Politik

Kampanye di Media Sosial, Ini Tanggapan Pengamat Politik UIN

TROTOAR,ID, MAKASSAR –Jelang pemilian calon kepala daerah dan wakil kepala daerah serentak yang di gelar pada 27 juni 2018 mendatang, sejumlah langkah di lakukan tim pemenangan pasangan calon kepala daerah dilakukan, salah satunya memanfaatkan keberadaan media sosial sebagai ajang sosialisasi dan kempanye politik para Paslon kepada daerah.

Bahkan media sosial dianggap sangat efektif dalam menyampaikan pesan politik melalui Gambar dan artikel guna mengajak masyarakat menjatuhkan pilihannya kepada paslon kepala daerah. Bahkan pengunaan media sosial seperti Facebook, Instagram, twitter sebagai ajang yang cukup efektif mensosialisasikan paslon.

Apa lagi layanan media sosial cukup efektif memperkenalkan kandidat, mereka bisa berinteraksi langsung dengan konstituen. akan tetapi media sosial juga dapat dapat digunakan untuk menyebarkan informasi “Hoax” yang nantinya akan merugikan pasangan calon. 

Namun pertanyaan, seberapa efektifkah kandidat dapat mempengaharui masyarakat melalu media sosail ?

Pengamat komunikasi politik, Firdaus Muhammad mengungkapkan, keberadaan media sosial sebagai salah satu kebutuhan informasi masyarakat saat ini cukup berperan penting, sehingga keberadaan tim Cyber pada bagian paslon sangat menentukan opini publik yang di sajikan melalu media sosial, dimana penggunaan media sosial yang cukup efektif akan berpengaruh besar pada peluang paslon kepala daerah.

“Memang saat ini zaman melenial, keberadaan media sosial sangat membantu kerja-kerja politik paslon, utamanya dalam menggiring opini yang di sampaikan, dan media sosial menjadi tempat kampanye yang efektif dilakukan,” Kata Firdaus Muhammad.

Dosen Komunikasi Politik Pasca Sarjana Unifa ini juga menekankan agar pasangan calon bisa lebih memanfaatkan tim cyber dengan pola kampanye kreatif, yang mampu secara sikologi mengajak serta merubah sudut pandang masyarakat dalam menentukan pilihannya dikedepannya.

Selain itu dirinya berharap, pengunaan media sosial menjadi tempat sosialisais yang cukup berguna, termasuk dengan menghadirkan konsep program pasangan calon yang lebih mendidik masyarakat dalam dunia politik.

“Semua tergantung kemasan isunya. Sebaiknya lebih variatif dan edukatif. Perlu hindari kampanye negatif apalagi kampanye hitam,” ujar Firdaus Muhammad melalui pesan elektronik.

Meskipun pasangan calon menggunakan media sosial sebagai ajang kampanye, perlu ada desain kreatif untuk membedakan dengan kampanya pasangan calon lain. Sehingga hal itu yang menarik bagi masyarakat.

“Sekalipun tidak sama tapi kampanye di medsos sangat efektif dan resikonya publik medsos terlalu responsif sehingga rawan provokasi apalagi isu sara,” tutupnya. (ADY)

Suriadi

Share
Published by
Suriadi

Recent Posts

Wali Kota Makassar Ajak APINDO Jadi Pelopor Gerakan Ramah Lingkungan

MAKASSAR, TROTOAR.ID – Kalangan dunia usaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sulawesi Selatan…

1 jam ago

Pemkot dan DPRD Makassar Perkuat Regulasi Pembangunan, Ranperda Perhubungan Resmi Disahkan

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Sinergi antara Pemerintah Kota Makassar dan DPRD Kota Makassar kembali diperkuat melalui…

3 jam ago

Menaker Yassierli: Perempuan Harus Jadi Penggerak Utama Transformasi Dunia Kerja

JENEWA, TROTOAR.ID — Peran perempuan dalam transformasi dunia kerja ditegaskan harus diperkuat di tengah pesatnya…

4 jam ago

BAZNAS Bulukumba Sembelih 129 Ekor Kambing DAM Jamaah Haji, Didistribusikan ke Panti Asuhan dan Ponpes

BULUKUMBA, TROTOAR.ID – Penyembelihan hewan DAM jamaah haji asal Kabupaten Bulukumba Tahun 1447 H/2026 M…

5 jam ago

Atasi Kelangkaan Gas Melon, Pemkab Luwu Salurkan Ribuan Tabung LPG 3 Kg Lewat Pasar Murah

LUWU, TROTOAR.ID – Upaya penanganan kelangkaan LPG 3 kilogram di Kabupaten Luwu telah dilakukan melalui…

5 jam ago

Bupati Barru Hadiri Muscab Partai Hanura

BARRU, TROTOAR ID – Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hati Nurani Rakyat…

5 jam ago