MAKASSAR, Trotoar.id— Setelah hampir satu dekade menempati fasilitas umum (fasum), ratusan lapak pedagang kaki lima (PKL) di Kecamatan Biringkanaya akhirnya mulai ditertibkan.
Sebanyak 167 lapak yang tersebar di tujuh titik kini dibongkar, sebagian besar secara mandiri oleh para pedagang.
Penertiban yang dilakukan Pemerintah Kota Makassar bersama aparat kecamatan ini menyasar lapak yang berdiri di atas bahu jalan, trotoar, hingga saluran drainase yang selama ini dinilai mengganggu ketertiban dan kelancaran lalu lintas.
Camat Biringkanaya, Maharuddin, mengatakan proses penataan berjalan relatif kondusif karena mayoritas pedagang telah menunjukkan kesadaran untuk membongkar lapaknya sendiri.
“Sebagian besar pedagang membongkar secara mandiri, sehingga proses penertiban berjalan lancar tanpa gesekan berarti,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Ia menjelaskan, pendekatan persuasif menjadi kunci keberhasilan penertiban tersebut. Sebelum dilakukan pembongkaran, pemerintah telah melakukan sosialisasi secara bertahap, mulai dari imbauan lisan hingga penerbitan surat peringatan (SP1, SP2, dan SP3).
Adapun tujuh titik yang menjadi lokasi penertiban meliputi kawasan Pasar Mandai, depan GOR Sudiang, depan Asrama Haji, Bukit Katulistiwa, sekitar UPT SLB Bulurokeng, Jalan Batara Bira, hingga kawasan KIMA Square.
Di antara lokasi tersebut, titik depan GOR Sudiang menjadi yang terbesar dengan jumlah mencapai 88 lapak. Sementara di titik lainnya, jumlah lapak bervariasi antara 7 hingga 20 unit.
Maharuddin menegaskan, langkah ini bukan semata penindakan, melainkan bagian dari upaya mengembalikan fungsi fasilitas umum serta menciptakan lingkungan kota yang lebih tertib, aman, dan nyaman.
“Penertiban ini adalah bagian dari penataan kota. Kami juga tetap memperhatikan keberlangsungan usaha para pedagang,” tegasnya.
Sebagai solusi, pemerintah telah menyiapkan skema relokasi bagi para PKL ke lokasi yang lebih layak dan representatif.
Di antaranya, kawasan milik PD Terminal serta area dalam GOR Sudiang yang dikelola UPT setempat.
Pihak kecamatan dan kelurahan juga akan memfasilitasi proses administrasi agar para pedagang dapat berjualan secara resmi di lokasi baru tersebut.
Sementara itu, Lurah Bulurokeng, Muh. Mahar, menyebut penertiban berjalan lancar berkat koordinasi yang solid antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat.
“Alhamdulillah berjalan baik tanpa hambatan, ini hasil koordinasi yang baik dengan semua pihak,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak lagi mendirikan bangunan di atas fasilitas umum, terutama di atas saluran drainase yang berpotensi menghambat aliran air dan memicu banjir.
Penataan kawasan ini akan terus dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam menghadirkan lingkungan yang tertib, bersih, dan nyaman bagi masyarakat.
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka)…
BULUKUMBA, TROTOAR ID — Kabupaten Bulukumba mencatat peningkatan jumlah hewan kurban pada Hari Raya Idul…
BULUKUMBA,TROTOAR.ID — Pelaksanaan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah di Kabupaten Bulukumba rencananya akan dipusatkan di…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Partai Golkar Sulawesi Selatan menyiapkan enam ekor sapi untuk disembelih pada momentum…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Ridwan A. Wittiri, memanfaatkan momentum Hari…
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, angkat bicara terkait polemik seleksi calon Pasukan…
This website uses cookies.