Daerah

Musyawarah Kerja IDI Sidrap: Perkuat Profesionalisme Dokter di Tengah Tantangan Layanan Kesehatan

Pemda Sidrap

Sidrap, Trotoar.id — Musyawarah Kerja yang digelar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Sidenreng Rappang (Sidrap) bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi menjadi penanda keseriusan para dokter dalam menjawab tantangan layanan kesehatan yang kian kompleks, Sabtu (25/4/2026).

Bertempat di kawasan wisata Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), Desa Mattirotasi, forum ini menghadirkan seluruh jajaran pengurus dan anggota IDI Sidrap dalam suasana yang kondusif namun sarat dengan muatan strategis.

Ketua IDI Sidrap, dr. Syafruddin, Sp.B., menegaskan bahwa musyawarah kerja harus dimaknai sebagai ruang konsolidasi gagasan, bukan sekadar formalitas organisasi yang berulang setiap tahun.

Menurutnya, dunia kesehatan saat ini menghadapi tekanan besar, mulai dari tuntutan kualitas layanan, pemerataan akses, hingga ekspektasi masyarakat yang semakin tinggi terhadap profesionalisme tenaga medis.

“Forum ini kami dorong untuk melahirkan program konkret, bukan hanya wacana. Dokter harus hadir sebagai solusi di tengah kebutuhan masyarakat yang terus berkembang,” tegasnya.

Didampingi Sekretaris IDI, dr. Lisdiana Amin Asri, Sp.PK., ia juga menyoroti pentingnya keseragaman visi di internal organisasi agar seluruh anggota bergerak dalam satu arah yang jelas dan terukur.

Dalam forum tersebut, isu penguatan etika profesi menjadi salah satu sorotan utama, mengingat integritas dokter dinilai sebagai fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan.

Selain itu, peningkatan kompetensi melalui pelatihan berkelanjutan juga menjadi prioritas, sebagai respons atas perkembangan ilmu kedokteran yang terus bergerak cepat dan menuntut adaptasi tanpa henti.

Tak kalah penting, IDI Sidrap menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, terutama dalam mendukung program-program kesehatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai masukan kritis dari peserta, menunjukkan tingginya kepedulian anggota terhadap arah kebijakan organisasi ke depan.

Sejumlah peserta bahkan mendorong agar IDI tidak hanya berperan sebagai organisasi profesi, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan kesehatan yang lebih responsif dan berbasis kebutuhan riil di lapangan.

Musyawarah kerja ini diharapkan melahirkan roadmap yang lebih tajam dan aplikatif, sehingga peran IDI Sidrap tidak berhenti pada tataran organisasi, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Dengan hasil yang terarah dan komitmen yang diperkuat, IDI Sidrap dituntut mampu menjawab tantangan zaman sekaligus menjaga marwah profesi dokter sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan.

MUHAMMAD LUTFI

Share
Published by
MUHAMMAD LUTFI
Tags: Pemda SIdrap

BERITA TERKAIT

Bulukumba Berkurban 1.936 Ekor, Sapi Bantuan Presiden Tembus 914 Kg

BULUKUMBA, TROTOAR ID — Kabupaten Bulukumba mencatat peningkatan jumlah hewan kurban pada Hari Raya Idul…

8 jam ago

Shalat Idul Adha Dipusatkan di Kantor Bupati dan Gedung Ammatoa

BULUKUMBA,TROTOAR.ID — Pelaksanaan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah di Kabupaten Bulukumba rencananya akan dipusatkan di…

9 jam ago

Golkar Sulsel Tebar 6 Sapi Kurban, Diingatkan Tak Sekadar Seremonial

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Partai Golkar Sulawesi Selatan menyiapkan enam ekor sapi untuk disembelih pada momentum…

9 jam ago

Tebar 45 Sapi Kurban, Ridwan Wittiri: Idul Adha Momentum Perkuat Solidaritas

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Ridwan A. Wittiri, memanfaatkan momentum Hari…

10 jam ago

Wali Kota Makassar Soroti Polemik Paskibraka 2026, Minta Seleksi Transparan dan Objektif

MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, angkat bicara terkait polemik seleksi calon Pasukan…

10 jam ago

Menjaga Momentum “Macan Ekonomi” Sulsel: Di Balik Gerakan “Ngibar” Sensus Ekonomi Sidrap

SIDRAP, TROTOAR.ID — Suasana Ruang Rapat Pimpinan Lantai 3 Kantor Bupati Sidenreng Rappang, Senin pagi,…

13 jam ago

This website uses cookies.