GOWA, Trotoar.id — Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Dewi, meninjau langsung progres pengerjaan proyek jalan Trans Sulsel yang berada di Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa.
Peninjauan tersebut dilakukan bersama sejumlah pimpinan dan anggota DPRD Sulsel, di antaranya Wakil Ketua III Sufriadi Arif, Wakil Ketua IV Fauzi Andi Wawo, Ketua Badan Anggaran Mizar Roem, Ketua Komisi E Andi Tenri Indah, serta sejumlah anggota Badan Anggaran lainnya.
Andi Rachmatika Dewi yang akrab disapa Cicu mengatakan, kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut atas aspirasi dan keluhan masyarakat terkait kondisi jalan yang masih dalam tahap pengerjaan.
Baca Juga :
Menurutnya, DPRD perlu memastikan secara langsung perkembangan pembangunan di lapangan, terlebih menjelang musim mudik yang biasanya meningkatkan mobilitas masyarakat.
“Kami turun langsung selain karena aspirasi dan keluhan masyarakat, juga ingin memastikan seperti apa pengerjaan jalan ini. Jika ada persoalan di lapangan, tentu DPRD juga ikut disorot. Apalagi menjelang musim mudik, minimal ada penanganan sementara atau pemeliharaan agar masyarakat bisa melintas dengan aman,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Badan Anggaran DPRD Sulsel, Mizar Roem, menjelaskan bahwa pengerjaan proyek jalan tersebut harus melalui sejumlah tahapan teknis sehingga tidak dapat dilakukan secara instan.
Ia mengungkapkan, pada Paket 1 ruas batas Gowa–Sinjai, pekerjaan diawali dengan tahap Lapis Pondasi Agregat (LPA) sebagai dasar jalan, kemudian dilanjutkan dengan pembangunan sistem drainase sebelum masuk ke tahap pengaspalan.
“Jika pengaspalan dilakukan tanpa melalui tahapan tersebut, jalan akan cepat rusak karena air bisa menggenang dan merusak struktur jalan. Karena itu pekerjaan ini membutuhkan waktu,” jelasnya.
Meski demikian, pihaknya memastikan sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan berat akan lebih dulu ditangani sebagai langkah penanganan sementara.
Mizar juga menyampaikan proyek tersebut menggunakan skema pendanaan OPDD selama tiga tahun, sehingga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak agar proses pembangunan berjalan lancar. Ia pun mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi pelaksanaan proyek tersebut.
“Jika masyarakat menemukan hal-hal teknis di lapangan yang dianggap tidak sesuai, silakan didokumentasikan dan disampaikan melalui media sosial dengan menandai akun Gubernur, DPRD, maupun Dinas PU,” katanya.
Menurutnya, proyek tersebut merupakan bagian dari program pembangunan infrastruktur Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang diharapkan memberi manfaat besar bagi masyarakat, khususnya pada ruas jalan perbatasan Gowa menuju Sinjai. Ia menambahkan, pelaksana proyek, PT Tristar, saat ini masih bekerja sesuai progres yang telah disepakati.
Sementara itu, Kepala Seksi Preservasi Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulsel sekaligus Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), ZN Ahmad Wildani, mengatakan pelaksanaan pekerjaan dilakukan dengan metode tertentu sehingga tidak dapat dikerjakan secara bersamaan di seluruh ruas jalan.
Ia menjelaskan, proses pengerjaan juga mempertimbangkan berbagai faktor teknis di lapangan, termasuk kondisi cuaca yang dapat memengaruhi progres pembangunan.



Komentar