Menuju Kota Bebas Kabel, Pemkot Makassar Matangkan Perencanaan Ducting SJUT

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Kamis, 25 September 2025 17:08

Menuju Kota Bebas Kabel, Pemkot Makassar Matangkan Perencanaan Ducting SJUT
Menuju Kota Bebas Kabel, Pemkot Makassar Matangkan Perencanaan Ducting SJUT

Makassar, Trotoar.id – Pemerintah Kota Makassar terus menegaskan komitmennya menghadirkan wajah kota yang lebih rapi, modern, dan aman.

Salah satu langkah strategis yang kini disiapkan adalah pembangunan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) dengan sistem ducting atau jalur bawah tanah untuk kabel listrik, telekomunikasi, dan pipa utilitas.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memimpin langsung rapat koordinasi bersama PT Tiga Permata Bersinar, Kamis (25/9/2025), di Balai Kota.

Pertemuan ini dihadiri Sekda Makassar Andi Zulkifly Nanda, Komisaris PT Tiga Permata Bersinar Ricky Fandi, serta para pimpinan OPD terkait, camat, dan Dirut PDAM Makassar.

Munafri menekankan pentingnya perencanaan yang matang agar pembangunan ducting bisa menyeluruh dan tidak menimbulkan monopoli.

“Perencanaan kerja sama harus jelas. Kalau ada ruas jalan yang belum terakomodasi, kita akan menggandeng provider maupun investor lain untuk menutupinya,” ujarnya.

Sekda Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, menambahkan bahwa proyek ini tidak bisa hanya mengandalkan APBD, melainkan harus berbasis investasi.

Ia merinci, regulasi terbaru yakni Permendagri Nomor 7 Tahun 2024 mengatur bahwa skema pendanaan tidak lagi melalui sewa, melainkan retribusi daerah.

“Ini perubahan besar, termasuk soal kewenangan pengelolaan. Dinas PU kini menjadi penanggung jawab karena berkaitan dengan aset jalan,” jelasnya.

Dari sisi teknis, PT Tiga Permata Bersinar memaparkan rencana pembangunan tahap awal yang akan dimulai pada awal 2026.

Proyek ini mencakup enam ruas jalan utama, antara lain Jalan Boulevard, Pengayoman, Haji Bau, dan Sultan Hasanuddin, dengan panjang sekitar 15 kilometer. Estimasi investasi mencapai Rp33,4 miliar atau sekitar Rp2,1 miliar per kilometer.

“Setiap jalur akan dilengkapi tiga pipa berbeda untuk backbone, distribusi, dan akses pelanggan. Dengan desain ini, Makassar bisa menampung kebutuhan jaringan hingga lima tahun ke depan,” terang Ricky Fandi.

Ia menegaskan, ducting sharing akan menjadi fondasi Makassar menuju smart city. “Skema ini seperti jalan tol digital.

Semua kabel yang tadinya semrawut di udara akan masuk ke bawah tanah, sehingga kota lebih rapi sekaligus siap menghadapi kebutuhan jaringan masa depan,” katanya.

Pemkot Makassar berharap, dengan keterlibatan banyak provider, proyek ducting tidak hanya memperindah tata ruang kota, tetapi juga menambah pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor telekomunikasi.

Penulis : Upiq/ADV

 Komentar

Berita Terbaru
Metro30 Agustus 2026 22:56
Maulid KKDB, Appi Tekankan Pendidikan Adab Harus Dimulai dari Keluarga
MAKASSAR, Trotoar.id— Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menekankan pentingnya memperkuat pendidikan adab dan karakter anak sejak dari lingkungan ...
Metro30 Agustus 2026 22:52
Resmikan Masjid Maradekaya, Appi Minta Masjid Tak Sekadar Megah tapi Harus Ramai dan Jadi Pusat Pembinaan Warga
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meminta Masjid Maradekaya tidak berhenti sebagai bangunan ibadah yang megah, tetapi bena...
Politik30 Agustus 2026 14:03
Nama Diusulkan Jadi Bendahara Golkar Sulsel, Amirullah Serahkan Keputusan ke DPP
MAKASSAR, Trotoar.id — Amirullah Nur Saenong menyerahkan sepenuhnya kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar terkait kemungkinan dirinya dipe...
Politik30 Agustus 2026 13:36
NasDem Sulsel Bidik 24 Kursi di Pemilu Mendatang, Kader Nyaleg Lewat Partai Lain Diancam Dipecat
MAKASSAR, Trotoar.id — Partai NasDem Sulawesi Selatan memasang target lebih tinggi untuk pemilu mendatang. Setelah meraih 17 kursi DPRD hasil Pemilu...