Munafri Arufuddin

Demokrat Rayu Appi, Golkar Jadi Persimpangan: Pinangan Alfian Mallarangeng dan Kalkulasi Politik Makassar

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Sabtu, 03 Oktober 2026 20:41

Demokrat Rayu Appi, Golkar Jadi Persimpangan: Pinangan Alfian Mallarangeng dan Kalkulasi Politik Makassar

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Partai Demokrat mulai membuka pintu lebar-lebar untuk Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi. 

Bukan sekadar komunikasi politik biasa, Ketua Dewan Pakar DPP Partai Demokrat Andi Alfian Mallarangeng bahkan turun langsung menemui Appi dan menyampaikan ajakan agar bergabung dengan partai tersebut.

Pertemuan berlangsung di Hotel Novotel Makassar, Sabtu (3/10/2026). Alfian secara terbuka menyebut Demokrat membutuhkan figur seperti Appi untuk memperkuat partai, khususnya di Sulawesi Selatan.

Pinangan itu tentu menarik karena Appi bukan figur yang berada di luar gelanggang politik. Ia merupakan Wali Kota Makassar sekaligus masih tercatat sebagai kader Partai Golkar.

Di hadapan Alfian, Appi pun belum memberikan jawaban bahwa dirinya akan menyeberang. Ia justru menegaskan posisi politiknya saat ini.

“Sampai saat ini saya masih sebagai kader Golkar dan saya sangat menjunjung tinggi etika politik. Masih ada tugas yang harus saya selesaikan bersama Golkar,” ujar Appi.

Pernyataan tersebut membuat ajakan Demokrat belum berujung pada keputusan perpindahan partai. 

Appi mengapresiasi tawaran tersebut, tetapi masih menempatkan statusnya sebagai kader Golkar sebagai pertimbangan utama.

Di titik inilah dinamika politik Appi menjadi menarik. Di satu sisi, Demokrat secara terbuka menunjukkan ketertarikannya. Di sisi lain, Appi masih memiliki ruang politik di Golkar yang menjadi rumah politiknya saat ini.

Kalkulasi kekuatan di DPRD Makassar juga menjadi bagian dari lanskap politik tersebut. 

Hasil Pemilu 2024 menetapkan Golkar memperoleh enam kursi DPRD Makassar, sementara Demokrat memperoleh tiga kursi.

Angka tersebut menggambarkan perbedaan konfigurasi kekuatan kedua partai di parlemen kota pada periode 2024–2029. 

Namun, perolehan kursi itu sendiri belum dapat dijadikan kesimpulan mengenai arah politik Appi pada kontestasi mendatang.

Terlebih, keputusan pencalonan kepala daerah tidak hanya ditentukan oleh jumlah kursi satu partai. 

Koalisi, keputusan internal partai, aturan pencalonan yang berlaku pada saat pemilihan, serta dinamika politik menjelang tahapan pemilu juga menjadi faktor yang perlu diperhitungkan.

Karena itu, tawaran Demokrat kepada Appi lebih tepat dibaca sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi dan memperkuat posisi politik partai tersebut di Makassar, sementara keputusan Appi masih terbuka.

Yang jelas, Appi belum menutup pintu komunikasi. Namun ia juga belum membuka pintu untuk berpindah.

Sikap itu membuat pertemuan Alfian dan Appi bukan menjadi akhir sebuah negosiasi politik, melainkan awal dari babak baru komunikasi antara dua kepentingan politik.

Demokrat sudah menyampaikan pinangan. Appi sudah memberikan respons. Tetapi kartu politiknya belum berpindah tangan. 

Untuk saat ini, ia masih berdiri sebagai kader Golkar sambil menyelesaikan urusan internal partainya.

Penulis : Anti.

 Komentar