MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bergerak cepat merespons kondisi Ibu Helmi, warga Jalan Rajawali, Kota Makassar, yang viral di media sosial usai terdampak penertiban di kawasan Center Point of Indonesia (CPI).
Atas arahan Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, Staf Khusus Gubernur Achmad Hidayat mengunjungi langsung kediaman Ibu Helmi, Kamis (11/6/2026) malam.
Dalam kunjungan tersebut, pemerintah menyerahkan bantuan sosial berupa santunan dan kebutuhan pokok sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi keluarga.
Bantuan diterima langsung oleh Ibu Helmi bersama suaminya, Gassing Dg Lewa, yang tengah menjalani masa pemulihan akibat sakit yang telah dideritanya selama kurang lebih enam bulan.
Kondisi kesehatan sang suami membuat beban ekonomi keluarga bertumpu pada Ibu Helmi dan anaknya yang berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus biaya pengobatan.
Achmad Hidayat menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud perhatian langsung dari Gubernur terhadap masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan.
“Bapak Gubernur memberikan perhatian terhadap kondisi masyarakat yang membutuhkan. Kami diminta hadir langsung untuk bersilaturahmi sekaligus menyerahkan bantuan,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah hadir tidak hanya dalam penegakan aturan, tetapi juga dalam memberikan solusi sosial kepada masyarakat.
Terkait penertiban di kawasan CPI, Achmad menjelaskan langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari penataan dan penegakan aturan di ruang publik.
“Penertiban bukan untuk menghilangkan mata pencaharian masyarakat, melainkan menjaga ketertiban, kenyamanan, dan fungsi kawasan publik,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah tetap membuka ruang komunikasi agar solusi yang lebih baik dapat ditemukan tanpa merugikan masyarakat kecil.
Kehadiran pemerintah di tengah situasi tersebut diharapkan mampu memberikan keseimbangan antara penegakan aturan dan perlindungan sosial.
Ibu Helmi bersama keluarganya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Gubernur Sulsel beserta jajaran.
Bantuan tersebut dinilai sangat membantu dalam meringankan beban ekonomi keluarga di tengah kondisi sulit yang dihadapi.
Turut mendampingi dalam kunjungan itu, Kasi Trantibum Satpol PP Provinsi Sulawesi Selatan Muhammad Syukur serta Anwar selaku sekuriti CPI Makassar.
Kasus yang viral di media sosial ini menjadi perhatian publik sekaligus pengingat pentingnya pendekatan humanis dalam setiap kebijakan penertiban.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi mereka yang membutuhkan perhatian dan bantuan.
Langkah cepat ini juga diharapkan dapat meredam polemik di masyarakat serta memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Ke depan, sinergi antara penataan ruang publik dan perlindungan sosial menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan pembangunan di daerah.
Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berupaya memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam proses pembangunan.
Peristiwa ini sekaligus menjadi cerminan bahwa kebijakan publik perlu diiringi dengan empati dan kepedulian sosial. (*)




