LUTIM, TROTOAR.ID — Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Rapat Koordinasi dan Pembinaan Program Pokok PKK di Kabupaten Luwu Timur sebagai upaya memperkuat implementasi program prioritas serta meningkatkan sinergi antara TP PKK provinsi dan kabupaten/kota.
Kegiatan ini dihadiri jajaran pengurus TP PKK Provinsi Sulsel, TP PKK Kabupaten Luwu Timur, serta perwakilan kader PKK setempat.
Rapat membahas evaluasi pelaksanaan 10 Program Pokok PKK, penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas pelaporan dan dokumentasi, serta sejumlah isu strategis di daerah.
Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan dalam arahannya menegaskan pentingnya optimalisasi pelaksanaan program secara berkelanjutan hingga ke tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan sebagai fondasi dalam mewujudkan keluarga yang sejahtera, mandiri, dan berkualitas.
Dalam forum tersebut juga dipaparkan capaian dan kondisi aktual pelaksanaan program di Kabupaten Luwu Timur.
Salah satu fokus utama adalah Program Keluarga SEHATI (Sejahtera, Harmonis, Aman, Tentram, dan Penuh Kasih) yang dijalankan oleh Pokja I.
Berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA), pada tahun 2025 tercatat 55 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Luwu Timur.
Dari jumlah tersebut, terdapat 17 kasus kekerasan fisik, 1 kasus kekerasan psikis, dan 32 kasus kekerasan seksual.
Namun, angka tersebut diperkirakan belum mencerminkan kondisi sebenarnya. Kasus yang terlaporkan kepada UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) diyakini hanya sebagian kecil dari kejadian di lapangan, atau dikenal sebagai fenomena gunung es.
Selain itu, data Pengadilan Agama Luwu Timur mencatat terdapat 24 anak yang memperoleh dispensasi kawin sepanjang 2025.
Kondisi ini menjadi perhatian serius karena perkawinan anak berpotensi menimbulkan dampak sosial, kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.
Tingginya angka perceraian juga menjadi sorotan. Pada tahun 2024 tercatat sebanyak 2.734 kasus cerai hidup, menjadikan Luwu Timur sebagai salah satu daerah dengan angka perceraian tertinggi di Sulawesi Selatan.
Di sektor pemberdayaan ekonomi, TP PKK Luwu Timur menunjukkan komitmen melalui pembinaan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K).
Saat ini terdapat 17 kelompok binaan, terdiri dari 10 usaha kuliner dan 7 usaha kerajinan.
Sebagai bentuk dukungan, TP PKK Provinsi Sulsel pada 2025 telah menyalurkan bantuan berupa 300 unit kemasan produk kepada empat pelaku UMKM.
Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk dan daya saing usaha masyarakat.
Selain penguatan program, rapat ini juga membahas kesiapan Sulawesi Selatan sebagai tuan rumah Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Tingkat Nasional dan Hari Ulang Tahun Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Tahun 2026.
Seluruh jajaran TP PKK diharapkan meningkatkan kesiapan administrasi, kelengkapan data, kualitas pelaksanaan program, serta memperkuat koordinasi lintas sektor guna menyukseskan agenda nasional tersebut.
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan implementasi 10 Program Pokok PKK di Sulawesi Selatan semakin optimal, terukur, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat komitmen kader PKK dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga dan masyarakat.
MAKASSAR, TROTOAR.ID – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menyatakan dukungan penuh terhadap rangkaian…
MAKASSAR, TROTOAR.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus mempercepat penanganan sejumlah ruas jalan strategis melalui…
JENEWA – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli membawa pesan Presiden Prabowo Subianto terkait pentingnya kehadiran negara…
JAKARTA, TROTOAR.ID — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, memaparkan strategi pembangunan daerah dalam program…
JAKARTA, TROTOAR.ID — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, membawa sejumlah program prioritas sektor perikanan…
JAKARTA, TROTOAR.ID — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, menghadiri Rapat Kerja (Raker), Rapat Dengar…
This website uses cookies.