MAKASSAR, TROTOAR.ID — Anggota DPRD Kota Makassar, Andi Suhada Sappaile, mengawali reses ketiga masa persidangan ketiga tahun sidang 2025/2026 di Kecamatan Ujung Pandang, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan reses tersebut menjadi agenda rutin bagi setiap anggota DPRD untuk menyerap aspirasi masyarakat yang nantinya akan ditindaklanjuti dan disampaikan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Makassar.
Dalam pelaksanaannya, Andi Suhada menggelar reses di dua titik, yakni di Jalan Gunung Lompobattang RT 01 RW 02, Kelurahan Lajangiru, serta di Jalan Somba Opu Lorong 293 RT 02 RW 02, Kelurahan Maloku.
Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut menaruh perhatian khusus terhadap persoalan sampah yang menjadi keluhan utama warga di kedua lokasi tersebut.
Menurutnya, permasalahan sampah dapat ditangani secara efektif jika dimulai dari kesadaran masyarakat dalam melakukan pemilahan sejak dari rumah tangga.
Ia menjelaskan, sampah organik merupakan jenis sampah yang mudah terurai, sementara sampah anorganik lebih sulit terurai namun memiliki potensi untuk didaur ulang menjadi barang bernilai ekonomis.
“Harus ada pemilahan. Sampah organik mudah terurai, sedangkan anorganik bisa didaur ulang menjadi barang yang bernilai,” ujarnya.
Andi Suhada menegaskan bahwa pemilahan sampah dari sumbernya akan sangat membantu mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) serta meminimalisir potensi banjir akibat penumpukan sampah.
“Pemilahan sampah menjadi penting. Sampah rumah tangga harus dipilah sebelum diangkut,” tambahnya.
Sejalan dengan itu, anggota Komisi D yang membidangi kesejahteraan masyarakat ini juga menyoroti keseriusan Pemerintah Kota Makassar dalam menangani persoalan sampah melalui program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Program tersebut direncanakan melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di TPA Tamangapa, Kecamatan Manggala, sebagai solusi jangka panjang penanganan sampah di Kota Makassar.
“Ke depan, sampah tidak lagi dibuang secara terbuka, tetapi diolah menjadi energi listrik yang bermanfaat,” jelasnya.
Ia menilai program PSEL sangat mendesak untuk direalisasikan mengingat kondisi TPA Tamangapa yang saat ini telah mengalami kelebihan kapasitas atau overload.
Menurutnya, kondisi lingkungan di kawasan Antang sudah memprihatinkan dengan timbunan sampah yang menyerupai gunung.
“Kita dorong program ini segera rampung karena kondisinya sudah sangat mendesak,” tegasnya.
Sementara itu, Lurah Maloku, Aidir Perdana Putra, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi atas konsistensi Andi Suhada dalam menyerap aspirasi masyarakat setiap tahunnya.
Ia juga sependapat bahwa penyelesaian persoalan sampah harus dimulai dari tingkat rumah tangga melalui pemilahan, sembari menunggu realisasi program PSEL.
“Sampah anorganik bisa menjadi sumber penghasilan tambahan, sedangkan sampah organik dapat dikelola secara mandiri oleh masyarakat,” tutupnya.
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, kembali menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam…
LUWU, TROTOAR.ID — Pemerintah Kabupaten Luwu terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal…
SIDRAP, TROTOAR.ID — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, menunjukkan komitmen kuat dalam penataan ruang…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Anggota DPRD Kota Makassar, Hj Umiyati, menggelar reses ketiga masa sidang ketiga…
SIDRAP, TROTOAR.ID — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menunjukkan keseriusannya dalam menarik investasi dengan menggelar…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Dewan Pers mengecam keras penangkapan sejumlah jurnalis Indonesia oleh tentara Israel saat…
This website uses cookies.