Makassar, Trotoar.id – Debat Kedua Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan yang diselenggarakan KPU Sulsel di Hotel Claro Makassar, Minggu, 10 November 2024, menyisakan perhatian pada sejumlah pernyataan kandidat.
Salah satu yang menuai reaksi publik adalah pernyataan dari Calon Gubernur nomor urut 2, Andi Sudirman Sulaiman (ASS), yang dalam debat tersebut membahas infrastruktur kesehatan.
ASS, yang saat ini merupakan petahana, menyoroti pencapaian pemerintahannya dalam mendirikan Rumah Sakit Regional, terutama RS La Mappapenning di Kabupaten Bone, dan mengedepankan program pencegahan penyakit melalui Promosi Kesehatan (Promkes).
Dalam paparannya, ia menekankan bahwa Promkes ditujukan untuk meningkatkan aktivitas masyarakat dan membangun pola hidup sehat, termasuk bagi pejabat pemerintahan.
Namun, ia kemudian menggunakan istilah “represif” dalam konteks upaya kesehatan, yang memicu kebingungan.
“Promkes ini adalah untuk mendorong gaya hidup sehat, termasuk implementasi Anti Mager (malas gerak), yang bertujuan untuk preventif, agar masyarakat lebih aktif,” ujar ASS. “Sehingga ada pendekatan preventif dan represif di akhir untuk tindakan.”
Pernyataan tersebut langsung mendapat tanggapan dari Juru Bicara pasangan calon Danny-Azhar, Asri, yang juga seorang aktivis kesehatan masyarakat.
Asri menyebut istilah “represif” dalam konteks kesehatan kurang tepat, dan kemungkinan ASS mengacu pada istilah “kuratif” atau upaya pengobatan.
“Setahu saya, tidak ada dalam terminologi kesehatan tentang upaya represif. Mungkin maksud beliau adalah upaya kuratif. Istilah represif dan kuratif itu memiliki pengertian yang berbeda jauh,” ujar Asri di Makassar, Senin (11/11).
Asri kemudian menjelaskan, upaya peningkatan derajat kesehatan harus dilakukan melalui pendekatan terpadu dan berkesinambungan, yang mencakup upaya kesehatan perseorangan dan upaya kesehatan masyarakat.
“Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP) adalah pelayanan kesehatan yang berfokus pada individu, bertujuan untuk meningkatkan kesehatan, pencegahan penyakit, serta pengobatan atau pemulihan pasien,” jelasnya, menambahkan bahwa UKP bersifat kuratif atau pengobatan, serta rehabilitatif atau pemulihan individu.
Sedangkan, lanjut Asri, upaya kesehatan masyarakat (UKM) mencakup program-program yang lebih luas untuk meningkatkan, mempertahankan, dan mencegah masalah kesehatan di tingkat populasi, yang bersifat promotif dan preventif.
“Di sinilah peran pemerintah harus optimal, yaitu dalam aspek promotif dan preventif, bukan sekadar pembangunan infrastruktur rumah sakit yang bersifat kuratif,” pungkas Asri.
Pernyataan Andi Sudirman tentang “upaya kesehatan represif” telah menimbulkan diskusi di kalangan publik dan ahli kesehatan, yang menekankan pentingnya kejelasan dalam pemilihan istilah untuk memaparkan program kesehatan daerah.
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, A Rachmatika Dewi, menghadiri kegiatan ramah tamah…
MAKASSAR, TROTOAR.ID – Anggota DPRD Kota Makassar, Hj Umiyati, kembali melaksanakan reses masa persidangan ketiga…
Bulukumba, Trotoar.id – Wakil Bupati Bulukumba, Andi Edy Manaf, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif…
LUWU , TROTOAR.ID – Pemerintah Kabupaten Luwu terus mendorong inovasi di bidang lingkungan melalui program…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Anggota DPRD Makassar, Andi Odhika Cakra Satriawan kembali melaksanakan reses ketiga masa…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) menghadirkan inovasi…
This website uses cookies.