MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) resmi memulai tahapan seleksi terbuka pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Eselon II.b tahun 2026.
Kegiatan tersebut digelar di UPT Penilaian Potensi dan Kompetensi BKD Provinsi Sulawesi Selatan, Jalan Urip Sumiharjo, Makassar, Rabu (22/4/2026).
Seleksi terbuka ini dilakukan untuk mengisi empat posisi strategis di lingkup Pemkab Sidrap, yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata, serta Kepala Dinas Kesehatan.
Baca Juga :
Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah, secara resmi membuka kegiatan tersebut didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Sidrap yang juga Ketua Panitia Seleksi, Andi Rahmat Saleh.
Turut hadir Kepala BKD Provinsi Sulawesi Selatan, Erwin Sodding, bersama sejumlah pejabat lingkup Pemkab Sidrap.
Di antaranya Asisten Ekonomi dan Pembangunan Andi Patahangi, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan Bachtiar, Staf Ahli Bidang Pembangunan Sudarmin, Inspektur Kabupaten Mustari Kadir, Kepala Dinas Kominfo Mahluddin, Kepala Bapperida Herwin, Kepala Dinas Pemdes PPA Andi Surya Praja, serta Kepala Dinas Koperasi UKM dan Nakertrans Adli Lukman.
Dalam sambutannya, Nurkanaah menegaskan bahwa seleksi terbuka merupakan instrumen penting dalam menjaring sumber daya manusia terbaik untuk mengisi jabatan strategis di pemerintahan.
Ia menyebut para peserta sebagai putra-putri terbaik daerah yang diharapkan mampu menunjukkan kapasitas dan kompetensi secara maksimal selama proses seleksi berlangsung.
“Prinsip kita, tidak ada usaha yang mengkhianati hasil. Karena itu, tampilkan kemampuan terbaik dan bersaing secara sehat,” ujarnya.
Nurkanaah juga menekankan pentingnya integritas dalam setiap tahapan seleksi. Ia mengingatkan agar seluruh peserta menjunjung tinggi nilai kejujuran dan profesionalisme.
Selain itu, ia memastikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menjaga transparansi dan objektivitas selama proses seleksi berlangsung.
“Dengan transparansi yang terjaga, kita berharap seleksi ini mampu melahirkan pimpinan tinggi yang berkualitas dan membawa perubahan positif bagi Kabupaten Sidrap,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BKD Provinsi Sulawesi Selatan, Erwin Sodding, menilai tahapan seleksi ini sebagai proses krusial dalam mengukur kapasitas dan kompetensi aparatur sipil negara.
Ia bahkan menyebut tahapan assessment sebagai “perang pertama” bagi para peserta dalam menentukan kelayakan mereka menduduki jabatan strategis.
Menurutnya, metode Assessment Center yang digunakan merupakan pendekatan ilmiah yang memiliki tingkat validitas dan reliabilitas tinggi dalam mengukur potensi dan kompetensi individu.
Untuk menjaga objektivitas penilaian, pihak BKD Sulsel menyiapkan delapan asesor yang akan menilai sembilan peserta yang lolos seleksi administrasi.
Pendekatan multi-assessor ini diterapkan guna meminimalisir subjektivitas dan memastikan hasil penilaian lebih akurat serta dapat dipertanggungjawabkan.
Berdasarkan hasil verifikasi Panitia Seleksi, sebanyak sembilan peserta dinyatakan memenuhi syarat dan berhak mengikuti tahapan seleksi berikutnya.
Kesembilan peserta tersebut yakni Dr. Muhammad Aries Yasin, S.Pt., M.AP; Dr. Ishak, SKM., M.Kes; Sunandar Priyoatmojo, S.E; Muhammad Tahir B, S.Pd., M.Si; Ahmad Taufik Azis, S.KM., M.Epid; Irwan, S.Kom., M.M; Fadli Yacub, SE, Ak., M.Adm.Pemb; A. Bustanil, S.A.P., M.A.P; serta Muhammad Tang, S.KM., M.Kes.
Melalui proses seleksi ini, diharapkan terpilih pejabat pimpinan tinggi pratama yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas dan komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Sidrap. (*)




Komentar