Daerah

Pemkab Luwu Luncurkan “Luwu Belajar” dan Aplikasi Sipulungki, Perkuat Kompetensi dan Disiplin ASN

Pemda Luwu

LUWU, TROTOAR.ID — Pemerintah Kabupaten Luwu resmi meluncurkan program peningkatan kapasitas aparatur bertajuk “Luwu Belajar” serta aplikasi presensi digital Sipulungki (Sistem Presensi Luwu Bangkit), Rabu (13/5/2026).

Peluncuran tersebut berlangsung di Aula Andi Kambo, Kompleks Perkantoran Bupati Luwu, dan dihadiri Bupati Luwu Patahudding, Penjabat Sekretaris Daerah Muhammad Rudi, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta pejabat manajerial bidang kepegawaian.

Program ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) aparatur sipil negara (ASN), sekaligus mendorong transformasi sistem kerja berbasis digital.

Pelaksana Tugas Kepala BKPSDM Luwu, Muhammad Arsyad, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kompetensi dan pengawasan kinerja ASN secara berkelanjutan.

“Program ini menjadi langkah strategis dalam mentransformasi kualitas ASN di Kabupaten Luwu, terutama dalam menghadapi tantangan pengembangan kompetensi dan pengawasan kinerja,” ujarnya.

Berdasarkan data kepegawaian, jumlah ASN di Kabupaten Luwu mencapai 9.920 orang, yang terdiri dari 4.718 PNS, 1.840 PPPK, serta 3.362 PPPK paruh waktu.

Dari sisi pendidikan, mayoritas ASN masih berada pada jenjang S1 sebanyak 6.632 orang, disusul S2 sebanyak 409 orang, dan S3 hanya 3 orang.

Sementara itu, dari sisi usia, sebagian besar ASN berada pada kelompok usia 40 hingga 50 tahun ke atas sebanyak 6.204 orang, sedangkan usia 20–30 tahun sebanyak 3.716 orang.

Komposisi tersebut dinilai menjadi tantangan sekaligus peluang dalam mendorong percepatan peningkatan kompetensi berbasis digital di lingkungan birokrasi.

“Melalui program ‘Luwu Belajar’, kami berharap seluruh ASN dapat meningkatkan kompetensinya secara berkelanjutan,” tambah Arsyad.

Sementara itu, Bupati Luwu, Patahudding, menegaskan bahwa pengembangan kompetensi ASN kini menjadi kewajiban yang tidak dapat ditawar dalam sistem kepegawaian modern.

Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN yang menekankan penerapan manajemen berbasis merit.

“Setiap karier ASN ditentukan oleh kompetensi dan kualifikasi. Karena itu, peningkatan kapasitas harus menjadi prioritas,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap ASN wajib memenuhi minimal 20 jam pelajaran (JP) per tahun sebagai bagian dari pengembangan kompetensi yang terintegrasi dengan sistem penilaian kinerja elektronik (e-kinerja).

Selain penguatan kapasitas, Pemkab Luwu juga mendorong peningkatan disiplin melalui penerapan sistem presensi digital.

Bupati menilai, kehadiran ASN tidak sekadar administratif, tetapi mencerminkan integritas dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas.

“Aplikasi Sipulungki hadir sebagai sistem presensi yang modern, akurat, dan terintegrasi. Ini bukan hanya soal absensi, tetapi tentang budaya kerja,” jelasnya.

Ia berharap seluruh ASN dapat memanfaatkan aplikasi tersebut secara optimal guna mendukung kinerja yang lebih profesional dan akuntabel.

Di akhir kegiatan, Bupati mengajak seluruh ASN untuk aktif mengikuti program “Luwu Belajar” secara disiplin dan berkelanjutan.

Ia juga meminta pimpinan perangkat daerah untuk berperan aktif dalam mendorong peningkatan kompetensi pegawai di masing-masing instansi.

Peluncuran program ini diharapkan menjadi tonggak awal dalam membangun budaya belajar berkelanjutan serta memperkuat sistem kinerja ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Luwu. (*)

Suriadi

Share
Published by
Suriadi

BERITA TERKAIT

DPRD Desak Pemprov Sulsel Akomodasi Pokir Secara Nyata dalam Program Pembangunan

MAKASSAR, Trotoar.id — DPRD Provinsi Sulawesi Selatan mendesak Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk memperkuat akomodasi…

15 jam ago

Bupati Sidrap “Jual” Program IP300 ke Bappenas, Targetkan Jadi Lumbung Beras Nasional

JAKARTA, TROTOAR.ID — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, memaparkan program strategis peningkatan produktivitas pertanian…

17 jam ago

Rumah Gizi Melati Jadi Garda Depan Lawan Stunting

SIDRAP, TROTOAR.ID — Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sidenreng Rappang terus diperkuat melalui pendekatan…

17 jam ago

DPRD Soroti Penyaluran Bantuan Kesra, Minta Pemprov Sulsel Perkuat Transparansi dan Keadilan

MAKASSAR, TROTOAR.ID — DPRD Provinsi Sulawesi Selatan menyoroti mekanisme penyaluran bantuan yang dikelola Biro Kesejahteraan…

18 jam ago

DPRD Makassar “Semprot” LKPJ 2025, Soroti Kinerja OPD hingga Efektivitas Anggaran

MAKASSAR, TROTOAR.ID — DPRD Kota Makassar menggelar rapat paripurna dalam rangka penyampaian rekomendasi terhadap Laporan…

19 jam ago

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Konflik Industrial di Multistrada, Dorong Dialog dan Stabilitas Industri

BEKASI, TROTOAR.ID— Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor memfasilitasi dialog antara manajemen PT Multistrada Arah Sarana…

19 jam ago

This website uses cookies.