MAKASSAR, Trotoar.id — Musyawarah Daerah (Musda) XVI Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Selatan resmi menetapkan Fadel Muhammad Taufan Ashar sebagai Ketua KNPI Sulsel periode 2025–2028.
Penetapan dilakukan setelah forum memutuskan hanya ada satu kandidat yang memenuhi syarat sehingga pemilihan berlangsung secara aklamasi.
Keputusan itu diambil dalam sidang pleno setelah mendapat persetujuan dari 24 DPD KNPI kabupaten/kota dan 88 Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang terdaftar sebagai peserta Musda XVI.
Baca Juga :
Seluruh peserta menyampaikan persetujuan terbuka untuk menetapkan Fadel sebagai ketua terpilih tanpa proses pemungutan suara.
Musda XVI KNPI Sulsel yang digelar di Gedung Manunggal turut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal DPP KNPI, Almanzo Bonara.
Kehadiran Sekjen mempertegas bahwa pelaksanaan Musda tersebut berada di bawah legitimasi penuh DPP KNPI sesuai instruksi Ketua Umum Muhammad Ryano Satrya Panjaitan.
Dalam forum itu, Almanzo menegaskan bahwa Musda yang berlangsung di Gedung Manunggal merupakan Musda sah dan konstitusional berdasarkan AD/ART organisasi.
Ia juga meminta seluruh peserta untuk menjaga marwah organisasi dan menghindari potensi dualisme kepemimpinan yang dapat melemahkan peran pemuda di Sulawesi Selatan.
Sebelum penetapan ketua dilakukan, pimpinan sidang memberikan kesempatan kepada peserta Musda untuk menyampaikan pandangan umum.
Seluruh DPD dan OKP secara bulat menyatakan dukungan kepada Fadel sebagai figur yang dinilai mampu menyatukan pemuda dan memperkuat konsolidasi KNPI Sulsel ke depan.
Setelah seluruh peserta menyampaikan persetujuan, pimpinan sidang lalu mengetuk palu sebagai tanda disahkannya Fadel Muhammad Taufan Ashar sebagai Ketua KNPI Sulawesi Selatan periode 2025–2028.
Penetapan aklamasi ini sekaligus memastikan Musda berjalan tertib dan sesuai mekanisme organisasi.
Dalam sambutan usai penetapan, Fadel menyampaikan terima kasih atas amanah yang diberikan.
Ia menegaskan bahwa kepemimpinannya kelak akan berfokus pada penguatan struktur organisasi, membangun sinergi lintas OKP, serta memperluas ruang partisipasi pemuda dalam berbagai program strategis di Sulawesi Selatan.
“Kami akan membawa KNPI sebagai ruang kolaborasi, ruang kreasi, dan ruang kebersamaan bagi seluruh pemuda. Amanah ini adalah tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan integritas,” ujar Fadel dalam pidatonya di hadapan peserta Musda.
Para peserta Musda juga berharap kepemimpinan baru mampu mengembalikan peran KNPI sebagai wadah pemuda yang kredibel, independen, dan berorientasi pada pembangunan daerah.
Mereka menilai konsolidasi yang kuat diperlukan untuk menjawab berbagai tantangan kepemudaan di Sulawesi Selatan.
Dengan ditetapkannya ketua baru, Musda XVI KNPI Sulsel menutup seluruh rangkaian sidang dengan komitmen bersama mendukung kepengurusan hasil Musda.
Forum berharap masa kepemimpinan Fadel Muhammad Taufan Ashar mampu membawa organisasi lebih solid dan berdampak nyata bagi generasi muda Sulawesi Selatan.











Komentar