
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menerima kunjungan kerja dalam rangka kunjungan kerja reses Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) di Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (9/10/2026).
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, beserta anggota DPR RI, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, serta tamu undangan lainnya.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan sejumlah aspirasi dan kebutuhan strategis daerah, khususnya terkait pengembangan industri, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pariwisata, konektivitas, serta dukungan kebijakan dari pemerintah pusat.
Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Gubernur menyampaikan selamat datang kepada pimpinan dan seluruh anggota Komisi VII DPR RI. Ia berharap kunjungan ini menjadi kesempatan bagi para anggota Komisi VII DPR RI untuk mendengarkan langsung potensi, aspirasi, serta berbagai persoalan yang dihadapi daerah.
Ia menyampaikan bahwa Sulawesi Selatan memiliki posisi strategis sebagai hub di Indonesia Timur dan menjadi salah satu barometer pengembangan industri, UMKM, serta pariwisata di kawasan tersebut.
“Kami tentu berterima kasih kepada rombongan Komisi VII yang melihat kondisi Sulsel sebagai hub, terutama sebagai barometer pengembangan industri, UMKM, pariwisata, dan bidang lainnya,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menyoroti pentingnya penguatan sistem konektivitas serta kebijakan insentif daerah untuk mendukung pertumbuhan sektor industri. Selain itu, diperlukan dukungan lebih besar dari pemerintah pusat untuk membantu pelaku UMKM agar dapat meningkatkan kapasitas usaha dan memperluas jangkauan pasar.

“Sulawesi Selatan memiliki potensi UMKM yang sangat besar. Saat ini, sekitar 3 juta UMKM telah terdaftar di Sulsel. Pemerintah provinsi terus melakukan berbagai upaya pembinaan, mulai dari fasilitasi sertifikasi, peningkatan kualitas kemasan produk, hingga pemberian bantuan peralatan usaha. Akan tetapi itu tidak pernah cukup. Karena itu, kami meminta adanya intervensi dan bantuan untuk UMKM masyarakat kami,” ungkapnya.
Sebagai bagian dari upaya memperluas akses pemasaran, Pemprov Sulsel juga memiliki platform lokapasar lokal, Bajubodo.com. Platform tersebut dikembangkan untuk mendukung pemasaran produk UMKM melalui sistem katalog elektronik (e-katalog) dan dapat dimanfaatkan secara gratis oleh masyarakat.
Gubernur berharap keberadaan platform tersebut dapat terus diperkuat melalui standardisasi produk, peningkatan kualitas produk, serta perluasan akses pasar agar produk UMKM Sulsel semakin berdaya saing.
“Kita ingin ada dukungan untuk daerah, termasuk bantuan terkait UMKM kita. Sulsel sebagai hub Indonesia Timur sudah sepantasnya memiliki platform dan standar yang dapat mendukung pengembangan UMKM,” tegasnya.
Melalui kunjungan kerja reses Komisi VII DPR RI tersebut, Gubernur berharap berbagai aspirasi yang disampaikan dapat menjadi perhatian dan diperjuangkan di tingkat pusat, terutama terkait dukungan bagi jutaan pelaku UMKM di Sulawesi Selatan.
“Kami berharap apa yang kami sampaikan ini dapat diperjuangkan di pusat. Kami memohon agar ke depan Sulawesi Selatan mendapat perhatian lebih, khususnya dalam perjuangan mengembangkan 3 juta UMKM kita,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR RI Evita Nursanty mengatakan kunjungan kerja reses tersebut dilakukan untuk menggali informasi sekaligus mengidentifikasi berbagai permasalahan yang dihadapi daerah.
Menurutnya, Komisi VII juga memberikan perhatian terhadap penguatan promosi pariwisata dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), mengingat Sulawesi Selatan memiliki potensi pariwisata yang besar.
“Potensi pariwisata di Sulawesi Selatan bagus sekali. Kita melakukan penguatan promosi wisata dan penguatan SDM,” ujarnya.
Evita menyampaikan bahwa berbagai aspirasi yang disampaikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan ditindaklanjuti. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kebutuhan untuk memperkuat infrastruktur, khususnya infrastruktur laut dan jalan tol, guna mendukung konektivitas serta pertumbuhan ekonomi daerah.
“Apa yang menjadi keinginan dari Pemprov itu akan ditindaklanjuti. Paling prioritas itu infrastruktur laut dan tol,” ungkapnya. (*)



Komentar