Pemkot Makassar

Program Percontohan Stop Stunting di Banta-bantaeng Sukses, 27 Anak Berhasil Naik Berat Badan

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Jumat, 05 September 2025 13:36

Program Percontohan Stop Stunting di Banta-bantaeng Sukses, 27 Anak Berhasil Naik Berat Badan
Program Percontohan Stop Stunting di Banta-bantaeng Sukses, 27 Anak Berhasil Naik Berat Badan

Makassa, Trotoar.id – Upaya serius Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Pemerintah Kota Makassar dalam menekan angka stunting membuahkan hasil menggembirakan.

Melalui program Aksi Stop Stunting (ASS), Kelurahan Banta-bantaeng, Kecamatan Rappocini, yang menjadi lokus percontohan, berhasil mencatat capaian membanggakan: 27 anak mengalami kenaikan berat badan hanya dalam 40 hari pelaksanaan program.

Koordinator Tenaga Pendamping Gizi Daerah (TPGD) Dinas Kesehatan Sulsel, Carmelia Rahman, mengatakan pencapaian tersebut menjadi bukti nyata efektivitas program ASS.

Meski ada beberapa anak yang masih mengalami penurunan berat badan, jumlahnya relatif kecil.

“Kami optimis hasilnya akan terus membaik. Tim turun ke lapangan tiga hari dalam sepekan, menyasar warga yang anaknya memiliki berat badan di bawah standar, bersama TP PKK Kelurahan dan kader gizi,” jelas Carmelia, Jumat (5/9/2025).

Lurah Banta-bantaeng, Adi Mulyadi Jacub, S.Sos, mengaku bangga wilayahnya terpilih sebagai lokus penanganan stunting.

“Alhamdulillah, kami senang Banta-bantaeng dipercaya menjadi percontohan. Dari 30 anak sasaran, kini 27 di antaranya sudah mengalami peningkatan berat badan,” ujarnya.

Keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor yang menyertakan pemerintah, kader gizi, serta dukungan penuh TP PKK Kota Makassar.

Program ASS bukan hanya sekadar pemantauan kesehatan anak, tetapi juga memberikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bergizi berupa telur, nugget ayam sayur, hingga nasi tim dengan menu bervariasi setiap hari. Seluruh menu diperiksa kadar gizinya oleh kader gizi kelurahan.

Sebagai bentuk apresiasi, pemerintah juga menyalurkan insentif bagi ibu yang berhasil menjalankan program dengan baik.

Pada tahap awal, diberikan subsidi Rp300 ribu per anak, dan jika kondisi anak terus membaik, insentif ditingkatkan hingga Rp700 ribu.

“Insentif ini sebagai motivasi agar orang tua semakin memperhatikan asupan gizi anak. Pencegahan stunting memang menjadi prioritas utama Pemprov Sulsel dan Pemkot Makassar,” tambah Adi Jacub.

Aksi Stop Stunting ini mendapat dukungan penuh dari TP PKK Kota Makassar, terutama melalui keberadaan rumah gizi di setiap kelurahan yang dikelola kader PKK Pokja 4 bidang kesehatan.

Rumah gizi diharapkan menjadi pusat edukasi sekaligus penguatan intervensi gizi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Dengan capaian positif ini, Banta-bantaeng diharapkan dapat menjadi role model bagi kelurahan lain dalam menekan angka stunting di Makassar, sekaligus mendukung target nasional untuk menurunkan prevalensi stunting pada 2025.

Penulis : awal/ADV

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah05 Juni 2026 21:03
Pemkab Luwu dan PT Masmindo Perkuat Fordes MATAPPA, Luncurkan Program Jaga Desa
LUWU, TROTOAR.ID — Pemerintah Kabupaten Luwu bersama PT Masmindo Dwi Area memperkuat Forum Desa (Fordes) MATAPPA sekaligus meluncurkan Program Jaga ...
Metro05 Juni 2026 21:00
Wawali Makassar Buka Simposium Nasional IKARGI XIII dan Konferensi Internasional 2026
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, resmi membuka The 13th National Symposium of the Indonesian Association of De...
Metro05 Juni 2026 20:56
Di Forum RUU Pangan, Wali Kota Makassar Tawarkan Solusi Smart Greenhouse
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menawarkan solusi pertanian modern berbasis smart greenhouse dalam forum kunjungan ker...
Nasional05 Juni 2026 20:37
Kemnaker Gandeng Boga Group Perluas Akses Kerja bagi Lansia
JAKARTA,TROTOAR.ID — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bekerja sama dengan Boga Group membuka peluang kerja bagi masyarakat lanjut usia melalui...