Politik

NH, “Obok-Obok” Markas NA

Trotoar.id, Bantaeng — Usai Nurdin Abdullah menggarap Wilayah Basis Partai Golkar yang juga Partai Pendukung Nurdin Halid Maju di Pilgub Sulawesi Selatan, Kini HlGoliran Nurdin Halid, “mengobok-obok” basis Markas Suara Nurdin Abdullah dikabupatej Bantaeng

Nurdin Halid yang juga , Ketua Dewan Koperasi Indonesia, menuturkan kondisi pembangunan Sulsel yang tidak merata antara di kampung dan di kota. Meskipun pertumbuhan daerah meningkat, tetapi kesejahteraan masih sebatas dirasakan oleh warga kota.

Karena itu, pasangan Abdul Aziz Qahhar ini mengusung Tri Karya Pembangunan dalam melakukan pemerataan pembangunan di Sulsel hingga ke seluruh pelosok.

“Itulah saya ingin mengangkat harkat dan martabat masyarakat Sulawesi Selatan hingga ke pelosok-pelosok. Kalau Pak Harto punya Trilogi Pembangunan, Jokowi-JK menawarkan Nawa Cita, maka NH-Aziz dengan Tri Karya Pembangunan,” tutur NH saat silaturahmi bersama warga Bantaeng di Pantai Seruni, Bantaeng, Rabu (1/11) malam.

Tri Karya pertama dimaksud adalah pembangunan berbasis infrastruktur. Ia menuturkan, peningkatan kesejahteraan akan meningkat jika ditunjang dengan infrastruktur yang memadai.

“Kalau di jalanan, masuk ke kebun, sawah, perikanan itu mulus makan biaya produksi turun, biaya pemasaran turun. harga bisa dinikmati oleh pemilik, dinikmati oleh konsumen. Tapi kalau jalan tidak mulus maka itu menaikkan biaya produksi dan pemasaran meningkat,” bebernya.

Tri karya kedua ialah pembangunan berbasis ekonomi kerakyatan. Eks Ketua Dewan Koperasi ASEAN ini menuturkan, potensi rakyat sebagai penggerak roda ekonomi daerah harus ditonjolkan. Sehingga, rakyat jugalah yang merasakan dampak pertumbuhan ekonomi.

“Ekonomi rakyat ini bisa digerakkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulsel. Mulai dari petani, nelayan, pedagang, pekebun, peternak, dan sebagainya. Kita akan siapkan kredit kesejahteraan masyarakat dengan bunga 0%,” bebernya.

Ketiga, pembangunan berbasis kearifan lokal. Eks Ketua Umum PSSI ini menjelaskan, pembangunan tetap perlu dilandasi nilai-nilai lokal agar mencerminkan jati diri daerah.

“Bersama ustad Aziz kita akan perhatikan kesejahteraan imam desa supaya diberi insentif dari Rp300 ribu per bulannya menjadi Rp1 juta perbulan,” ujarnya.

Dengan Tri Karya Pembangunan tersebut, visi Sulsel Baru yang diusung pasangan nasionalis-religius ini akan terwujud. Pemerataan pembangunan di Sulsel akan berjalan sesuai dengan Gerakan Membangun Kampung. (*****)

Suriadi

Share
Published by
Suriadi

BERITA TERKAIT

DPRD Sulsel Fasilitasi RDP Terkait Penutupan Akses Jalan di Maros, Yasir Machmud Dorong Solusi Berkeadilan

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Yasir Machmud, S.E., M.Si., memimpin…

4 jam ago

Pemprov Sulsel Percepat SLHS untuk Dukung Program Makan Bergizi Gratis

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus mendorong percepatan perolehan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi…

4 jam ago

Komisi E DPRD Sulsel Bahas Kesiapan Penerimaan Siswa Baru 2026/2027

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Sekretaris Komisi E DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Fadly Ananda, bersama anggota Komisi…

5 jam ago

Viral Kandang Babi di Gudang Farmasi, Camat Tamalate Turun Tangan: Kini Sudah Dipindahkan

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Polemik keberadaan kandang babi di area gudang farmasi di Jalan Dg. Tata,…

5 jam ago

Bulukumba Kejar Status “Sangat Inovatif”, 100 ASN Digenjot Input Data IGA 2026

BULUKUMBA, TROTOAR.ID — Pemerintah Kabupaten Bulukumba tancap gas mengejar predikat “Sangat Inovatif” pada 2026. Sebanyak…

5 jam ago

TP PKK Makassar Turun ke Sekolah, Edukasi Siswa Kelola Sampah dari Maggot hingga Teba

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Tim Penggerak PKK Kota Makassar mengintensifkan edukasi pengelolaan sampah sejak dini dengan…

6 jam ago

This website uses cookies.