Menteri Pertanian

Andi Amran Sulaiman Sosok Menteri Yang Tegas dan Tak Toleransi Korupsi

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Sabtu, 14 Desember 2024 16:01

Andi Amran Sulaiman Sosok Menteri Yang Tegas dan Tak Toleransi Korupsi

Jakarta, Trotoar.id – Nama Andi Amran Sulaiman dikenal luas sebagai salah satu menteri paling fenomenal dalam Kabinet Merah Putih.

Ketegasannya dalam melawan praktik korupsi di Kementerian Pertanian (Kementan) menjadi sorotan, bahkan ia tak ragu mencopot pejabat yang terlibat.

Sikap ini berakar dari perjalanan hidupnya yang penuh perjuangan, bermula dari desa kecil di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, hingga menjadi tokoh nasional yang disegani.

Amran lahir dari keluarga sederhana. Ayahnya, seorang Babinsa, harus menghidupi 12 anak dengan penghasilan kecil.

Kondisi ini membuat Amran kecil bekerja keras sejak usia sembilan tahun. Dari memecah batu, menggali sumur, hingga menjual ikan, semua ia lakoni untuk membantu keluarganya.

Tekadnya membawa Amran melanjutkan pendidikan ke Universitas Hasanuddin (Unhas) di Makassar, jurusan Pertanian.

Saat itu, ia hidup pas-pasan di kos-kosan sembari bercita-cita mengubah nasibnya. “Saya berjanji dalam hati, saya harus berhasil,” kenang Amran dalam sebuah wawancara.

Ketika menjadi mahasiswa, Amran menciptakan formula pestisida Tikus Mati Diracun Amran (TIRAN) sebagai solusi serangan hama yang merugikan petani. Penelitian tiga tahun ini dilakukan di tengah keterbatasan dana.

“Kami jual racun tikus itu seharga Rp100, turun jadi Rp50, bahkan gratis, tapi tetap sulit diterima petani,” ujarnya.

Namun, kegigihannya terbayar. Dengan modal Rp500 ribu dari pinjaman bank, Amran memasarkan TIRAN ke Jakarta.

Kini, produknya digunakan oleh 2,5 juta petani di Indonesia dan diekspor ke negara-negara seperti Jepang dan Malaysia.

Sikap antikorupsi Amran terbentuk selama bekerja di sebuah BUMN. Ia memilih mengundurkan diri ketika dipaksa melakukan mark-up pengadaan pupuk senilai Rp74 miliar.

“Saya menolak. Prinsip saya, jangan makan hak orang lain,” tegasnya.

Pengalaman itu ia bawa ke Kementan. Di bawah kepemimpinannya, Amran telah menonaktifkan 11 pejabat eselon 2 dan 3 serta mem-blacklist empat perusahaan pupuk palsu.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya membersihkan sektor pertanian dari mafia yang merugikan petani.

Bagi Amran, membiarkan korupsi sama dengan “beternak kejahatan.” Ia yakin, tanpa ketegasan, Indonesia akan terus terjebak dalam siklus mundur.

“Kita harus berani bertindak, bukan demi kita, tapi untuk generasi mendatang,” ujarnya.

Amran menyadari sikapnya mungkin dianggap aneh oleh sebagian orang. Namun, ia memilih untuk tetap konsisten karena yakin akan ada pengadilan akhir yang lebih adil.

“Apa yang kami lakukan untuk republik ini, untuk rakyat, dan untuk petani Indonesia, kami lakukan sekuat tenaga meskipun risikonya berat,” pungkasnya.

Kisah hidup Andi Amran Sulaiman adalah bukti bahwa kerja keras, keteguhan prinsip, dan keberanian melawan ketidakadilan dapat membawa perubahan nyata.

Ia tidak hanya menjadi inspirasi bagi petani, tetapi juga bagi generasi muda Indonesia yang ingin berkontribusi bagi bangsa tanpa kompromi terhadap nilai-nilai moral.

(Muhammad Ramli Rahim, Kepala Sekolah Institut Bisnis dan Profesi IKA Unhas dan Ketua Bidang Pengembangan Sumber Daya dan Inovasi Alumni Pengurus Pusat IKA Unhas 2022–2026)

Penulis : Lutfi

 Komentar

Berita Terbaru
Metro05 Agustus 2026 23:59
Gubernur Sulsel Bahas Percepatan PSEL Mamminasata Bersama Menteri Lingkungan Hidup
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mempercepat langkah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) Regional Mammina...
Politik05 Agustus 2026 22:58
Ketua Gerindra Sulsel Persilakan Kader Mulai Bangun Kekuatan Politik Jelang Pilgub Sulsel
MAKASSAR, Trotoar.id — Ketua DPD Partai Gerindra Sulawesi Selatan, Andi Iwan Darmawan Aras, mempersilakan seluruh kader partainya mulai melakukan ko...
Daerah05 Agustus 2026 19:26
Bupati dan Wakil Bupati Luwu Perkuat Sinergi dengan Pusterad
JAKARTA, Trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Luwu terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat dan TNI dalam mempercepat pembangunan infrastruk...
Metro05 Agustus 2026 18:19
Aliyah Mustika Ilham Hadiri Rakornas ADINKES, Perkuat Komitmen Makassar Percepat Eliminasi AIDS, TBC, dan Malaria
MALANG, Trotoar.id — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menghadiri Forum Koordinasi Nasional Penguatan Komitmen Pemerintah Daerah dalam...