
MAKASSAR, Trotoar.id — Pelantikan pengurus DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan pada 25 Oktober 2026 mendatang tak sekadar menjadi agenda pengukuhan kepengurusan baru.
Di balik seremoni politik tersebut, Golkar menyiapkan sebuah perayaan yang mengusung semangat kebersamaan bersama rakyat sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal.
Di bawah kepemimpinan Ilham Arief Sirajuddin (IAS), momentum pelantikan dikemas melalui sejumlah kegiatan yang memadukan konsolidasi organisasi, hiburan masyarakat, dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
Salah satu agenda yang disiapkan adalah Pesta Rakyat dan Pesta UMKM yang akan dipusatkan di pelataran parkir Mal Phinisi Point (PIPO), Jalan Tanjung Bunga, Makassar.
Ketua Panitia Pelantikan, Pesta Rakyat, dan Pesta UMKM, Patarai Amir, menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Menurut dia, kebesaran Partai Golkar tidak dapat dilepaskan dari dukungan rakyat. Karena itu, perayaan pelantikan pengurus sekaligus puncak peringatan hari ulang tahun partai tersebut dirancang agar dapat dinikmati bersama masyarakat.
“Golkar besar karena rakyat. Olehnya itu, rangkaian kegiatan pelantikan dan puncak HUT Partai Golkar kami gelar bersama rakyat,” demikian penegasan Patarai Amir.

Pernyataan itu kata Politisi Golkar, menjadi penanda bahwa rangkaian kegiatan yang disiapkan Golkar Sulsel tidak hanya berorientasi pada agenda internal partai.
Partai Golkar, lanjut Patarai, wujud menghadirkan ruang perjumpaan antara partai politik bersama, masyarakat, dan pelaku ekonomi lokal dalam sebuah perayaan tersebut, dan panggung hiburan juga menjadi salah satu magnet utama.
Sejumlah artis papan atas dijadwalkan memeriahkan Pesta Rakyat, menghadirkan hiburan bagi masyarakat yang datang ke lokasi kegiatan.
Namun, dibalik kemeriahan panggung musik, terdapat agenda lain yang tak kalah penting, yakni Pesta UMKM.
Golkar Sulsel menyiapkan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk memasarkan produk mereka di lokasi yang sama.
Dengan demikian, kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.
Di sinilah dimensi ekonomi kerakyatan mendapat tempat dalam sebuah agenda politik.
Keramaian yang tercipta dari kegiatan berskala besar berpotensi menjadi peluang bagi pedagang makanan, minuman, produk lokal, hingga usaha kreatif untuk memperkenalkan produk sekaligus meningkatkan penjualan.
Bagi pelaku UMKM, kesempatan memasarkan produk di tengah kerumunan pengunjung dapat menjadi pintu untuk memperluas jaringan pelanggan.
Terlebih, kegiatan yang memadukan hiburan dan aktivitas ekonomi berpeluang menciptakan interaksi langsung antara penjual dan konsumen.
Meski demikian, manfaat ekonomi tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya panggung atau ramainya pengunjung.
Penataan stan, kemudahan akses, promosi, serta kesempatan yang terbuka bagi pelaku usaha lokal turut menentukan sejauh mana kegiatan tersebut mampu memberikan manfaat nyata.
Karena itu, Pesta UMKM menjadi elemen penting dalam rangkaian perayaan Golkar Sulsel. Agenda ini bukan sekadar pelengkap hiburan, melainkan peluang untuk mempertemukan aktivitas politik dengan denyut ekonomi masyarakat.
Di sisi lain, pelantikan pengurus DPD I Partai Golkar Sulsel tetap memiliki makna strategis bagi konsolidasi organisasi.
Kehadiran Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, yang dijadwalkan melantik kepengurusan pada 25 Oktober mendatang, menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara kepengurusan daerah dan pimpinan pusat.
Bagi Golkar, konsolidasi tidak hanya menyangkut penataan struktur dan penguatan soliditas kader.
Momentum ini juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan bagaimana partai menghadirkan kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.
Di tengah dinamika politik yang sering kali identik dengan perebutan posisi, pergantian kepengurusan, dan penguatan pengaruh, Pesta Rakyat menghadirkan pendekatan yang berbeda.
Masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai penonton dalam perayaan politik, tetapi juga diberi ruang untuk terlibat dalam kegiatan yang memiliki dimensi sosial dan ekonomi.
Meski begitu, keberhasilan agenda tersebut pada akhirnya akan ditentukan oleh manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat. Kemeriahan acara dapat menjadi daya tarik awal, tetapi peluang ekonomi bagi pelaku UMKM dan luasnya partisipasi warga menjadi bagian penting dari hasil yang diharapkan.
Jika dikelola secara optimal, Pesta Rakyat dapat menjadi ruang hiburan sekaligus mempererat interaksi sosial, sementara Pesta UMKM berpotensi membuka kesempatan usaha bagi pedagang dan pelaku ekonomi lokal.
Pada akhirnya, pelantikan pengurus DPD I Partai Golkar Sulsel pada 25 Oktober mendatang bukan hanya tentang pengukuhan kepengurusan di hadapan pimpinan pusat.
Momentum tersebut juga menjadi kesempatan untuk menerjemahkan semangat kebersamaan dengan rakyat ke dalam kegiatan yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk menikmati hiburan dan mengembangkan usaha.
Sebab, di tengah perayaan politik, ada harapan agar manfaat kegiatan tidak berhenti ketika panggung hiburan ditutup. Bagi pelaku UMKM, ukuran keberhasilan yang paling nyata adalah terbukanya kesempatan usaha dan manfaat ekonomi yang benar-benar mereka rasakan.

