Makassar, Trotoar.id – Polisi berhasil mengungkap sindikat percetakan uang palsu (UPAL) di Kampus 2 Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) di Samata, Kabupaten Gowa.
Dalam pengungkapan ini, aparat menyita uang palsu bernilai miliaran rupiah, mesin cetak canggih, dan bahan baku impor yang didatangkan dari China.
Produksi Canggih dengan Bahan Khusus
Menurut Kanit Tipiter Polres Gowa, Ipda Ilham, para pelaku menggunakan kertas dan tinta khusus yang diimpor dari China untuk memproduksi uang palsu.
Baca Juga :
Satu rim kertas mampu menghasilkan uang palsu senilai Rp 1,2 miliar. Polisi juga menyita 40 rim kertas yang siap digunakan untuk produksi.
“Bahan baku utama berupa kertas dan tinta ini tidak dijual di Indonesia. Kami berhasil mengamankan 40 rim kertas yang rencananya akan digunakan pelaku,” jelas Ipda Ilham dalam konferensi pers, Kamis (19/12).
Produksi uang palsu dilakukan di ruangan khusus di gedung perpustakaan UINAM Samata. Barang bukti yang diamankan termasuk uang palsu senilai Rp 446,7 juta dalam pecahan Rp 100 ribu serta peralatan cetak.
Dalang Utama Berstatus Dosen
Penyelidikan mengungkap bahwa Dr. Andi Ibrahim, Kepala Perpustakaan UINAM, diduga menjadi otak di balik sindikat ini.
Ia bersama sejumlah stafnya memproduksi dan menyebarkan uang palsu ke berbagai wilayah, termasuk Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.
Andi Ibrahim bahkan membayar seorang ahli berinisial AA sebesar Rp 3 juta untuk membuat benang pengaman menyerupai uang asli.
AA telah ditangkap Polres Wajo dengan barang bukti uang palsu senilai Rp 11 juta yang siap diedarkan.
Citra Kampus Islam Tercoreng
Kasus ini memicu desakan dari berbagai organisasi mahasiswa agar Rektor UINAM, Prof. Hamdan Juhannis, mengundurkan diri.
Mahasiswa menilai bahwa tindakan Kepala Perpustakaan yang diangkat oleh Rektor telah mencoreng nama baik UINAM sebagai kampus Islam ternama di Sulawesi Selatan.
Prof. Hamdan Juhannis belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan mahasiswa, tetapi pihak kampus menyatakan akan bekerja sama penuh dengan aparat untuk mendukung proses hukum.
Peringatan untuk Dunia Akademik
Kasus ini menjadi peringatan serius tentang pentingnya pengawasan di lingkungan akademik.
Dengan modus operandi yang terorganisir dan penggunaan bahan baku khusus, sindikat ini mampu memproduksi uang palsu yang sulit terdeteksi.
Upaya pengungkapan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang dan mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan.



Komentar