Categories: Hukum

17 Orang Ditetapkan Tersangka, Polisi: Bahan Baku UPAL dari China, dan Telah Beredar di Sejumlah Daerah

Produksi UPAL

Makassar, Trotoar.id – Polisi berhasil mengungkap sindikat percetakan uang palsu (UPAL) di Kampus 2 Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) di Samata, Kabupaten Gowa.

Dalam pengungkapan ini, aparat menyita uang palsu bernilai miliaran rupiah, mesin cetak canggih, dan bahan baku impor yang didatangkan dari China.

Produksi Canggih dengan Bahan Khusus
Menurut Kanit Tipiter Polres Gowa, Ipda Ilham, para pelaku menggunakan kertas dan tinta khusus yang diimpor dari China untuk memproduksi uang palsu.

Satu rim kertas mampu menghasilkan uang palsu senilai Rp 1,2 miliar. Polisi juga menyita 40 rim kertas yang siap digunakan untuk produksi.

“Bahan baku utama berupa kertas dan tinta ini tidak dijual di Indonesia. Kami berhasil mengamankan 40 rim kertas yang rencananya akan digunakan pelaku,” jelas Ipda Ilham dalam konferensi pers, Kamis (19/12).

Produksi uang palsu dilakukan di ruangan khusus di gedung perpustakaan UINAM Samata. Barang bukti yang diamankan termasuk uang palsu senilai Rp 446,7 juta dalam pecahan Rp 100 ribu serta peralatan cetak.

Dalang Utama Berstatus Dosen
Penyelidikan mengungkap bahwa Dr. Andi Ibrahim, Kepala Perpustakaan UINAM, diduga menjadi otak di balik sindikat ini.

Ia bersama sejumlah stafnya memproduksi dan menyebarkan uang palsu ke berbagai wilayah, termasuk Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Andi Ibrahim bahkan membayar seorang ahli berinisial AA sebesar Rp 3 juta untuk membuat benang pengaman menyerupai uang asli.

AA telah ditangkap Polres Wajo dengan barang bukti uang palsu senilai Rp 11 juta yang siap diedarkan.

Citra Kampus Islam Tercoreng
Kasus ini memicu desakan dari berbagai organisasi mahasiswa agar Rektor UINAM, Prof. Hamdan Juhannis, mengundurkan diri.

Mahasiswa menilai bahwa tindakan Kepala Perpustakaan yang diangkat oleh Rektor telah mencoreng nama baik UINAM sebagai kampus Islam ternama di Sulawesi Selatan.

Prof. Hamdan Juhannis belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan mahasiswa, tetapi pihak kampus menyatakan akan bekerja sama penuh dengan aparat untuk mendukung proses hukum.

Peringatan untuk Dunia Akademik
Kasus ini menjadi peringatan serius tentang pentingnya pengawasan di lingkungan akademik.

Dengan modus operandi yang terorganisir dan penggunaan bahan baku khusus, sindikat ini mampu memproduksi uang palsu yang sulit terdeteksi.

Upaya pengungkapan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang dan mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan.

MUHAMMAD LUTFI

Share
Published by
MUHAMMAD LUTFI

BERITA TERKAIT

DWP Sulsel Salurkan Hewan Kurban, Sasar Kelompok Rentan di Makassar

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sulawesi Selatan kembali menunjukkan kepedulian sosial dengan…

16 jam ago

Pemprov Sulsel Raih Terbaik I Creative Financing Regional Sulawesi, Terima Insentif Rp3 Miliar

KENDARI, TROTOAR.ID — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan meraih penghargaan Terbaik I sebagai Provinsi Creative Financing…

16 jam ago

Progres Infrastruktur Melesat, Gubernur Sulsel: Jalan Panciro–Batas Makassar Capai 83,35 Persen

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, mengungkapkan progres pembangunan infrastruktur jalan dalam…

16 jam ago

Business Champion Australia Perkuat Kemitraan Ekonomi dalam Kunjungan ke Jakarta

JAKARTA, TROTOAR.ID — Business Champion Australia untuk Indonesia, Profesor Jennifer Westacott AC, menyelesaikan kunjungan kedelapannya…

16 jam ago

Kemnaker Fasilitasi Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Alumni MagangHub

JAKARTA, TROTOAR.ID — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memfasilitasi sertifikasi kompetensi secara gratis bagi alumni Program Magang…

16 jam ago

Jamaah Haji Kloter 1 Embarkasi Ujung Pandang Dijadwalkan Tiba di Makassar 1 Juni

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Jamaah haji kelompok terbang (kloter) 1 Embarkasi Ujung Pandang dijadwalkan akan kembali…

16 jam ago

This website uses cookies.