MAKASSAR, Trotoar.id — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan menerima kunjungan Pengurus Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Sulawesi Selatan dalam rangka memperkuat komunikasi serta membahas evaluasi penyelenggaraan pemilu sebelumnya, sekaligus menatap tantangan pemilu ke depan.
Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan dan menjadi ruang diskusi terbuka antara penyelenggara pemilu dan organisasi kepemudaan yang memiliki basis pelajar dan pemilih muda.
Rombongan IPNU Sulsel dipimpin langsung oleh Ketua IPNU Sulsel, Aslam, didampingi Sekretaris serta jajaran pengurus wilayah. Mereka diterima langsung oleh Ketua Bawaslu Sulsel, Mardiana Rusli, bersama anggota Bawaslu Sulsel dan Kepala Sekretariat Bawaslu Sulsel, Awaluddin Mustafa.
Baca Juga :
Dalam diskusi tersebut, kedua pihak menyoroti dinamika kepemiluan yang telah berlangsung, mulai dari tingkat partisipasi pemilih, tantangan pengawasan, hingga peran generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi di Sulawesi Selatan.
IPNU Sulsel menyampaikan pandangannya terkait pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan pemilu sebelumnya sebagai bahan pembelajaran bersama dalam menghadapi pemilu mendatang yang dinilai akan semakin kompleks.
Selain itu, diskusi juga mengerucut pada tantangan besar yang dihadapi pemilih muda, seperti politik uang, disinformasi, hoaks di media sosial, serta rendahnya literasi kepemiluan di kalangan pelajar dan pemilih pemula.
Ketua Bawaslu Sulsel, Mardiana Rusli, menegaskan bahwa keterlibatan organisasi kepemudaan, termasuk IPNU, memiliki posisi strategis dalam memperkuat demokrasi yang berintegritas.
“Generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga kualitas pemilu. Bawaslu sangat terbuka terhadap masukan, kritik, dan kolaborasi dengan IPNU untuk memperkuat pengawasan partisipatif,” ujar Mardiana.
Ia menambahkan, pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi membutuhkan partisipasi aktif masyarakat, khususnya kelompok muda yang memiliki energi, idealisme, dan daya jangkau luas di lingkungan sosialnya.
Mardiana juga mendorong IPNU Sulsel untuk terus mengambil peran dalam pendidikan politik dan demokrasi, terutama di kalangan pelajar dan pemilih pemula, agar lahir pemilih yang cerdas, kritis, dan berintegritas.
Sementara itu, Ketua IPNU Sulsel, Aslam, menyatakan kesiapan organisasinya untuk bersinergi dengan Bawaslu Sulsel dalam mendukung penguatan demokrasi dan pengawasan pemilu yang partisipatif.
Menurutnya, IPNU memiliki jaringan pelajar dan kader muda yang dapat menjadi mitra strategis dalam menyosialisasikan nilai-nilai demokrasi, anti politik uang, serta pentingnya menjaga integritas pemilu.
Sebagai tindak lanjut pertemuan tersebut,
Bawaslu Sulsel dan IPNU Sulsel membuka peluang kerja sama ke depan, khususnya dalam kegiatan pendidikan politik, sosialisasi kepemiluan, diskusi publik, serta penguatan pengawasan partisipatif berbasis pemuda dan pelajar.
Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem demokrasi yang sehat serta mendorong lahirnya pemilih muda yang tidak hanya aktif menggunakan hak pilihnya, tetapi juga berperan sebagai penjaga kualitas demokrasi di Sulawesi Selatan. (*)











Komentar