Site icon Trotoar.id

Pascagempa Flores, Tim Kesehatan Sulsel Layani 315 Pasien di Manggarai

IMG 20260904 WA0059

LABUAN BAJO, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) mengerahkan tim kesehatan untuk memperkuat pelayanan medis bagi warga terdampak gempa di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

Dalam misi kemanusiaan tersebut, tim kesehatan Sulsel melayani 315 pasien melalui dua titik pelayanan, yakni Rumah Sakit Lapangan dan wilayah kerja Puskesmas Ketang, khususnya di Desa Nati.

Pelayanan dilakukan sebagai bagian dari respons kesehatan pascagempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Flores pada Sabtu (15/8/2026). Dukungan medis masih dibutuhkan menyusul aktivitas gempa susulan yang terus terjadi di wilayah terdampak.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga memperpanjang status tanggap darurat gempa Flores hingga 12 September 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, dr. Evi Mustikawati Arifin, memimpin langsung tim kesehatan Sulsel dalam misi tersebut.

Pelayanan dilaksanakan berdasarkan hasil koordinasi dengan Health Emergency Operation Center (HEOC) Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, dengan pembagian tim sesuai kebutuhan di lapangan.

“Pembagian tim dilakukan untuk menyesuaikan dukungan tenaga kesehatan dengan kebutuhan pelayanan di lapangan. Dengan pola tersebut, dukungan kesehatan tidak hanya terpusat di fasilitas pelayanan, tetapi juga menjangkau masyarakat di tingkat desa,” kata Evi, Jumat (4/9/2026).

Di Rumah Sakit Lapangan, tim kesehatan Sulsel diperkuat empat dokter spesialis, masing-masing spesialis penyakit dalam, paru, anak, dan bedah.

Mereka didukung tenaga perawat, farmasi, anestesi, serta tenaga kesehatan lainnya untuk memperkuat pelayanan medis dan tindakan operatif sesuai kebutuhan pasien.

Sebanyak 209 pasien mendapatkan pelayanan spesialistik dari tim Sulsel.

Tak hanya pemeriksaan, tim juga menangani sejumlah tindakan medis dan operatif.

Di antaranya tiga operasi sesar, satu tindakan kuretase, penanganan patah tulang lengan atas, trauma dada, serta sejumlah kasus luka akut.

Penanganan tersebut menunjukkan dukungan tim kesehatan Sulsel tidak hanya menyasar keluhan kesehatan ringan, tetapi juga memperkuat kapasitas layanan untuk kasus yang membutuhkan tindakan medis lebih lanjut.

Selain memperkuat Rumah Sakit Lapangan, Pemprov Sulsel mengirimkan tim ke tingkat desa agar pelayanan kesehatan dapat langsung menjangkau masyarakat.

Tim yang ditempatkan di Desa Nati terdiri atas satu dokter dan dua perawat, dengan dukungan tenaga kesehatan dari Puskesmas Ketang.

Pelayanan berlangsung pukul 11.00 hingga 17.56 WITA dan berhasil menjangkau 106 pasien.

Warga mendapatkan pemeriksaan dan konsultasi dokter, penanganan sesuai kondisi medis, serta obat-obatan secara gratis sesuai kebutuhan.

Sejumlah warga, termasuk lanjut usia, bahkan telah mengantre sejak pagi untuk mendapatkan pemeriksaan.

Keluhan yang paling banyak ditemukan di Desa Nati antara lain nyeri pinggang sebanyak 29 kasus, ISPA 20 kasus, myalgia 18 kasus, hipertensi 11 kasus, dan dispepsia 10 kasus.

Tim juga menemukan beberapa kasus yang membutuhkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut, di antaranya suspek BPH, stroke, suspek bronkopneumonia, dan suspek batu saluran kemih.

“Kasus-kasus tersebut ditindaklanjuti atau dirujuk sesuai kebutuhan medis,” jelas Evi.

Jika digabungkan dari dua lokasi pelayanan, sebanyak 315 pasien telah mendapatkan layanan kesehatan dari tim Pemprov Sulsel.

Pembagian pelayanan antara Rumah Sakit Lapangan dan Desa Nati menjadi bagian dari strategi memperluas jangkauan respons kesehatan pascagempa.

Rumah Sakit Lapangan diperkuat untuk menangani pelayanan spesialistik dan tindakan medis, sementara tim di desa diarahkan untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat.

Langkah tersebut sekaligus memastikan warga yang berada jauh dari fasilitas pelayanan kesehatan tetap mendapatkan akses pemeriksaan dan pengobatan.

Pemprov Sulsel menegaskan dukungan pelayanan kesehatan tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan fasilitas kesehatan setempat.

Atas arahan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, dukungan kemanusiaan tersebut diharapkan dapat membantu memperkuat penanganan kesehatan masyarakat di wilayah terdampak gempa Flores.

Kolaborasi lintas daerah ini menjadi bagian dari upaya memastikan kebutuhan kesehatan masyarakat tetap terlayani selama masa tanggap darurat berlangsung. (*)

Exit mobile version