DPRD Sulsel

Andi Nirawati: Perempuan Kuat, Negara Kuat

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Jumat, 25 September 2026 17:23

Andi Nirawati: Perempuan Kuat, Negara Kuat

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Ketua Kaukus Parlemen Perempuan (KPP) Provinsi Sulawesi Selatan Andi Nirawati menekankan pentingnya penguatan peran perempuan dalam keluarga, masyarakat, hingga kehidupan berbangsa.

Menurut Andi Nirawati, perempuan memiliki posisi penting dalam membentuk generasi sekaligus turut menentukan kekuatan keluarga dan masyarakat.

Karena itu, perempuan perlu dibekali pengetahuan dan kemampuan menghadapi perubahan zaman.

“Perempuan adalah penopang negara. Perempuan yang kuat, negara itu pasti kuat. Kalau perempuannya lemah, negara itu pasti lemah,” kata Andi Nirawati

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Meningkatkan Akses Informasi, Literasi Digital dan Kemandirian Perempuan di Era Transformasi dan Kecerdasan Buatan (AI)”.

Andi Nirawati mengatakan pendidikan formal dan gelar akademik merupakan hal penting.

Namun, menurutnya, kemampuan memahami persoalan dan menggunakan pengetahuan secara tepat menjadi semakin penting di tengah perubahan teknologi yang cepat.

“Pendidikan itu banyak yang lulusannya sudah seperti profesor. Titel itu penting, pengetahuan juga penting. Tapi, isi kepala jauh lebih penting,” ujarnya.

Anggota DPRD Sulsel dari Fraksi Gerindra itu menyambut baik kemitraan Monash University Indonesia dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan untuk memperluas akses informasi masyarakat.

Ia menilai teknologi seperti ChatGPT dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sarana untuk membantu masyarakat memperoleh informasi awal, termasuk mengenai kesehatan perempuan dan anak.

Salah satu contohnya adalah informasi mengenai kanker serviks. Teknologi digital dapat membantu masyarakat memperoleh gambaran awal mengenai kapan pemeriksaan atau konsultasi dengan tenaga kesehatan diperlukan.

Namun, Andi Nirawati mengingatkan agar informasi kesehatan berbasis teknologi tetap mengacu pada pedoman dan regulasi yang berlaku di Indonesia.

“Ini bukan hanya kesimpulan dari apa yang dicari di Google atau ChatGPT. Ini merupakan ringkasan awal mengenai kapan seseorang harus mendapatkan pemeriksaan dari dokter atau tenaga kesehatan berdasarkan regulasi yang berlaku di Indonesia,” jelasnya.

Karena itu, ia mendorong Dinas Kesehatan, rumah sakit, organisasi perangkat daerah (OPD), DP3A, serta pemangku kepentingan terkait ikut memberikan masukan untuk memperkuat pemanfaatan teknologi tersebut.

Menurutnya, pengembangan platform informasi harus mempertimbangkan kebutuhan masyarakat di masing-masing daerah.

Persoalan yang dihadapi masyarakat perkotaan belum tentu sama dengan wilayah pedesaan, kepulauan maupun pegunungan.

“Dari daerah juga kami membutuhkan masukan dari kabupaten dan kota untuk memberikan pemetaan mengenai persoalan-persoalan yang ada di daerah. Karena setiap kabupaten dan kota memiliki persoalan yang berbeda,” katanya.

Andi Nirawati juga kembali menekankan besarnya tanggung jawab perempuan dalam membangun keluarga.

Menurutnya, kualitas keluarga dan generasi tidak terlepas dari peran orang tua dalam memberikan pendidikan, perhatian, serta pendampingan.

Ia mengutip pandangan Siti Hartinah atau Ibu Tien Soeharto mengenai keterkaitan antara kekuatan perempuan dan kekuatan negara.

“Karena itu Ibu Tin mengatakan bahwa negara akan kuat ketika perempuannya kuat. Karena ketika perempuan lemah, maka yakinlah kita tidak akan mencapai sebuah negara yang kuat,” tuturnya.

Karena itu, ia mengajak perempuan mengambil peran positif dan menghindari tindakan yang dapat memberikan dampak buruk bagi keluarga maupun lingkungan sekitar.

“Anak kita gagal, suka atau tidak suka, kita juga yang akan ikut bertanggung jawab. Gagal atau tidak, maju atau tidak maju, sebuah rumah tangga, sebuah keluarga kecil, memiliki tanggung jawab,” ujarnya.

Menurut Andi Nirawati, penguatan perempuan di era digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kemampuan menyaring informasi, memahami kebutuhan keluarga, dan mengambil keputusan secara bijak.

Dengan literasi digital yang lebih baik dan akses informasi yang tepat, perempuan diharapkan semakin mampu menjalankan perannya dalam keluarga sekaligus berkontribusi lebih luas di tengah transformasi teknologi dan perkembangan kecerdasan buatan.

Penulis : Upiq

 Komentar