MAKASSAR, TROTOAR.ID — Anggota DPRD Kota Makassar, Hj Umiyati, menutup rangkaian kegiatan reses ketiga masa persidangan ketiga tahun anggaran 2025–2026 di Jalan Ketapang, Kelurahan Paropo, Kecamatan Panakkukang, Jumat (22/5/2026).
Kegiatan ini menjadi titik akhir dari serangkaian reses yang sebelumnya telah dilaksanakan di sejumlah lokasi di Kecamatan Panakkukang dan Manggala.
Momentum tersebut dimanfaatkan warga untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang dihadapi kepada wakil rakyat.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sepanjang pelaksanaan reses. Warga aktif menyampaikan usulan dan keluhan terkait kebutuhan lingkungan hingga pelayanan publik.
Sejumlah isu yang paling banyak disoroti antara lain perbaikan drainase, pengadaan lampu jalan, penanganan banjir, pengelolaan sampah, hingga persoalan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang tidak aktif.
Selain itu, dukungan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga menjadi perhatian utama warga.
Hj Umiyati menegaskan, reses merupakan bagian penting dari tugas anggota legislatif dalam menyerap sekaligus memperjuangkan aspirasi masyarakat.
“Melalui reses ini, kami dapat mendengar secara langsung kebutuhan dan persoalan warga. Semua aspirasi yang disampaikan tentu akan menjadi perhatian dan kami perjuangkan sesuai kewenangan di DPRD,” ujarnya.
Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menjelaskan, seluruh aspirasi yang dihimpun akan dirangkum dan diteruskan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk ditindaklanjuti melalui program Pemerintah Kota Makassar.
Menurutnya, persoalan infrastruktur dasar masih menjadi kebutuhan mendesak di sejumlah wilayah, khususnya terkait drainase dan kondisi jalan lingkungan yang membutuhkan perhatian serius.
Di sisi lain, warga juga mengharapkan adanya program pemberdayaan ekonomi, terutama bagi pelaku UMKM.
Dukungan yang diharapkan tidak hanya berupa pelatihan keterampilan, tetapi juga akses permodalan guna mengembangkan usaha.
“Banyak warga, khususnya ibu rumah tangga dan pelaku usaha kecil, berharap adanya bantuan usaha dan pelatihan agar ekonomi keluarga dapat meningkat. Ini menjadi perhatian kami,” katanya.
Persoalan KIS nonaktif juga turut menjadi sorotan. Sejumlah warga mengeluhkan kartu mereka tidak lagi dapat digunakan akibat kebijakan pendataan ulang berbasis sistem desil oleh pemerintah pusat.
Menanggapi hal tersebut, Hj Umiyati menekankan pentingnya menjaga komunikasi yang intens antara masyarakat dan wakil rakyat, agar setiap persoalan dapat segera diidentifikasi dan dicarikan solusi.
“Komunikasi yang baik akan mempercepat penanganan masalah di masyarakat. Karena itu, kami berkomitmen untuk terus hadir dan membuka ruang dialog dengan warga,” jelas legislator yang akrab disapa Bunda Ety.
Ia juga mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat dalam setiap kegiatan reses. Menurutnya, kehadiran warga mencerminkan harapan besar terhadap peran DPRD dalam memperjuangkan kepentingan publik.
Hj Umiyati berharap, seluruh aspirasi yang telah dihimpun dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Pemerintah Kota Makassar dalam merumuskan program pembangunan yang tepat sasaran.
“Kami akan terus mengawal agar aspirasi masyarakat dapat direalisasikan secara bertahap sesuai prioritas kebutuhan,” tutupnya.
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Anggota DPRD Kota Makassar, Muhammad Yulianto Badwi, kembali menyerap aspirasi masyarakat dalam…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pengurus Cabang Indonesia Off-road Federation (IOF) Makassar sukses menyelenggarakan Musyawarah Cabang (Muscab)…
SIDRAP, TROTOAR.ID — Sinergi berbasis swadaya masyarakat ditunjukkan Pemerintah Kelurahan Pangkajene, Kecamatan Maritengngae, bersama unsur…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menargetkan penambahan cetak sawah baru seluas 600…
MAKASSAR, TEOTOAR.ID — Wakil Ketua DPRD Kota Makassar, Eric Horas, menyoroti maraknya aksi begal yang…
SIDRAP, TROTOAR.ID — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mengintensifkan pengawasan harga dan ketersediaan bahan pokok…
This website uses cookies.