MAKASSAR, Trotoar.id — Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), mulai mempercepat konsolidasi organisasi dengan membentuk 11 Koordinator Wilayah (Korwil).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya menata struktur kepengurusan sekaligus mempercepat pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Golkar di 24 kabupaten/kota.
Pembentukan Korwil tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan Nomor Skep-005/DPD/PG/SS/X/2026 tertanggal 16 Oktober 2026 di Makassar. Susunan Korwil dibentuk untuk masa bakti 2025–2030.
IAS menegaskan, konsolidasi struktur menjadi salah satu kunci untuk memastikan roda organisasi berjalan efektif.
Karena itu, jajaran Korwil diminta memberi perhatian serius terhadap percepatan Musda di tingkat kabupaten/kota.
“Ruh organisasi ada di keterbenahan strukturalnya. Percepatan ini kami harapkan jadi perhatian serius teman-teman Korwil,” kata IAS di hadapan wartawan di Kota Parepare, Minggu (18/10/2026).
Pembentukan Korwil ini sekaligus menjadi instrumen koordinasi untuk mengawal tahapan Musda di daerah.
DPD Golkar Sulsel menargetkan seluruh Musda kabupaten/kota rampung pada November hingga Desember 2026, sesuai instruksi ketua DPD.
Target tersebut menempatkan Korwil pada posisi strategis, terutama dalam mengoordinasikan persiapan, memantau perkembangan di masing-masing daerah, serta memastikan tahapan organisasi berjalan sesuai jadwal.
Dalam susunan yang telah disahkan, jajaran pimpinan inti DPD Golkar Sulsel ditetapkan sebagai penanggung jawab Korwil. Ilham Arief Sirajuddin menjabat ketua, didampingi Ketua Harian Supriansya, Sekretaris Rahman Pina, dan Bendahara Amirullah Nur Saenong.
Sebanyak 11 Korwil tersebut membagi wilayah kerja dari Zona I hingga Zona XI untuk menjangkau seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
Pembagian wilayah ini diharapkan memperkuat koordinasi antara pengurus provinsi dan struktur partai di daerah.
Dengan pengawasan yang lebih terarah, proses konsolidasi diharapkan berlangsung lebih efektif dan tidak melampaui batas waktu yang telah ditetapkan.
Bagi Golkar Sulsel, percepatan Musda menjadi bagian penting dalam memastikan kesinambungan kepemimpinan organisasi di tingkat kabupaten/kota.
Musda juga menjadi forum konsolidasi untuk mengevaluasi kepengurusan dan menentukan arah kerja organisasi ke depan sesuai mekanisme partai.
Pembentukan Korwil menandai dimulainya pengawalan yang lebih terstruktur terhadap agenda organisasi Golkar Sulsel menjelang akhir tahun 2026.
Selain memastikan Musda berjalan sesuai jadwal, koordinasi lintas wilayah dibutuhkan untuk menjaga komunikasi antara DPD provinsi dan pengurus kabupaten/kota, sehingga agenda konsolidasi dapat dilaksanakan secara tertib.
Dengan target penyelesaian Musda pada November–Desember 2026, jajaran Korwil diharapkan mampu menerjemahkan arahan DPD Golkar Sulsel menjadi langkah kerja konkret di masing-masing wilayah.
IAS menempatkan pembenahan struktur sebagai bagian dari upaya memperkuat organisasi.
Keberhasilan agenda ini akan bergantung pada koordinasi pengurus, kesiapan masing-masing daerah, serta pelaksanaan seluruh tahapan Musda sesuai ketentuan partai.




Komentar