Gowa, Trotoar.id — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kabupaten Gowa akhirnya mengunci arah dukungan politiknya dengan menerbitkan rekomendasi resmi kepada Ilham Arief Sirajuddin.
Surat rekomendasi tersebut bernomor 021/DPD-II/PG/GW/VII/2026 tertanggal 3 Juli 2026, ditandatangani langsung oleh Ketua DPD II Golkar Gowa, Ambas Syam, bersama Sekretaris Kaswandi.
Penerbitan rekomendasi ini menjadi penanda berakhirnya dinamika tarik-menarik dukungan di internal Golkar Gowa yang sebelumnya sempat mengemuka ke publik.
Dalam dokumen tersebut, DPD II Golkar Gowa secara tegas menyatakan hanya akan mendukung Ilham Arief Sirajuddin dan menutup ruang bagi kandidat lain.
“DPD II tidak akan mendukung maupun memilih bakal calon ketua lainnya, serta tidak akan menerbitkan surat rekomendasi atau dukungan yang sama kepada kandidat lain,” demikian bunyi salah satu poin dalam surat tersebut.
Penegasan itu sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa Golkar Gowa tidak menginginkan adanya dualisme dukungan di tubuh partai menjelang kontestasi.
Bahkan, DPD II Golkar Gowa menegaskan bahwa setiap bentuk rekomendasi di luar surat resmi tersebut dinyatakan tidak sah.
“Apabila terdapat surat rekomendasi atau dukungan yang dibuat sebelum atau sesudah surat ini diterbitkan, maka DPD II Golkar Gowa menganggap surat tersebut tidak sah,” tegas isi dokumen tersebut.
Langkah ini dinilai sebagai upaya konsolidasi total untuk meredam potensi konflik internal sekaligus memastikan soliditas mesin partai tetap terjaga.
Diketahui, sebelum rekomendasi ini terbit, DPD II Golkar Gowa sempat memberikan dukungan kepada Munafri Arifuddin, yang memunculkan dinamika di internal partai.
Namun arah dukungan berubah setelah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar menerbitkan rekomendasi yang kemudian diberikan kepada Ilham Arief Sirajuddin.
Keputusan tersebut kini diperkuat di tingkat daerah melalui penerbitan rekomendasi resmi, sekaligus menegaskan garis komando partai dari pusat hingga daerah.
Dengan terbitnya rekomendasi ini, Golkar Gowa memastikan barisan telah solid dan tidak ada lagi ruang bagi perbedaan dukungan di internal partai menjelang tahapan politik selanjutnya.

