Pemprov Sulsel

Andi Sudirman Dorong Koperasi Desa Jadi Etalase Produk Lokal, 70 Persen Barang Berasal dari UMKM

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Sabtu, 10 Oktober 2026 12:37

Andi Sudirman Dorong Koperasi Desa Jadi Etalase Produk Lokal, 70 Persen Barang Berasal dari UMKM

LUWU TIMUR, TROTOAR.ID — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, mendorong Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menjadi salah satu jalur pemasaran produk lokal sekaligus penggerak ekonomi masyarakat desa.

Hal itu disampaikan Andi Sudirman saat meninjau KDKMP Desa Sorowako bersama Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono, di Kabupaten Luwu Timur, Sabtu (10/10/2026).

Peninjauan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan sekaligus mendukung pengembangan ekonomi dari desa melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Turut mendampingi dalam kegiatan itu Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, serta sejumlah kepala daerah yang hadir.

Di lokasi, Andi Sudirman bersama Ferry Juliantono melihat langsung aktivitas gerai koperasi yang menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat. Produk yang tersedia antara lain LPG 3 kilogram, pupuk, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), minyak goreng, serta produk UMKM lokal.

“Tentu kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto melalui Bapak Menteri Koperasi atas upaya mendorong Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih agar berjalan secara bertahap,” ujar Andi Sudirman.

Ia menyebutkan, aktivitas koperasi mulai berjalan dan transaksi telah berlangsung. Selain kebutuhan pokok dan barang bersubsidi, produk lokal juga mulai mengisi gerai koperasi.

“Alhamdulillah, kita melihat sudah ada transaksi, barang-barang bersubsidi mulai masuk, dan produk lokal juga telah mengisi gerai koperasi ini,” sambungnya.

Menurut Andi Sudirman, sekitar 70 persen produk yang dipasarkan di koperasi tersebut merupakan produk lokal. Komposisi ini dinilai membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memperluas jangkauan pemasaran sekaligus memperkuat perputaran ekonomi di tingkat desa.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berharap koperasi dapat menjadi penghubung antara pelaku usaha lokal dan konsumen, sehingga produk masyarakat memiliki ruang pemasaran yang lebih luas dan berkelanjutan.

“Kami berharap, setelah terbitnya Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2026, tata kelola Koperasi Desa semakin kuat. Barang-barang bersubsidi yang merupakan program pemerintah dapat disalurkan melalui koperasi sehingga masyarakat bisa terlibat dan memperoleh manfaatnya,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono, menilai KDKMP Desa Sorowako menjadi salah satu contoh gerai yang telah berjalan sesuai spesifikasi dan dapat menjadi modal awal bagi pengembangan usaha koperasi secara berkelanjutan.

“Kami sudah melihat langsung bersama Bapak Gubernur dan Bupati, ini adalah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang kita sedang persiapkan untuk memasuki tahap operasionalisasinya,” ungkap Ferry.

Ia juga berharap setiap KDKMP dapat dilengkapi alat dan mesin untuk mendukung penanganan pascapanen komoditas unggulan masyarakat, termasuk lada, vanili, dan berbagai produk pertanian lainnya.

Dukungan sarana pascapanen tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas produk, memperkuat nilai tambah hasil pertanian, serta membuka peluang pemasaran melalui koperasi.

“Sekali lagi kami minta doa dan dukungannya karena proses operasionalisasi ini adalah proses yang sangat penting sehingga nanti bisa memberikan keuntungan bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan manfaat untuk masyarakat,” pungkasnya.

Pengembangan KDKMP diharapkan tidak hanya memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok, tetapi juga menciptakan ruang pemasaran bagi produk lokal. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, koperasi berpotensi menjadi bagian penting dalam memperkuat ekonomi desa dan meningkatkan nilai tambah hasil produksi masyarakat. (*)

Penulis : Awal

 Komentar