Pemkot Makassar

SeTahun Kepemimpinan MULIA, Pembangunan Dinilai Maju namun Perlu Inklusif

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Jumat, 20 Februari 2026 20:55

SeTahun Kepemimpinan MULIA, Pembangunan Dinilai Maju namun Perlu Inklusif

MAKASSAR, Trotoar.id — Satu tahun kepemimpinan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham mencatat sejumlah capaian positif dari sisi ekonomi dan pembangunan manusia.

Namun, di balik angka-angka tersebut, terdapat dinamika sosial yang dinilai perlu menjadi perhatian serius.

Hal itu disampaikan Dr. Sawedi Muhammad, S.Sos., M.Sc., dosen Sosiologi dari Universitas Hasanuddin, saat memaparkan perspektif akademik dalam refleksi satu tahun kepemimpinan di Lapangan Karebosi, Jumat (20/2/2026).

Menurut Sawedi, indikator seperti pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen, penurunan angka pengangguran, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mencapai 85,66 persen dan berada di atas rata-rata nasional, memang menunjukkan tren positif. Namun, kota tidak bisa dipahami hanya melalui statistik.

“Kota bukan sekadar angka atau agregat. Kota adalah ruang hidup (living space), tempat interaksi, emosi, dan aspirasi masyarakat saling bertemu. Karena itu, perspektif sosiologi penting untuk melihat sisi yang tidak selalu tampak dalam laporan resmi,” ujarnya.

Pemerataan dan Gini Ratio Jadi Sorotan
Sawedi menilai, selain pertumbuhan ekonomi, isu pemerataan pembangunan juga harus menjadi perhatian.

Gini ratio sebagai indikator ketimpangan, menurutnya, perlu dibaca secara lebih mendalam untuk memastikan hasil pembangunan dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
I
a menyoroti masih adanya kawasan permukiman kumuh di beberapa wilayah, termasuk Kecamatan Tallo dan wilayah utara Kota Makassar.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam mewujudkan kota yang inklusif.

Dalam pandangannya, kota adalah arena kontestasi berbagai aktor yang memperebutkan akses dan sumber daya.

Karena itu, kebijakan publik perlu mempertimbangkan aspek keadilan sosial agar tidak ada kelompok yang tertinggal.

“Istilah unggul berarti lebih baik dan menjadi pemenang. Namun, unggul harus dibarengi dengan inklusif—artinya semua masyarakat ikut menikmati hasil pembangunan,” jelasnya.

Generasi Muda dan Ruang Publik
Aspek lain yang menjadi perhatian adalah dinamika generasi muda.

Sawedi menyebutkan perlunya riset perilaku generasi muda untuk memahami faktor-faktor yang memicu konflik sosial maupun kenakalan remaja, sehingga dapat diarahkan pada kegiatan yang lebih produktif.

Ia juga mengapresiasi sejumlah langkah pemerintah kota, termasuk pembangunan trotoar yang lebih ramah pejalan kaki melalui dialog dengan warga.

Menurutnya, pendekatan tersebut mencerminkan pergeseran paradigma dari government (pemerintahan yang hierarkis) menuju governance yang kolaboratif dan partisipatif.

“Upaya membangun ruang publik yang manusiawi adalah bentuk keberanian dan perhatian terhadap kualitas hidup warga,” katanya.

Selain itu, Sawedi mendorong penanganan kemacetan secara sistematis, mengingat dampaknya bukan hanya ekonomi, tetapi juga emosional dan sosial.

Ia juga menilai penanganan banjir memerlukan program lanjutan yang lebih konkret, meskipun task force telah dibentuk.

Secara umum, ia menyimpulkan bahwa satu tahun kepemimpinan Munafri–Aliyah menunjukkan arah pembangunan yang maju dan progresif.

Namun, untuk menjadi kota yang disegani secara nasional, Makassar perlu terus memperkuat aspek inklusivitas, pemerataan, dan keberlanjutan.

“Pertumbuhan ekonomi dan inovasi digital adalah fondasi. Tetapi kota yang unggul adalah kota yang mampu merangkul seluruh warganya,” tutup Sawedi. (*)

Penulis : Awal

 Komentar

Berita Terbaru
Metro20 Oktober 2026 12:54
Aliyah Mustika Ilham Hadiri Bali Tech Week 2026, Makassar Perkuat Peluang Kolaborasi Digital
BALI, Trotoar.id — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menghadiri pembukaan Bali Tech Week (BTW) 2026 yang berlangsung di Bali Beach Con...
Metro20 Oktober 2026 12:17
Appi Perpanjang Kontrak 6.472 PPPK Paruh Waktu, Kinerja Jadi Penentu
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar memperpanjang masa perjanjian kerja 6.472 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Wa...
Politik20 Oktober 2026 12:01
IAS Wanti-wanti Musda Golkar Sulsel: Jangan Paksa Konsensus, Jaga Soliditas Kader
MAKASSAR, Trotoar.id — Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), mengingatkan pentingnya menjaga demokrasi dan solid...
Politik20 Oktober 2026 11:55
HUT ke-62 Golkar, IAS Ingatkan Kader: Dekati Rakyat atau Kehilangan Dukungan
MAKASSAR, Trotoar.id — Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), mengingatkan seluruh kader agar tidak terlena denga...