MAKASSAR, Trotoar.id — Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Selatan ke-XVI resmi berakhir dan menetapkan ketua terpilih.
Namun, proses musda kali ini justru menyisakan tanda tanya besar setelah melahirkan dua figur ketua yang masing-masing berasal dari kader Partai Gerindra, yakni Fadel Tauphan Ansar dan Vonny Ameliani Suardi.
Kedua nama tersebut muncul dari dua forum musda berbeda yang digelar di lokasi terpisah.
Musda yang berlangsung di Gedung Manunggal menetapkan Fadel Tauphan Anzar sebagai ketua KNPI Sulsel periode 2025–2028. Sementara itu, forum musda lain yang digelar di Hotel Horison memilih Vonny Ameliani Suardi sebagai ketua.
Perbedaan paling mencolok antara kedua forum ini adalah tingkat kehadiran pengurus DPP KNPI.
Musda yang berlangsung di Manunggal dihadiri langsung Sekretaris Jenderal DPP KNPI, Almanzo Bonara, Sejumlah wakil ketua umum DPP KNPI. Kehadiran unsur pimpinan pusat ini dinilai memperkuat legitimasi forum Musda tersebut.
Sebaliknya, musda yang digelar di Hotel Horison hanya dihadiri oleh satu orang Wakil Ketua Umum DPP KNPI, Rasikin.
Minimnya representasi dari DPP inilah yang kemudian memunculkan pertanyaan publik mengenai forum mana yang sebenarnya memiliki legitimasi lebih kuat dari DPP.
Sejumlah peserta dan pengurus OKP menilai bahwa secara struktural, kehadiran Sekjen DPP di Manunggal menjadi indikator bahwa forum tersebut adalah musda resmi yang direstui pusat.
Apalagi, Sekjen Almanzo Bonara juga menyampaikan Kehadiranya merupakan mandat langsung ari ketua umum KNPI Muhammad Ryano Panjaitan untuk mengawal jalannya Musda serta mengikuti proses hingga penetapan ketua terpilih.
Sementara itu, kubu musda di Horison menyebut forum mereka tetap sah karena dihadiri unsur pimpinan pusat, meski jumlahnya terbatas.
Namun hingga kini belum ada pernyataan resmi dari DPP KNPI terkait forum mana yang akan diakui sebagai hasil musda yang sah.
Situasi ini membuat publik, khususnya para pemuda dan OKP di Sulawesi Selatan, terus menunggu sikap final dari DPP KNPI.
Mereka berharap polemik dua ketua terpilih ini segera mendapat kejelasan agar roda organisasi KNPI Sulsel dapat berjalan normal dan tidak semakin terpecah.











Komentar