SIDRAP, TROTOAR.ID— Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) tancap gas memperkuat ketahanan pangan melalui percepatan program strategis “Listrik Masuk Sawah”.
Komitmen tersebut ditegaskan langsung Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, saat memimpin rapat koordinasi di Ruang Rapat Pimpinan Lantai III Kantor Bupati Sidrap, Rabu (3/6/2026).
Rapat ini melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari jajaran Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (TPHPKP), Bagian Perekonomian dan SDA, pihak PT PLN, hingga Balai Penyuluhan Pertanian (BPP).
Syaharuddin menegaskan, kehadiran listrik di sektor pertanian bukan lagi kebutuhan tambahan, melainkan faktor kunci dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas lahan.
“Program listrik masuk sawah harus dipercepat. Dampaknya langsung dirasakan petani, terutama dalam menekan biaya operasional dan memaksimalkan pengelolaan air,” tegasnya.
Pemkab Sidrap menargetkan pemasangan sambungan listrik pertanian dengan total daya mencapai 1.500 kVA yang akan didistribusikan di sejumlah wilayah potensial.
Sejumlah kawasan pun ditetapkan sebagai prioritas pengembangan, di antaranya lahan pertanian nonrawa, sistem Irigasi Perpompaan (Irpom), Irigasi Perpipaan (Irpit), serta lahan swadaya mandiri dengan potensi produksi tinggi.
Di sisi lain, pihak PLN memaparkan sejumlah tantangan teknis di lapangan, mulai dari progres pembangunan infrastruktur jaringan seperti pengecoran tiang listrik, kesiapan instalasi pelanggan, hingga kendala teknis lainnya.
Menanggapi hal tersebut, seluruh pihak sepakat memperkuat kolaborasi lintas sektor guna memastikan seluruh target pemasangan listrik dapat terealisasi tepat waktu.
Melalui akselerasi program ini, Pemkab Sidrap optimistis akses energi bagi petani akan semakin luas.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar modernisasi pertanian, peningkatan produktivitas, serta penguatan kesejahteraan petani sebagai pilar utama lumbung pangan Sulawesi Selatan.




Komentar