Produksi UPAL

17 Orang Ditetapkan Tersangka, Polisi: Bahan Baku UPAL dari China, dan Telah Beredar di Sejumlah Daerah

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Kamis, 19 Desember 2024 16:06

17 Orang Ditetapkan Tersangka, Polisi: Bahan Baku UPAL dari China, dan Telah Beredar di Sejumlah Daerah

Makassar, Trotoar.id – Polisi berhasil mengungkap sindikat percetakan uang palsu (UPAL) di Kampus 2 Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) di Samata, Kabupaten Gowa.

Dalam pengungkapan ini, aparat menyita uang palsu bernilai miliaran rupiah, mesin cetak canggih, dan bahan baku impor yang didatangkan dari China.

Produksi Canggih dengan Bahan Khusus
Menurut Kanit Tipiter Polres Gowa, Ipda Ilham, para pelaku menggunakan kertas dan tinta khusus yang diimpor dari China untuk memproduksi uang palsu.

Satu rim kertas mampu menghasilkan uang palsu senilai Rp 1,2 miliar. Polisi juga menyita 40 rim kertas yang siap digunakan untuk produksi.

“Bahan baku utama berupa kertas dan tinta ini tidak dijual di Indonesia. Kami berhasil mengamankan 40 rim kertas yang rencananya akan digunakan pelaku,” jelas Ipda Ilham dalam konferensi pers, Kamis (19/12).

Produksi uang palsu dilakukan di ruangan khusus di gedung perpustakaan UINAM Samata. Barang bukti yang diamankan termasuk uang palsu senilai Rp 446,7 juta dalam pecahan Rp 100 ribu serta peralatan cetak.

Dalang Utama Berstatus Dosen
Penyelidikan mengungkap bahwa Dr. Andi Ibrahim, Kepala Perpustakaan UINAM, diduga menjadi otak di balik sindikat ini.

Ia bersama sejumlah stafnya memproduksi dan menyebarkan uang palsu ke berbagai wilayah, termasuk Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Andi Ibrahim bahkan membayar seorang ahli berinisial AA sebesar Rp 3 juta untuk membuat benang pengaman menyerupai uang asli.

AA telah ditangkap Polres Wajo dengan barang bukti uang palsu senilai Rp 11 juta yang siap diedarkan.

Citra Kampus Islam Tercoreng
Kasus ini memicu desakan dari berbagai organisasi mahasiswa agar Rektor UINAM, Prof. Hamdan Juhannis, mengundurkan diri.

Mahasiswa menilai bahwa tindakan Kepala Perpustakaan yang diangkat oleh Rektor telah mencoreng nama baik UINAM sebagai kampus Islam ternama di Sulawesi Selatan.

Prof. Hamdan Juhannis belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan mahasiswa, tetapi pihak kampus menyatakan akan bekerja sama penuh dengan aparat untuk mendukung proses hukum.

Peringatan untuk Dunia Akademik
Kasus ini menjadi peringatan serius tentang pentingnya pengawasan di lingkungan akademik.

Dengan modus operandi yang terorganisir dan penggunaan bahan baku khusus, sindikat ini mampu memproduksi uang palsu yang sulit terdeteksi.

Upaya pengungkapan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang dan mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan.

Penulis : Awal

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah15 April 2026 18:58
DWP Sidrap Ikuti Halalbihalal dan Peringatan Hari Kartini DWP Pusat Secara Daring
SIDRAP, Rrotoar.id — Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Sidenreng Rappang bersama DWP tingkat kecamatan se-Sidrap mengikuti kegiatan H...
Daerah15 April 2026 18:21
Bupati Andi Rahim Dilantik sebagai Wakil Ketua Bidang Diplomasi Maritim ASPEKSINDO 2025–2030
JAKARTA, Trotoar id — Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, resmi mengemban amanah baru di tingkat nasional setelah dilantik sebagai Wakil Ketua B...
Metro15 April 2026 17:29
Wawali Makassar Terima Audiensi MPM UNM, Bahas Pekan Parlemen 2026
MAKASSAR, Trotoar.id — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menerima audiensi Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Universitas Negeri Makass...
Metro15 April 2026 17:05
Wali Kota Makassar Tolak Pengadaan Randis Baru
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengambil langkah tegas dalam pengelolaan anggaran daerah dengan menolak pengadaan ken...