
Barru, Trotoar.id— Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di Barru menghadirkan momen tak biasa.
Di tengah upacara yang berlangsung di halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Bupati Andi Ina Kartika Sari berhasil menghubungkan peserta upacara secara virtual dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Peristiwa ini menjadi simbol kuat transformasi digital pendidikan sekaligus memperlihatkan bagaimana teknologi mampu menjembatani jarak antara pusat dan daerah.

Momen virtual tersebut berawal dari ide spontan Bupati sehari sebelum pelaksanaan upacara. Dalam ceritanya, gagasan itu muncul saat dirinya berada di bandara.
“Saya lagi menunggu di bandara karena ketinggalan pesawat. Tiba-tiba teringat bahwa besok Hari Pendidikan Nasional. Betapa bangganya kita kalau ada pesan khusus dari Bapak Menteri,” ungkap Andi Ina.
Meski Menteri Pendidikan berhalangan hadir, sambungan akhirnya terjalin dengan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ulhaq.
Di hadapan ratusan peserta upacara, Bupati menyampaikan permintaan langsung:
“Izin Mas Wamen, ini seluruh peserta upacara kami. Mohon diberikan semangat untuk para pendidik di Hari Pendidikan Nasional ini.”
Walaupun sempat mengalami gangguan sinyal, interaksi virtual tersebut justru menghadirkan suasana hangat dan humanis.

Momen ini mencerminkan realitas transformasi digital di sektor pendidikan—bahwa kemajuan teknologi tetap harus diiringi dengan kesiapan infrastruktur.
Lebih dari sekadar seremoni, peristiwa ini menjadi contoh konkret penerapan digitalisasi yang selama ini didorong pemerintah.
Dalam pesannya, Fajar Riza Ulhaq menyampaikan apresiasi kepada guru dan pelajar di Barru.
“Saya percaya kehadiran Bapak-Ibu guru, tenaga kependidikan, dan adik-adik pelajar di Barru akan terus meningkatkan kualitas pendidikan dan mendorong kemajuan sumber daya manusia,” ujarnya.
Dalam sambungan tersebut, Wakil Menteri juga menegaskan arah kebijakan pendidikan nasional yang berfokus pada transformasi menyeluruh, meliputi:
- Perbaikan infrastruktur sekolah
- Penyediaan papan interaktif digital
- Percepatan sertifikasi guru
- Peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik
Salah satu kebijakan yang disambut antusias adalah tunjangan profesi guru.
“Setiap guru yang telah tersertifikasi akan mendapatkan tunjangan profesi sebesar Rp2 juta per bulan yang ditransfer langsung ke rekening masing-masing, tanpa dirapel,” jelasnya.
Selain itu, perluasan Program Indonesia Pintar (PIP) hingga jenjang PAUD juga menjadi langkah penting dalam meningkatkan akses pendidikan sejak usia dini.
“Ini adalah langkah strategis untuk meningkatkan angka partisipasi kasar PAUD di Indonesia,” tambahnya.
Momentum tersebut juga dimanfaatkan oleh Bupati untuk menyampaikan aspirasi daerah secara langsung kepada pemerintah pusat, khususnya terkait kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen pada 2027.
Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak boleh mengorbankan tenaga pendidik, terutama P3K yang menjadi garda terdepan pendidikan di daerah.
“Jika kebijakan itu diterapkan, kami tidak akan mengorbankan tenaga pendidik P3K. Mereka adalah garda terdepan pendidikan di daerah kami, dan hak-hak mereka akan tetap kami perjuangkan,” tegasnya.
Pernyataan ini mendapat sambutan meriah dari peserta upacara, menunjukkan kuatnya dukungan terhadap kebijakan yang berpihak pada sektor pendidikan.
Di akhir sambungan virtual, suasana haru terasa ketika peserta upacara melambaikan tangan sebagai tanda perpisahan. Momen sederhana tersebut mencerminkan kedekatan emosional antara pemerintah pusat dan daerah.
“Ini adalah rezeki bagi Kabupaten Barru, khususnya bagi para pendidik kita. Tidak setiap hari kita bisa terhubung langsung dengan pemerintah pusat dalam momen penting seperti ini,” ujar Bupati.
Peristiwa ini menegaskan bahwa pembangunan pendidikan tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga pada inovasi, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi.
Bagi Barru, sambungan virtual ini bukan sekadar momen seremonial, melainkan representasi dari arah pembangunan daerah yang adaptif terhadap perubahan zaman—menggabungkan nilai lokal dengan kemajuan digital.
Dengan semangat Hardiknas 2026, Kabupaten Barru menunjukkan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk terus berinovasi, melainkan titik awal untuk melahirkan solusi kreatif demi kemajuan pendidikan dan pembangunan daerah secara berkelanjutan.


Komentar