Menteri Pertanian

Presiden Prabowo Batasi Impor Singkong dan Etanol, Petani Sambut Gembira

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Selasa, 23 September 2025 15:44

Menteri pertanian Andi Amran Sulaeman
Menteri pertanian Andi Amran Sulaeman

Jakarta, Trotoar.id — Keberpihakan Presiden Prabowo Subianto terhadap petani kembali dibuktikan dengan lahirnya kebijakan pembatasan impor ubi kayu (singkong), tepung tapioka, dan etanol.

Kebijakan ini ditegaskan melalui dua Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) yang resmi diterbitkan pada 19 September 2025.

Langkah ini merupakan jawaban atas krisis harga singkong yang sejak awal tahun menekan petani, terutama di Lampung sebagai sentra produksi nasional.

Harga singkong sempat anjlok hingga Rp600–700 per kilogram, jauh di bawah biaya produksi Rp740 per kilogram. Ribuan petani pun menggelar aksi protes pada Januari 2025 menuntut pemerintah turun tangan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bergerak cepat. Sejak Januari ia berulang kali menegaskan akan menindak importir yang mengabaikan hasil panen lokal.

Setelah melalui kajian KPPU, koordinasi lintas kementerian, hingga pertemuan dengan pemerintah daerah Lampung dan DPRD, perjuangan itu berujung pada lahirnya kebijakan pembatasan impor.

“Atas arahan Bapak Presiden, kalau produksi dalam negeri cukup, impor ditiadakan,” tegas Mentan Amran saat mengumumkan larangan terbatas (lartas) impor tapioka.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan, dua aturan yang diterbitkan adalah:

  1. Permendag 31/2025: Mengatur impor ubi kayu dan produk turunannya hanya melalui Persetujuan Impor (PI) dengan rekomendasi teknis, disesuaikan kebutuhan nasional.
  2. Permendag 32/2025: Memperketat impor etanol demi menjaga harga molases, melindungi petani tebu, serta mendukung program swasembada gula dan energi hijau.

Kebijakan ini berlaku 14 hari setelah diundangkan.

Ketua Perkumpulan Petani Ubi Kayu Indonesia (PPUKI), Dasrul Aswin, menyambut baik langkah pemerintah.

“Jika impor dihentikan, hasil panen kami terserap industri, harga stabil, dan petani sejahtera. Terima kasih kepada Presiden Prabowo dan Mentan Amran,” ujarnya.

Kebijakan ini tidak hanya memastikan kesejahteraan jutaan petani singkong dan tebu, tetapi juga memperkuat kemandirian pangan serta energi nasional.

Penulis : Upiq

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah07 Agustus 2026 14:54
Dari Buku ke Masa Depan, Andi Ina Pastikan Bantuan Kemendikdasmen Perkuat Budaya Literasi Anak Barru
MAKASSAR, Trotoar.id – Komitmen Pemerintah Kabupaten Barru membangun generasi yang gemar membaca kembali mendapat dukungan dari Pemerintah Pusat. Us...
Parlemen07 Agustus 2026 13:51
Umiyati Apresiasi Langkah KONI Makassar Lindungi Atlet PORPROV Lewat BPJS Ketenagakerjaan
MAKASSAR, Trotoar.id – Di balik ambisi meraih gelar juara pada Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Sulawesi Selatan 2026, Komite Olahraga Nasional Ind...
Metro07 Agustus 2026 12:48
Surplus Rp130 Miliar Jadi Sinyal Positif, Bapenda Makassar Genjot Pendapatan dan Bersih-bersih Pajak
MAKASSAR, Trotoar.id — Di tengah tantangan fiskal yang dihadapi banyak pemerintah daerah, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar justru men...
Politik06 Agustus 2026 15:53
Golkar Sulsel Bersiap dengan Wajah Baru, IAS Targetkan Struktur Rampung Pekan Depan
Makassar, Tritoar.id – Langkah konsolidasi Partai Golkar Sulawesi Selatan memasuki fase akhir.  Setelah melalui serangkaian pembahasan intensif, ti...