Seperti para kandidat calon gubernur Sulsel, yang sama-sama menonjolkan program pendidikan mengratiskan pakaian seragam sekolah, bahkan program pasangan calon gubernur ini mengalami kemiripan.
Namun untuk program mengratiskan seragam sekolah lebih awal di gaungkan oleh pasangan calon Gubernur nomor urut 1 Nurdin Halid-Aziz Qahhar Muzadkkar, yang kemudian juga menjadi salah satu program unggulan dari pasangan calon nomor urut empat Ichsan Yasin Limpo-Andi Muzadkkar yang memaparkan konsepnya di hadapan Warga Kabupaten Wajo.
Bahkan IYL-Cakka yang maju melalui jalur perseorangan, dihadapan ratusan masyarakat di Desa Goarie, Kecamatan Marioriwawo, Memaparkan tentang program gratis seragam sekolah di hadapan ratusan masyarakat yang hadir mendengarkan janji politik dari adik mantan gubernur Sulsel.
Bahkan saat menggelar dialog bersama warga, yang didominasi kaum ibu-ibu kompak mengeluhkan mengenai biaya seragam sekolah setiap tahunnya. Sebab ada empat seragam yang harus dibeli.
“Rata-rata satu seragam itu 200 ribu. Itu memberatkan kami Pak, karena setiap tahun harus menggantinya,” keluh ibu rumah tangga kepada IYL.
Belum lagi, jika orang tua memiliki di atas dua anak yang sekolah. “Jadi kalau benar seragam Sekolah itu dihapuskan, tentu ini sangat meringankan kami,” tambah mereka.
Usai mendengarkan keluhan warga, Ichsan YL yang didampingi istrinya Hj Novita Madonza Amu, menegaskan komitmennya untuk membebaskan semua pungutan di sekolah.
“Bukan hanya menjamu tidak ada lagi pungutan, tapi komitmen kami berdua jika terpilih, adalah menandatangani pergub tidak mewajibkan seragam sekolah,” terang Ichsan Yasin Limpo yang langsung disambut aplaus.
Dalam kesempatan tersebut, Ichsan YL juga memperkenalkan program program pendidikan berkualitas tanpa pungutan dengan subsidi 1,5 triliun pertahun.
“Alhamdulillah, satu-satunya calon gubernur dan wakil gubernur Sulsel yang mengalokasikan anggaran 1,5 triliun per tahun hanyalah Ichsan Yasin Limpo bersama Andi Mudzakkar,” jelas pencetus perda pendidikan gratis pertama di Indonesia ini.
Bukan hanya program pendidikan, Ichsan YL juga menyampaikan mengenai infrastruktur pertanian bagi masyarakat. Terutama para petani padi dalam meningkatkan produktifitasnya.
Selanjutnya, Ichsan YL memperkenalkan rumah produktif yang didalamnya memiliki berbagai manfaat keterampilan bagi masyarakat untuk dapat mandiri dalam berwirausaha.
“Akan ada tenaga ahli yang memberikan pengarahan bagi masyarakat di rumah produktif. Masyarakat akan di bimbing untuk dapat mandiri,” tandasnya. (*)
MAKASSAR, Trotoar.id — Pelantikan Vonny Ameliani Suardi sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi…
SIDRAP, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengelola…
MAKASSAR, Trotoar.id — Vonny Ameliani Suardi resmi dilantik sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)…
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat integrasi pengelolaan sumber daya air melalui…
SIDRAP, TROTOAR.ID — Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali menarik perhatian investor global di sektor energi…
MAKASSAR, Trotoar.id — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menerima audiensi Komunitas Kawan UMKM…
This website uses cookies.