Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan , Edward Wijaya Horas, melaksanakan Reses Kedua Masa Sidang Kedua Tahun Sidang 2025/2026 di titik pertama yang berlangsung di Jalan Lure, Kelurahan Barana, Kecamatan Makassar, pada 17 Februari 2026.
Makassar, Trotoar.id — Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan , Edward Wijaya Horas, melaksanakan Reses Kedua Masa Sidang Kedua Tahun Sidang 2025/2026 di titik pertama yang berlangsung di Jalan Lure, Kelurahan Barana, Kecamatan Makassar, pada 17 Februari 2026.
Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus momentum menyerap langsung aspirasi masyarakat.
Reses yang dihadiri tokoh masyarakat, RT/RW, serta warga setempat itu berlangsung dalam suasana dialogis. Warga secara terbuka menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi, mulai dari isu sosial hingga infrastruktur lingkungan.
Salah satu aspirasi yang mengemuka ialah terkait penerapan aturan baru sistem penerimaan bantuan sosial (bansos) berbasis desil.
Warga meminta agar pemerintah memastikan mekanisme pendataan dan penyaluran berjalan transparan serta tepat sasaran.
Menurut warga, perubahan sistem tersebut perlu diiringi sosialisasi yang menyeluruh agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Mereka juga berharap adanya pengawasan ketat untuk meminimalisir potensi ketidaktepatan penerima manfaat.
Menanggapi hal tersebut, Edward Wijaya Horas menyatakan akan mendorong koordinasi dengan instansi terkait agar proses penyaluran bansos berbasis desil benar-benar sesuai dengan regulasi dan kebutuhan riil masyarakat.
Ia menegaskan pentingnya validitas data agar bantuan dapat diterima oleh warga yang berhak.
Selain persoalan bansos, warga juga menyampaikan keluhan mengenai kondisi aliran air di sekitar kanal Jalan Lure. Mereka menilai aliran air di kawasan tersebut sangat sulit mengalir, terutama saat intensitas hujan meningkat.
Kondisi tersebut dikhawatirkan berpotensi menimbulkan genangan air yang mengganggu aktivitas warga. Bahkan, beberapa warga menyebut persoalan ini sudah berlangsung cukup lama dan membutuhkan penanganan serius.
Edward menegaskan bahwa persoalan drainase dan aliran kanal menjadi perhatian penting karena menyangkut kenyamanan serta kebutuhan dasar masyarakat sehari-hari. Ia berkomitmen untuk menindaklanjuti aspirasi tersebut melalui koordinasi dengan dinas terkait.
Ia juga menyampaikan bahwa hasil reses akan dirangkum dan diperjuangkan dalam pembahasan di DPRD agar dapat masuk dalam skala prioritas pembangunan.
Menurutnya, reses bukan sekadar agenda formal, melainkan kewajiban moral untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Melalui kegiatan reses ini, diharapkan berbagai aspirasi yang disampaikan warga Jalan Lure dan sekitarnya dapat segera mendapatkan solusi konkret.
Edward pun memastikan akan terus mengawal setiap masukan masyarakat demi peningkatan kualitas pelayanan dan pembangunan di Kota Makassar.
MAKASSAR, Trotoar.id — DPRD Provinsi Sulawesi Selatan mendesak Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk memperkuat akomodasi…
JAKARTA, TROTOAR.ID — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, memaparkan program strategis peningkatan produktivitas pertanian…
SIDRAP, TROTOAR.ID — Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sidenreng Rappang terus diperkuat melalui pendekatan…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — DPRD Provinsi Sulawesi Selatan menyoroti mekanisme penyaluran bantuan yang dikelola Biro Kesejahteraan…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — DPRD Kota Makassar menggelar rapat paripurna dalam rangka penyampaian rekomendasi terhadap Laporan…
BEKASI, TROTOAR.ID— Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor memfasilitasi dialog antara manajemen PT Multistrada Arah Sarana…
This website uses cookies.