Pemda Luwu

Maddoja Roja Awali Rangkaian Mappacekke Wanua, Doakan Kemajuan Tana Luwu

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Sabtu, 04 Juli 2026 11:22

Maddoja Roja Awali Rangkaian Mappacekke Wanua, Doakan Kemajuan Tana Luwu

Luwu, Trotoar.id – Suasana khidmat menyelimuti Baruga Arung Senga pada Jumat malam (3/7/2026), saat masyarakat bersama Pemerintah Kabupaten Luwu melaksanakan ritual adat Maddoja Roja.

Prosesi sakral ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-67 Kabupaten Luwu.

Tradisi Maddoja Roja merupakan warisan budaya turun-temurun yang sarat makna, tidak hanya sebagai bentuk pelestarian adat, tetapi juga sebagai penguatan nilai spiritual serta ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas keberkahan bagi Tana Luwu.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Luwu Muhammad Dhevy Bijak Pawindu, Sekretaris Daerah Muh. Rudi, Ketua DPRD Luwu Gazali, unsur Forkopimda, Ketua TP PKK Luwu Ny. Hj. Kurniah Patahudding, jajaran pengurus PKK dan Dharma Wanita, para kepala OPD, pemangku adat, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Baca Juga  Tingkatkan IRTP Tersertifikasi, Dinkes Luwu Gelar Bimbingan Teknis

Turut hadir pula sejumlah tokoh adat, di antaranya Yang Mulia Macenning Luwu Andi Sitti Husaima, Makole Baebunta Hj. Andi Syarifah Muhaeminah, Maddika Ponrang Andi Saddawero Kira, Maddika Bua Andi Syarifuddin, serta Patunrung Luwu Andi Saddakayi Arsyad.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Luwu, Mulianto Taro, menjelaskan bahwa Mappacekke Wanua merupakan ritual adat yang bermakna “mendinginkan negeri”.

Tradisi ini menjadi ikhtiar bersama untuk membersihkan wilayah dari hal-hal buruk, sekaligus memohon keselamatan, kedamaian, dan keberkahan bagi seluruh masyarakat.

Ia menjelaskan, rangkaian prosesi diawali dengan Mallekke Wai, yakni pengambilan air dari sumber mata air yang disakralkan.

Baca Juga  Tes Kompetensi PPPK Kabupaten Luwu Digelar 7-9 Desember 2024

Selanjutnya dilaksanakan Maddoja Roja, berupa ritual berjaga semalam suntuk yang diisi dengan doa, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta zikir.

“Pada Sabtu pagi, rangkaian akan dilanjutkan dengan prosesi Mangeppi Wai, yakni pemercikan air suci sebagai simbol penyucian negeri dan doa keselamatan bagi masyarakat Luwu,” jelasnya.

Sementara itu, sambutan Bupati Luwu H. Patahudding yang dibacakan Wakil Bupati Muhammad Dhevy Bijak Pawindu menegaskan bahwa Mappacekke Wanua memiliki makna mendalam sebagai upaya membersihkan negeri, baik secara lahir maupun batin.

Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi ini mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, mempererat hubungan sosial, serta memperkuat persatuan masyarakat.

“Maddoja Roja bukan sekadar tradisi, tetapi juga bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT,” ujarnya.

Baca Juga  Dinas Perpustakaan Luwu Gelar Sosialisasi Pengelolaan Arsip Dinamis

Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Luwu memandang pelestarian adat dan budaya sebagai bagian penting dalam pembangunan daerah.

“Kemajuan Luwu harus berjalan seiring dengan upaya menjaga identitas budaya, memperkuat karakter masyarakat, serta mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi muda,” tambahnya.

Melalui pelaksanaan Maddoja Roja dan rangkaian Mappacekke Wanua, Pemerintah Kabupaten Luwu bersama para pemangku adat terus meneguhkan komitmen dalam menjaga warisan budaya sebagai jati diri Tana Luwu.

Tradisi ini menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah akan semakin bermakna apabila tetap berpijak pada nilai-nilai adat, spiritualitas, serta kearifan lokal yang diwariskan oleh para leluhur.

Penulis : Any

 Komentar

Berita Terbaru
Politik22 Oktober 2026 12:37
AMPI Sulsel Rekomendasikan Andi Nurhaldin NH Maju sebagai Ketua Golkar Makassar
MAKASSAR, Trotoar.id — Dinamika menuju pemilihan Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar mulai mengemuka. DPD Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (...
Metro21 Oktober 2026 22:17
Tekan Tawuran, Appi Kerahkan Camat-Lurah Patroli Malam dan Aktifkan Pos Ronda
MAKASSAR, Trotoar.id — Maraknya tawuran antarkelompok di Kota Makassar mendorong Pemerintah Kota Makassar memperkuat langkah pencegahan di tingkat w...
Metro21 Oktober 2026 18:12
Dengar Aspirasi Warga Tamalanrea, Appi Tegaskan PSEL Makassar Tak Boleh Dipaksakan
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan rencana pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota...
Metro21 Oktober 2026 17:16
Tampil di Forum Asia-Pasifik, Appi Paparkan Inovasi PAUD Holistik-Integratif Makassar
JAKARTA, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, membawa inovasi pembangunan anak usia dini Kota Makassar ke panggung Asia-Pasifik. Di f...