Pemkot Makassar

Munafri Kobarkan Semangat Juara, Kontingen Makassar Siap Pertahankan Takhta Porprov Sulsel 2026

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Sabtu, 03 Oktober 2026 21:04

Munafri Kobarkan Semangat Juara, Kontingen Makassar Siap Pertahankan Takhta Porprov Sulsel 2026

MAKASSAR, Trotoar.id — Status sebagai juara bertahan membuat kontingen Kota Makassar datang ke Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan XVIII 2026 dengan target yang tak berubah mempertahankan gelar juara sekaligus meningkatkan perolehan medali.

Tekad tersebut dikobarkan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi saat melaunching kontingen Makassar di Pelataran Kantor KONI Makassar, Sabtu (3/10/2026).

Launching kontingen yang digelar KONI Makassar itu menjadi penanda kesiapan atlet dari berbagai cabang olahraga sebelum berlaga di Kabupaten Bone dan Wajo pada November 2026.

Prosesi launching ditandai penabuhan gendang oleh Appi didampingi Ketua KONI Makassar Ismail, kemudian dilanjutkan penyematan kostum resmi kontingen secara simbolis kepada perwakilan atlet.

Di hadapan jajaran KONI, official dan atlet, Appi menegaskan bahwa momentum tersebut bukan sekadar seremoni. Launching menjadi bagian dari pengecekan kesiapan akhir kontingen sebelum bertolak ke arena pertandingan.

“Hari ini kita launching kontingen tim dari Kota Makassar yang akan berangkat mengikuti Porprov. Ini menjadi hal yang sangat baik untuk memastikan kesiapan kita, check and recheck seluruh kebutuhan agar tidak ada lagi yang terbengkalai. Tim ini berangkat dengan satu tekad, yaitu juara,” ujar Appi.

Sebagai juara bertahan, Appi meminta seluruh atlet dan official menjaga nama baik Kota Makassar dengan tampil maksimal di setiap pertandingan.

“Karena Kota Makassar adalah juara bertahan, sehingga status ini harus kita pertahankan dan tingkatkan perolehan prestasinya,” tegasnya.

Bagi Appi, prestasi olahraga tidak berdiri sendiri. Pembinaan olahraga juga menjadi bagian dari upaya menyediakan ruang positif bagi generasi muda untuk berkembang dan beraktivitas secara produktif.

Karena itu, ia menekankan pentingnya peran KONI dan seluruh pengurus cabang olahraga dalam membangun ekosistem pembinaan atlet yang berkelanjutan.

Pemkot Makassar juga berkomitmen memperkuat dukungan terhadap olahraga melalui pembenahan sarana dan prasarana.

Infrastruktur olahraga dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan pembinaan atlet.

Tak hanya fasilitas, perlindungan terhadap atlet juga menjadi perhatian pemerintah kota.

Appi memastikan seluruh atlet Makassar yang akan berlaga telah mendapatkan perlindungan melalui program BPJS Ketenagakerjaan.

“Hari ini seluruh atlet sudah diberikan asuransi ketenagakerjaan melalui BPJS Ketenagakerjaan. Ini sangat penting agar para atlet bisa bertanding dengan totalitas penuh demi mengharumkan nama besar Kota Makassar,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua KONI Makassar Ismail mengatakan persiapan kontingen terus dimatangkan melalui monitoring dan evaluasi terhadap atlet dan cabang olahraga.

Monev dilakukan untuk memastikan kesiapan masing-masing cabor sekaligus memetakan peluang perolehan medali agar capaian Makassar pada Porprov tahun ini dapat melampaui hasil sebelumnya.

“Alhamdulillah, dengan support Pemerintah Kota Makassar, kita sudah melaksanakan ini untuk memastikan perolehan medali itu lebih dari apa yang kita dapatkan sebelumnya,” kata Ismail.

Menurutnya, kesiapan atlet saat ini sudah mendekati 100 persen. Dukungan melalui monitoring serta pencairan dana training camp (TC) turut memperkuat persiapan kontingen.

“Sudah hampir 100 persen sudah siap. Dengan adanya teman-teman turun monev dan pencairan dana TC kemarin, insya Allah mereka sudah siap,” ujarnya.

Pada Porprov Sulsel XVIII, Makassar akan turun pada 45 cabang olahraga. KONI Makassar telah memetakan sekitar 10 cabor unggulan yang dinilai memiliki potensi besar menyumbangkan medali emas.

Atletik dan renang menjadi beberapa cabor yang selama ini menjadi penyumbang medali bagi Makassar. Namun, KONI juga mendorong cabor lainnya untuk tampil maksimal.

“Memang kita ada 10 cabor unggulan itu, tapi insya Allah cabor yang lain kita maksimalkan supaya bisa mendapatkan juga emas,” kata Ismail.

Peluang tambahan medali juga diharapkan datang dari cabor yang baru dipertandingkan, salah satunya pentaque.

“Kalau Porprov ini biasanya atletik, renang masih itu yang mendominasi. Tapi insya Allah ada cabor-cabor baru yang masuk. Itu yang akan mendapatkan medali, seperti pentaque yang baru masuk,” jelasnya.

Ismail menambahkan, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan diberikan sejak masa pemusatan latihan hingga pelaksanaan Porprov.

“Support pertama kita itu memberikan jaminan bagi mereka, memberikan BPJS Ketenagakerjaan. Mereka berlatih di TC kemarin, sambil di Porprov diberikan,” ungkapnya.

Selain perlindungan, Pemkot Makassar juga menyiapkan bonus bagi atlet yang berhasil meraih prestasi. Besaran bonus masih belum diumumkan, namun pembahasannya telah dilakukan bersama pemerintah kota.

“Yang berprestasi nanti akan diberikan bonus oleh Pemerintah Kota. Ada, insya Allah,” katanya.

Sementara itu, jumlah cabor eksibisi pada Porprov XVIII masih menunggu finalisasi dari KONI Provinsi Sulawesi Selatan. Informasi sementara menyebut terdapat sekitar tujuh hingga delapan cabor eksibisi.

KONI Makassar masih menunggu keputusan final mengenai jumlah cabor dan atlet yang akan bertanding.

Dengan persiapan yang terus dimatangkan, kontingen Makassar kini bersiap menuju Bone dan Wajo membawa misi mempertahankan gelar sekaligus mendongkrak perolehan medali.

“Dengan persiapan yang kita matangkan, kami berharap seluruh atlet dapat tampil maksimal dan membawa pulang prestasi sebanyak-banyaknya untuk Kota Makassar pada Porprov Sulsel XVIII 2026,” tutup Ismail. (*)

Penulis : Upiq

 Komentar