Makassar, Trotoar.id — Menjelang Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang akan digelar pada 19–20 Juli 2025 di Kota Solo, muncul isu politik panas di Sulawesi Selatan.
Putra sulung Ketua DPW Partai NasDem Sulsel, Rusdi Masse (RMS), yakni Muammar F Gandi, dikabarkan akan bergabung dengan PSI dan bahkan disebut-sebut bakal menggantikan posisi Ketua DPW PSI Sulsel.
Isu ini mencuat di tengah Pemilu Raya internal PSI, di mana para kader sedang bersaing menentukan ketua umum PSI berikutnya melalui sistem e-voting yang berlangsung sejak 12 hingga 18 Juli 2025.
Namun, kabar bergabungnya Muammar ke PSI dibantah oleh Sekretaris DPW PSI Sulsel, Maqbul Halim.
“Saya belum dapat info tentang ini, Pak Andi,” ujar Maqbul saat dikonfirmasi media, Sabtu (12/7/2025).
Rumor bahwa Muammar F Gandi akan menggantikan Surya Dharma sebagai Ketua DPW PSI Sulsel dinilai sejumlah pihak sebagai pengalihan isu politik, terutama setelah beredar kabar bahwa RMS dan istrinya bakal bergabung ke PSI.
Sebelumnya, RMS yang merupakan salah satu figur politik berpengaruh di Sulsel dikabarkan akan hengkang dari NasDem dan merapat ke PSI.
Namun hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi mengenai langkah politik RMS dan keluarganya.
Pengamat politik lokal menilai, manuver ini bisa saja bagian dari strategi membangun persepsi publik menjelang Kongres PSI yang krusial, sekaligus mengalihkan perhatian dari batalnya perpindahan RMS ke PSI.
Kongres PSI yang akan berlangsung di Kota Solo menjadi momen penting dalam sejarah partai anak muda ini.
Ada tiga kandidat kuat yang bertarung memperebutkan kursi Ketua Umum PSI, yakni:
Kaesang Pangarep (putra Presiden Joko Widodo), Ronald Aristone Sinaga (BroRon), Agus Mulyono Herlambang
Pemilihan dilakukan secara digital melalui e-voting yang melibatkan kader PSI dari seluruh Indonesia.
Para pemilih memberikan suaranya secara online menggunakan gadget atau perangkat digital mereka, menunjukkan semangat partai dalam mendorong transformasi digital dalam politik.
Hingga kini, belum ada kejelasan soal benar tidaknya keterlibatan putra sulung RMS dalam struktur PSI.
Namun, dinamika yang berkembang di tengah Pemilu Raya dan menjelang Kongres PSI menandakan bahwa peta politik Sulsel dan PSI nasional sedang bergerak dinamis.
Apakah PSI benar akan menunjuk figur baru sebagai Ketua DPW Sulsel? Apakah manuver ini terkait dengan peta koalisi di Pilkada mendatang? Publik masih menunggu konfirmasi resmi dari elite PSI dan NasDem.
Yang pasti, semua mata kini tertuju pada Kongres PSI 2025, serta manuver politik yang akan menentukan masa depan partai ini di tingkat nasional maupun daerah.




Komentar