MAKASSAR, Trotoar.id — Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Muhiddin M Said, menyatakan soliditas dan kekompakan kader menjadi modal penting bagi kebangkitan Partai Golkar di daerah tersebut.
Hal itu disampaikannya usai menghadiri kegiatan peringatan Nuzulul Quran yang dirangkaikan dengan konsolidasi Partai Golkar Sulsel.
Menurut Muhiddin, hingga saat ini kekompakan kader Golkar di Sulawesi Selatan terus terlihat mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.
Baca Juga :
“Saya bersyukur sampai saat ini Golkar Sulawesi Selatan sudah memperlihatkan kekompakan dan soliditasnya, mulai dari tingkat provinsi sampai kabupaten,” ujarnya.
Ia menegaskan, kekompakan tersebut harus terus dijaga menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulsel yang akan memilih kepemimpinan baru di tingkat provinsi.
Muhiddin berharap Musda nantinya dapat menghasilkan pemimpin yang mampu mempersatukan seluruh kader sehingga Partai Golkar di Sulawesi Selatan dapat kembali berjaya seperti sebelumnya.
“Semoga Musda nanti menghasilkan pemimpin yang kompak dan mampu menyatukan seluruh kader, sehingga Golkar Sulawesi Selatan bisa bangkit kembali seperti sebelumnya,” katanya.
Ia mengungkapkan, antusiasme kader Golkar di berbagai daerah cukup tinggi. Hal tersebut terlihat dari kegiatan konsolidasi yang telah digelar di beberapa daerah pemilihan di Sulawesi Selatan.
“Saya sudah menghadiri kegiatan di beberapa dapil, dan antusias kader sangat luar biasa. Persatuannya tinggi dan soliditasnya semakin kuat,” ujarnya.
Terkait jadwal Musda, Muhiddin menyampaikan pihaknya telah mulai mempersiapkan pelaksanaan kegiatan tersebut dan berkoordinasi dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.
Ia berharap Musda dapat digelar dalam waktu dekat, bahkan ditargetkan berlangsung pada bulan Maret.
“Kita berharap secepatnya bulan ini. Namun waktunya tetap menyesuaikan dengan jadwal Ketua Umum yang biasanya hadir langsung dalam Musda,” jelasnya.
Muhiddin juga menyebut panitia pelaksana Musda telah mulai disusun. Lukman ditunjuk sebagai Ketua Panitia, sementara Armin dipercaya sebagai Ketua Steering Committee.
Selanjutnya, susunan panitia akan dilengkapi dan dikirim ke DPP Partai Golkar sebagai bagian dari proses persiapan pelaksanaan Musda.
Muhiddin menegaskan bahwa setiap kader yang ingin maju sebagai calon Ketua Golkar Sulsel tetap harus mengikuti mekanisme partai, termasuk proses pendaftaran dan dukungan.
Namun demikian, ia menekankan bahwa calon ketua juga harus mendapatkan restu dari Ketua Umum Partai Golkar.
“Restu Ketua Umum itu wajib. Karena dalam sistem partai, semua keputusan strategis termasuk rekomendasi calon tetap berada di tangan Ketua Umum sebagai mandataris partai,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Ketua Umum memiliki kewenangan untuk memberikan rekomendasi, bahkan menambah atau mengurangi nama calon dalam proses penentuan kepemimpinan di partai.
Karena itu, menurut Muhiddin, calon Ketua Golkar Sulsel ke depan harus memiliki kemampuan untuk menyatukan seluruh kader.
“Kriterianya harus kompak dan mampu mempersatukan seluruh kader Golkar di Sulawesi Selatan tanpa membedakan latar belakang,” pungkasnya.



Komentar