Pemda Sidrap

Gandeng Kementerian Perindustrian, Sidrap Dorong Kopi Lokal Naik Kelas Lewat Teknologi

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Jumat, 04 September 2026 15:55

Gandeng Kementerian Perindustrian, Sidrap Dorong Kopi Lokal Naik Kelas Lewat Teknologi
9 / 100 Skor SEO

SIDRAP, Trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mulai mendorong komoditas kopi lokal naik kelas.

Tak hanya mengejar peningkatan produksi, Pemkab Sidrap kini memperkuat pengolahan pascapanen berbasis teknologi untuk meningkatkan mutu sekaligus nilai jual kopi daerah.

Langkah tersebut dilakukan melalui sinergi dengan Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim (BBSPJIHPMM), unit kerja Kementerian Perindustrian.

Penguatan kerja sama itu dibahas dalam pertemuan Ketua Tim Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi, Konsultasi, dan Pendampingan Teknis BBSPJIHPMM, Dr. Asma Assa, bersama tim dengan Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif di Rumah Jabatan Bupati Sidrap, Jumat (4/9/2026).

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat industri pengolahan berbasis komoditas unggulan daerah, khususnya kopi, agar tidak berhenti sebagai produk mentah tetapi dapat menghasilkan nilai tambah lebih besar bagi petani dan pelaku usaha.

Baca Juga  Berkat Bantuan Modal Usaha Pemkab Bantaeng, Abdul Malik Kini Ciptakan Lapangan Kerja di Dusun

Melalui kerja sama dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sidrap, BBSPJIHPMM akan memberikan pembinaan, peningkatan kompetensi, konsultasi, serta pendampingan penerapan teknologi industri kepada pelaku usaha lokal.

Salah satu program yang disiapkan adalah Peningkatan Kompetensi Pengolah Kopi melalui Penerapan Teknologi Pascapanen.

Program tersebut akan melibatkan produsen kopi lokal di Desa Leppangeng, Kecamatan Pitu Riase, yang menjadi salah satu wilayah pengembangan komoditas kopi di Sidrap.

Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menyambut baik dukungan Kementerian Perindustrian tersebut.

Menurutnya, potensi produksi saja belum cukup untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Pengolahan pascapanen menjadi salah satu titik penting untuk menentukan kualitas dan harga jual produk.

“Kopi merupakan salah satu komoditas andalan di daerah kita. Karena itu, kualitasnya harus terus ditingkatkan, mulai dari proses pascapanen hingga menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi,” ujar Syaharuddin.

Baca Juga  NSC Resmi Beroperasi di Sidrap, Jadi Cabang Pertama di Sulawesi dan Buka 15 Lapangan Kerja

Ia menilai teknologi dan peningkatan kompetensi pelaku usaha menjadi kunci untuk menghasilkan produk kopi yang konsisten dari sisi mutu.

Pendampingan dari Kementerian Perindustrian juga dinilai dapat membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperbaiki proses produksi sekaligus meningkatkan daya saing produk.

“Potensi kita ada. Tinggal bagaimana kita tingkatkan kualitas, kemasan, dan pemasarannya. Pemerintah daerah akan terus mendukung agar produk unggulan Sidrap tidak hanya dikenal di daerah, tetapi juga mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” tambahnya.

Program peningkatan kompetensi pengolah kopi akan diarahkan langsung kepada produsen lokal di Desa Leppangeng, Kecamatan Pitu Riase.

Pendekatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi menghasilkan perubahan dalam proses pengolahan kopi, terutama pada tahapan pascapanen yang berpengaruh terhadap mutu dan karakter produk.

Baca Juga  Tahapan Presentasi, Empat Inovasi Luwu Utara Dinilai Unik dan Menarik

Pemkab Sidrap berharap penerapan teknologi tersebut dapat memperkuat rantai industri kopi dari hulu hingga hilir.

Dengan kualitas produk yang lebih baik, kemasan yang lebih kompetitif, serta kemampuan pemasaran yang meningkat, kopi Sidrap diharapkan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Pada akhirnya, penguatan industri pengolahan kopi tersebut ditargetkan memberikan efek berantai terhadap ekonomi daerah, mulai dari peningkatan kapasitas produsen hingga bertambahnya nilai ekonomi yang diterima petani.

Sinergi Pemkab Sidrap dengan Kementerian Perindustrian ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong hilirisasi komoditas unggulan daerah, sehingga hasil perkebunan tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk bernilai tambah dan berdaya saing.

Turut hadir Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sidrap Patahangi Nurdin, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Sidrap Fajri Salman, serta Camat Pitu Riase Andi Mukti Ali.

Penulis : Nono

 Komentar

Berita Terbaru
Politik23 Oktober 2026 17:33
Ribuan Kader Golkar se-Sulsel Bakal Tumpah Ruah di Makassar, Ingin Bertemu Langsung Bahlil
9 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Ribuan kader Partai Golkar dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan ...
Politik23 Oktober 2026 17:23
Lima Menteri Golkar Bakal Hadiri Pelantikan Pengurus Golkar Sulsel, Bahlil Pimpin Langsung
9 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Pelantikan pengurus DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan periode terbaru dipasti...
Metro23 Oktober 2026 11:30
Sekda Kolaka Utara Muhammad Idrus Raih Gelar Doktor, Kembangkan Model Pengelolaan Agribisnis Kakao Berkelanjutan
8 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Sekretaris Daerah Kabupaten Kolaka Utara, Muhammad Idrus, meraih gelar Doktor da...
Parlemen23 Oktober 2026 11:04
IPSI Makassar Turunkan 19 Atlet, Hj Umiyati Bidik 10 Medali Emas di Porprov Sulsel 2026
9 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Makassar memasang target tinggi pada P...