
Makassar, Trotoar.id – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, secara resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Provinsi Sulawesi Selatan di kawasan Sudiang Raya, Jalan Pajjaiang, Kota Makassar, Rabu (15/7/2026).
Pembukaan MPLS tersebut menjadi penanda dimulainya perjalanan pendidikan bagi ratusan peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi seluruh anak bangsa.
Sebanyak 270 peserta didik baru dari 15 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan mengikuti MPLS perdana di Sekolah Rakyat Terintegrasi 3.

Para siswa berasal dari tiga jenjang pendidikan, yakni Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA), yang akan menjalani proses pembelajaran dalam konsep pendidikan terpadu.
Kegiatan pembukaan MPLS turut dihadiri Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial RI Robben Rico secara virtual, Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko, Wakil Ketua DPRD Sulsel Rahman Pina, jajaran Pemerintah Kota Makassar, serta seluruh unsur pengelola dan tenaga pendidik Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulsel.
Dalam sambutannya, Andi Sudirman menegaskan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat merupakan implementasi nyata program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menempatkan sektor pendidikan sebagai instrumen utama mewujudkan keadilan sosial dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Sudirman menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas dukungan pembangunan sembilan unit Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan dengan nilai investasi mencapai Rp2,2 triliun.

Menurutnya, program tersebut menjadi tonggak penting dalam membuka kesempatan pendidikan yang setara bagi anak-anak dari berbagai latar belakang.
Gubernur juga mengungkapkan bahwa Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 di Sudiang menjadi salah satu proyek dengan progres pembangunan paling maju di Indonesia.
Mulai dari kesiapan lahan, kelengkapan sarana dan prasarana pendidikan, hingga dukungan tenaga pendidik yang kompeten dinilai telah memenuhi standar untuk menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas dan nyaman bagi para siswa.
Andi Sudirman mengajak seluruh peserta didik memanfaatkan kesempatan belajar di Sekolah Rakyat sebagai langkah awal menggapai cita-cita.
Ia menegaskan bahwa keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan.
Menurutnya, sejarah telah membuktikan bahwa pendidikan mampu melahirkan generasi unggul yang memberikan kontribusi besar bagi bangsa.
Karena itu, ia berharap Sekolah Rakyat dapat menjadi tempat lahirnya generasi berkarakter, berprestasi, dan memiliki daya saing tinggi sebagai calon pemimpin Indonesia di masa mendatang.
Lebih lanjut, Andi Sudirman menegaskan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan terus memperkuat berbagai program strategis di bidang pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
Selain itu, guru-guru terbaik di Sulawesi Selatan juga akan ditempatkan di Sekolah Rakyat agar para siswa memperoleh pendidikan yang berkualitas serta pendampingan maksimal selama proses belajar.
Diketahui, 270 peserta didik Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 berasal dari Kota Makassar, Parepare, Kabupaten Enrekang, Bulukumba, Bantaeng, Pangkep, Pinrang, Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, Gowa, Maros, Jeneponto, Toraja Utara, dan Kepulauan Selayar.
Rangkaian MPLS dirancang untuk memperkenalkan lingkungan sekolah, membangun kebersamaan, menanamkan disiplin, membentuk karakter tangguh, serta menumbuhkan semangat belajar sebagai bekal mewujudkan mimpi dan masa depan yang lebih cerah.


Komentar