MAKASSAR, Trotoar.id — Kedutaan Besar Republik Singapura untuk Indonesia membuka peluang penjajakan kerja sama dengan Pemerintah Kota Makassar di berbagai sektor strategis.
Ketertarikan tersebut sejalan dengan arah kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang mendorong penguatan kapasitas pemerintahan dan jejaring internasional.
Hal itu disampaikan perwakilan Kedutaan Besar Republik Singapura untuk Indonesia, Malik Vickland, saat melakukan kunjungan resmi ke Makassar dan bertemu langsung dengan Wali Kota Munafri Arifuddin di Balai Kota Makassar, Jumat (6/2/2026).
Baca Juga :
Malik mengatakan, kunjungan tersebut merupakan lawatan perdana Kedubes Singapura ke Makassar pasca Pemilihan Kepala Daerah.
Pertemuan ini dimanfaatkan untuk membahas berbagai peluang kerja sama yang dapat dikembangkan bersama pemerintah kota di bawah kepemimpinan yang baru.
“Kami ingin membangun kerja sama baru dengan pemerintahan yang baru. Banyak peluang yang bisa dijajaki, khususnya terkait program-program Pemerintah Kota Makassar,” ujar Malik.
Ia menuturkan, hubungan Singapura dan Makassar sejatinya telah terjalin sejak lama dan memiliki akar sejarah yang kuat.
Hal tersebut tidak terlepas dari peran masyarakat Bugis yang sejak dahulu merantau dan menetap di Singapura.
“Secara historis, hubungan Singapura dan Makassar sudah sangat lama. Orang Bugis telah merantau ke Singapura sejak dulu dan hingga kini hubungan itu tetap terjaga,” ungkapnya.
Selain hubungan historis, Malik juga menyinggung kerja sama di tingkat kota yang telah terbangun dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, Pemerintah Kota Makassar kerap mengirimkan delegasi untuk mengikuti berbagai forum internasional di Singapura, salah satunya World Cities Summit.
“Di tahun-tahun sebelumnya, ada banyak delegasi dari Makassar yang hadir di World Cities Summit. Kami berharap tahun ini Pak Munafri juga dapat berpartisipasi dalam forum tersebut,” katanya.
Malik menambahkan, hubungan ekonomi dan komersial antara Singapura dan Makassar juga terus berkembang.
Saat ini, sejumlah perusahaan asal Singapura telah beroperasi di Kota Makassar, termasuk di sektor pendidikan.
“Ada beberapa perusahaan Singapura yang sudah berjalan di Makassar, salah satunya di bidang pendidikan seperti I Can Read. Hal ini kami sampaikan kepada Pak Munafri dan beliau menyambut baik serta mendukung penguatan hubungan antar kota,” jelasnya.
Dalam pertemuan tersebut, Kedubes Singapura juga menawarkan peluang kerja sama di bidang peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan.
Malik menyebut, pihaknya membuka kesempatan bagi aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Makassar maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk mengikuti program pelatihan di Singapura.
“Kami memiliki Singapore Cooperation Programme (SCP), yaitu program pelatihan pemerintahan dengan berbagai topik, mulai dari ekonomi, tata kelola pemerintahan, hingga digitalisasi,” ujarnya.
Ia berharap pada tahun ini semakin banyak ASN dari Pemkot Makassar yang dapat mengikuti pelatihan tersebut sebagai bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia birokrasi.
“Kami berharap lebih banyak ASN dari Makassar dapat datang ke Singapura melalui program SCP,” tambahnya.
Menutup keterangannya, Malik menegaskan bahwa kunjungan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat kembali hubungan kerja sama antara Singapura dan Makassar di era kepemimpinan yang baru.
“Ini adalah kunjungan pertama kami ke Makassar setelah pemilu. Kami melihat banyak potensi dan berharap hubungan Singapura–Makassar terus berkembang ke depan,” pungkasnya. (*)



Komentar