DPRD Sulsel

HUT ke-357 Sulsel, Rahman Pina Menaruh Harapan Besar: Saatnya Jadi Lumbung Ekonomi Indonesia Timur

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Minggu, 18 Oktober 2026 21:42

HUT ke-357 Sulsel, Rahman Pina Menaruh Harapan Besar: Saatnya Jadi Lumbung Ekonomi Indonesia Timur

MAKASSAR, Trotoar.id — Tiga abad lebih telah dilalui Sulawesi Selatan dalam perjalanan sejarahnya.

Selama 357 tahun, daerah ini tumbuh menjadi salah satu wilayah strategis di Indonesia, dengan kekayaan sumber daya alam, keunggulan sumber daya manusia, serta peran penting dalam menggerakkan roda perekonomian kawasan timur Nusantara.

Memasuki usia ke-357 tahun, Sulawesi Selatan tidak hanya merayakan perjalanan panjang sejarahnya.

Momentum ini juga menjadi saat yang tepat untuk menengok kembali capaian pembangunan, membaca tantangan yang masih membentang, sekaligus meneguhkan harapan tentang masa depan yang lebih sejahtera bagi masyarakatnya.

Harapan itu turut disuarakan Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Rahman Pina. Baginya, bertambahnya usia provinsi ini harus menjadi momentum untuk memperkuat pembangunan dan memastikan potensi besar yang dimiliki Sulawesi Selatan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kita berharap di usia 357 tahun ini, Sulawesi Selatan menjadi provinsi yang makmur dan sejahtera,” kata Rahman Pina.

Pernyataan tersebut sederhana, tetapi menyimpan harapan besar. Kemakmuran dan kesejahteraan bukan sekadar cita-cita yang dirayakan setiap tahun.

Keduanya merupakan tujuan pembangunan yang harus diwujudkan melalui kerja nyata, kebijakan yang tepat, dan keberpihakan kepada kepentingan masyarakat.

Sulawesi Selatan memiliki banyak alasan untuk menatap masa depan dengan optimisme. Letaknya yang strategis, kekayaan alam yang melimpah, serta karakter masyarakat yang dikenal memiliki semangat kerja dan daya juang menjadi modal penting untuk mendorong kemajuan daerah.

Di sektor pertanian, Sulawesi Selatan memiliki potensi besar sebagai salah satu penopang kebutuhan pangan.

Sementara sektor perikanan, perdagangan, pariwisata, dan jasa turut membuka ruang bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih luas.

Posisi Makassar sebagai pusat aktivitas perdagangan dan distribusi juga memberikan keuntungan tersendiri.

Dari kota ini, arus barang dan jasa bergerak menuju berbagai wilayah di Indonesia Timur, menjadikan Sulawesi Selatan memiliki peran penting dalam rantai perekonomian regional.

Namun, potensi besar tidak serta-merta menjamin kesejahteraan. Kekayaan sumber daya alam perlu diikuti dengan pengelolaan yang baik, infrastruktur yang memadai, akses pasar yang terbuka, serta kebijakan pembangunan yang mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.

Di sinilah tantangan pembangunan Sulawesi Selatan ke depan. Daerah ini tidak cukup hanya menjadi jalur distribusi dan pusat perdagangan.

Lebih dari itu, Sulawesi Selatan perlu terus memperkuat kapasitas produksinya, mengembangkan industri pengolahan, serta mendorong tumbuhnya usaha-usaha lokal yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Harapan menjadikan Sulawesi Selatan sebagai lumbung ekonomi Indonesia Timur pun perlu diterjemahkan melalui langkah-langkah konkret dan berkelanjutan.

Bagi masyarakat, ukuran kemajuan daerah sesungguhnya tidak hanya terlihat dari megahnya pembangunan fisik atau tingginya angka pertumbuhan ekonomi.

Kemajuan juga tercermin dari mudahnya masyarakat memperoleh pekerjaan, meningkatnya pendapatan keluarga, terjangkaunya kebutuhan pokok, serta terbukanya kesempatan usaha bagi semua kalangan.

Karena itu, pembangunan ekonomi perlu menyentuh sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.

Petani membutuhkan dukungan agar hasil produksinya memiliki nilai jual lebih tinggi. Nelayan memerlukan akses sarana dan pasar yang memadai.

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) membutuhkan pendampingan, pembiayaan, serta kesempatan untuk memperluas pemasaran produknya.

Pada saat yang sama, generasi muda perlu memperoleh akses pendidikan dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi tidak hanya menciptakan angka statistik, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidupnya.

Pemerataan pembangunan juga menjadi bagian penting dari cita-cita tersebut. Kemajuan Sulawesi Selatan idealnya tidak hanya terkonsentrasi di wilayah perkotaan, tetapi turut dirasakan masyarakat di kabupaten, desa, wilayah pesisir, hingga daerah yang masih membutuhkan perhatian lebih besar.

Dengan pendekatan pembangunan yang inklusif, potensi setiap wilayah dapat dikembangkan sesuai karakter dan keunggulannya masing-masing.

Sebagai pimpinan DPRD Sulawesi Selatan, Rahman Pina berada dalam bagian dari lembaga yang memiliki peran penting dalam mengawal arah pembangunan daerah.

Melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan, DPRD memiliki tanggung jawab untuk memastikan kebijakan serta penggunaan anggaran daerah sejalan dengan kebutuhan masyarakat.

Momentum HUT ke-357 dapat menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dunia usaha, dan masyarakat.

Setiap pihak memiliki peran untuk memastikan potensi daerah tidak berhenti sebagai kebanggaan, tetapi berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang menghasilkan manfaat nyata.

Tentu, mewujudkan Sulawesi Selatan yang makmur dan sejahtera bukan pekerjaan singkat. Dibutuhkan konsistensi dalam merencanakan pembangunan, ketepatan dalam menentukan prioritas, serta komitmen untuk menjaga agar hasil pembangunan dapat dinikmati secara lebih merata.

Namun, dengan modal sumber daya alam, kualitas sumber daya manusia, dan posisi strategis yang dimiliki, Sulawesi Selatan mempunyai ruang besar untuk terus berkembang dan memperkuat perannya di kawasan timur Indonesia.

Peringatan HUT ke-357 Sulawesi Selatan pada akhirnya bukan sekadar tentang angka yang bertambah atau panjangnya perjalanan sejarah. Lebih dari itu, hari jadi ini menjadi kesempatan untuk memperbarui komitmen terhadap masa depan daerah.

Harapan Rahman Pina agar Sulawesi Selatan menjadi provinsi yang makmur dan sejahtera merepresentasikan cita-cita yang perlu terus diperjuangkan melalui pembangunan yang terarah dan berpihak kepada masyarakat.

Sulawesi Selatan memiliki sejarah panjang, potensi besar, dan posisi strategis. Tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh modal tersebut dapat dikelola menjadi kekuatan yang mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sebab, keberhasilan sebuah daerah tidak hanya ditentukan oleh seberapa panjang sejarah yang dimilikinya, tetapi juga oleh sejauh mana perjalanan itu mampu menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi generasi hari ini dan masa depan.

Di usia ke-357 tahun, Sulawesi Selatan memiliki kesempatan untuk melangkah lebih jauh: bukan hanya menjadi gerbang ekonomi Indonesia Timur, melainkan juga memperkuat posisinya sebagai pusat pertumbuhan yang menghadirkan kemakmuran dan kesejahteraan bagi masyarakatnya.

Penulis : Febri

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen18 Oktober 2026 21:47
HUT ke-357 Sulsel, Supriadi Arif Tekankan Pemerataan Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Peringatan Hari Jadi ke-357 Provinsi Sulawesi Selatan bukan sekadar momentum untuk mengenang perjalanan panjang sejarah daera...
Olahraga18 Oktober 2026 17:33
IAS Dorong Gardu Domino Hadir hingga Pelosok Pinrang, PORDI Diminta Rangkul UMKM
PINRANG, Trotoar.id — Ketua Pengurus Provinsi Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (Pengprov PORDI) Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS),...
Politik18 Oktober 2026 17:24
DPP Demokrat Pegang Kunci Penentuan Ketua Sulsel, Dukungan Munafri Arifuddin Bakal Diverifikasi
MAKASSAR, Trotoar.id — Besarnya dukungan yang mengantar Munafri Arifuddin mendaftar sebagai bakal calon Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan b...
Metro18 Oktober 2026 17:12
Cegah Perang Kelompok, Appi Jadikan FORKOT 2026 Wadah Positif Pemuda Makassar
MAKASSAR, Trotoar.id — Festival Olahraga Kota (FORKOT) Makassar 2026 bukan sekadar ajang kompetisi olahraga rekreasi. Di balik kemeriahan festival y...