MBG

Toto Izul Fatah: Darurat MBG Yes, Stop Program MBG No

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Kamis, 25 September 2025 16:48

Putih Sari: Standar Dapur SPPG Harus Diperketat, Bukan Programnya Dihapus
Putih Sari: Standar Dapur SPPG Harus Diperketat, Bukan Programnya Dihapus

JAKARTA, Trotoar.id – Kasus keracunan massal yang menimpa lebih dari 5.000 siswa dalam program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) harus diperlakukan sebagai kondisi darurat. Evaluasi total dan reformasi besar-besaran terhadap para penyelenggara dinilai mendesak dilakukan.

Hal itu ditegaskan Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto Izul Fatah, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (25/9/2025).

“Kasus keracunan massal ini jangan dianggap sepele. Harus ada respon cepat, tegas, dan keras terhadap para penyelenggara MBG. Darurat MBG, yes. Stop program MBG, no,” kata Toto.

Menurutnya, kejadian tersebut sudah menimbulkan keresahan di kalangan orang tua murid. Banyak yang mulai meragukan keamanan makanan gratis di sekolah.

Namun, program itu tetap harus berjalan karena merupakan salah satu misi utama Presiden Prabowo Subianto untuk mengatasi kesenjangan gizi anak-anak Indonesia.

Toto menilai MBG adalah “separuh nyawa politik” Prabowo. Jika gagal, dampaknya akan besar secara politik, namun bila berhasil akan menjadi legacy yang dikenang sepanjang sejarah bangsa.

“Tak ada alasan menghentikan MBG. Presiden ingin seluruh anak Indonesia mendapat gizi baik untuk masa depan bangsa yang sehat dan cerdas,” tegas Toto.

Dalam pengamatannya di lapangan, Toto menemukan mayoritas dapur penyedia MBG belum memenuhi standar keamanan.

Ia merujuk data dari Kepala Staf Presiden (KSP) Muhamad Qodari yang menyebut ada 8.549 dapur tanpa Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS). Dari jumlah itu, hanya 34 dapur yang sudah memiliki SLHS hingga 22 September 2025.

Selain itu, dari 1.379 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hanya 423 yang punya SOP keamanan pangan, dan lebih sedikit lagi yang benar-benar menerapkannya, yaitu 312 unit.

“Ini jelas kelalaian penyelenggara. Meski ada kendala SDM dalam pengawasan, itu tidak bisa dijadikan pembenaran atas kasus keracunan massal,” kata Toto.

Toto juga mengingatkan potensi adanya pihak-pihak yang dengan sengaja merusak program MBG.

“Tinggal dilihat saja, siapa di lapangan yang memberi keleluasaan kepada vendor membangun dapur asal-asalan. Mungkin itulah orang-orang yang disebut bertangan jahil. Tujuannya jelas, merusak citra Presiden lewat program ini,” ungkapnya.

Toto mendesak agar siapa pun penyelenggara yang terbukti lalai atau tidak kompeten segera diganti demi menyelamatkan program mulia ini.

Penulis : Upiq

 Komentar

Berita Terbaru
Metro11 April 2026 15:29
Bawaslu Sulsel dan BPK RI Gelar Exit Meeting Evaluasi Anggaran 2025
MAKASSAR, Trotoar.id – Komitmen terhadap tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel kembali ditegaskan dalam agenda Exit Meeting antara Bada...
Metro11 April 2026 15:28
Resmikan Lapangan Gaspa, Gubernur Sulsel Dorong Semangat Olahraga Warga Palopo
PALOPO, Trotoar.id — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, meresmikan Lapangan Gaspa Palopo yang telah selesai direvitalisasi dan kini ...
Metro11 April 2026 15:25
DPRD Hadiri Rakor Pengelolaan Sampah, Pemkot Makassar Perkuat Kolaborasi
MAKASSAR, Ttoroar.id— Wakil Ketua II DPRD Kota Makassar, Anwar Faruq, bersama sejumlah anggota dewan dan Sekretaris DPRD menghadiri rapat koordinasi...
Daerah11 April 2026 15:22
Bupati Sidrap ‘Sentil’ Pusat di Depan Baleg DPR: Jangan Banyak Istilah Kemiskinan!
MAKASSAR, Trotoar.id— Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, melontarkan kritik sekaligus masukan tajam terkait belum sinkronnya data...