2024).
Rahmat menyoroti berbagai program populis yang menurutnya dapat menghambat kemajuan Kota Makassar.
Ia mengingatkan bahwa kepemimpinan saat ini di bawah Wali Kota Danny Pomanto telah membawa banyak perubahan positif, termasuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mencapai Rp 2 triliun.
Menurutnya, pencapaian ini tidak bisa diabaikan, dan pemimpin selanjutnya harus bisa mempertahankannya.
“Peningkatan PAD dari Rp 500 miliar menjadi Rp 2 triliun adalah bukti nyata kemajuan. Jangan sampai kita kembali ke titik nol. Yang baik harus diteruskan, bukan diabaikan,” ujarnya.
Rahmat juga menegaskan bahwa kenaikan PAD ini telah memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan banyak pihak, mulai dari perangkat RT/RW, LPM,
Linmas, hingga guru mengaji dan petugas pemandi jenazah. Melalui kebijakan ini, kesejahteraan masyarakat dan kualitas pelayanan publik terus meningkat.
Menanggapi target PAD Rp 3 triliun, Rahmat menyatakan keyakinannya bahwa pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Indira Yusuf Ismail dan Ilham Ari Fauzi Amir Uskara (INIMI), mampu mewujudkan visi tersebut.
Menurutnya, pasangan INIMI memiliki pengalaman dan program kerja yang konkret, termasuk rencana menaikkan insentif RT/RW hingga Rp3 juta.
“Jika PAD mencapai Rp 3 triliun, sektor ekonomi lokal dan kesejahteraan perangkat daerah seperti RT/RW akan terakomodasi dengan baik. Pasangan INIMI sudah punya langkah maju ke arah itu,” ujar Rahmat.
Selain itu, Rahmat juga menyoroti pentingnya melanjutkan proyek strategis nasional seperti Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Makassar, yang dinilai dapat memberikan dampak lingkungan dan ekonomi yang positif.
Ia menegaskan, memilih pemimpin yang mampu melanjutkan program strategis ini sangat penting untuk masa depan kota.
“PSEL adalah contoh langkah besar dalam pengelolaan sampah yang ramah lingkungan. Ini adalah proyek jangka panjang yang akan mengurangi volume sampah hingga 80% dan mendukung target netral karbon Indonesia,” tambahnya.
Rahmat menutup pernyataannya dengan mengajak warga untuk memilih pemimpin berdasarkan hasil nyata, bukan sekadar janji.
“Kita tidak ingin kemajuan yang sudah diraih selama ini terhenti. Mari dukung pasangan INIMI untuk teruskan kebaikan bagi Makassar,” tutupnya.
Proyek PSEL sendiri direncanakan mampu memproses 1.300 ton sampah per hari, dan diperkirakan akan mulai beroperasi pada 2026.
Selain itu, proyek ini diharapkan mampu menciptakan banyak lapangan kerja baru di Makassar. (**)
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif dan…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Musyawarah Besar (Mubes) IKA Unhas yang digelar pada 1–3 Mei 2026 di…
SIDRAP, Trotoar.id — Gerakan Pramuka Kwartir Ranting (Kwarran) Baranti menggelar Musyawarah Ranting (Musran) Tahun 2026…
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut positif berbagai event berskala nasional maupun…
SIDRAP, Trotoar.id — Wakil Bupati Sidenreng Rappang, Nurkanaah, menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada acara wisuda…
MAKASSAR, Trotoar.id — Kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, kembali menorehkan pengakuan di level nasional.…
This website uses cookies.